29.8 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Mengeroyok karena Event Ngancam Memperkosa

Dendam. Satu kata itu yang jadi motif utama 13 tersangka mengeroyok Event Suhartono hingga tewas. Belasan pemuda itu ternyata adalah korban preman kampung di Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek. Meski Event sudah keluar masuk penjara karena berbagai kasus kejahatan mulai dari narkoba, pencurian hingga perkosaan tetapi pria yang menikah hingga tiga kali itu tidak pernah jera. Dia tetap menjadi preman kampung. Setiap hari kerjanya bikin onar dan meresahkan warga. “Event itu pernah mencuri di rumah saya,” kata Efendi, salah satu tersangka pwngeroyok.

Meski tahu Event adalah pelaku pencurian tetapi Efendi tidak berani melapor ke polisi atau menghajarnya sendiri. Karena Event dikenal jago berkelahi. Jika satu lawan satu, Efendi khawatir kalah. “Saya takut jika melapor ke polisi akan dihajar Event,” ujarnya.

Baca Juga :  Bronjong Hanya Mampu Bertahan Lima Tahun

Hal yang hampir sama dialami Hamdan Fadhilah, 21, teman Efendi yang ikut mengeroyok. Dia pernah dipalak Event. Bahkan, Event meminta uang dengan cara menggedor pintu Hamdan pada malam hari. Jika tidak diberi, Hamdan akan dihajar. “Selalu mengancam akan menghajar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Event juga mengancam cewek-cewek di Desa Sumberurip akan diperkosa jika tidak memberi  uang. Hal ini membuat tersangka yang memiliki saudara perempuan menjadi dendam. Apalagi, Event juga pernah dipenjara karena memperkosa.

Dendam kepada Event itulah yang membuat Efendi dkk sepakat mengeroyok korban pada Sabtu malam (26/2). “Kami sudah tidak betah dengan ulah Event. Jadi, kami keroyok biar kapok,” ungkap Hamdan.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, jika Event adalah preman kampung yang suka bikin onar. Dia seorang residivis. Dari catatan pihak kepolisian, korban sudah keluar masuk penjara hingga 5 kali dengan kasus yang berbeda. Mulai dari pencurian sertifikat, pencurian sepeda motor, pengeroyokan di Kabupaten Kediri, pemerkosaan, hingga yang terakhir terkait masalah narkoba. “Jadi dari polsek hingga Polres Nganjuk sudah pernah menangani kasus Event,” tambahnya.

Baca Juga :  Jaksa Utamakan Mediasi

Bahkan setelah keluar penjara pada 2018 lalu, sifat Event tidak kunjung berubah. Dia tetap bertindak sebagai preman kampung. Selain meminta uang secara paksa ke warga, Event juga sering mengancam memperkosa cewek di desa. “Salah satu tersangka yang masih buron itu mengeroyok karena saudaranya diancam Event  akan diperkosa,” pungkasnya.

- Advertisement -

Dendam. Satu kata itu yang jadi motif utama 13 tersangka mengeroyok Event Suhartono hingga tewas. Belasan pemuda itu ternyata adalah korban preman kampung di Desa Sumberurip, Kecamatan Berbek. Meski Event sudah keluar masuk penjara karena berbagai kasus kejahatan mulai dari narkoba, pencurian hingga perkosaan tetapi pria yang menikah hingga tiga kali itu tidak pernah jera. Dia tetap menjadi preman kampung. Setiap hari kerjanya bikin onar dan meresahkan warga. “Event itu pernah mencuri di rumah saya,” kata Efendi, salah satu tersangka pwngeroyok.

Meski tahu Event adalah pelaku pencurian tetapi Efendi tidak berani melapor ke polisi atau menghajarnya sendiri. Karena Event dikenal jago berkelahi. Jika satu lawan satu, Efendi khawatir kalah. “Saya takut jika melapor ke polisi akan dihajar Event,” ujarnya.

Baca Juga :  Alami Luka Bakar, ODGJ Ditemukan Tewas

Hal yang hampir sama dialami Hamdan Fadhilah, 21, teman Efendi yang ikut mengeroyok. Dia pernah dipalak Event. Bahkan, Event meminta uang dengan cara menggedor pintu Hamdan pada malam hari. Jika tidak diberi, Hamdan akan dihajar. “Selalu mengancam akan menghajar,” ujarnya.

Tak hanya itu, Event juga mengancam cewek-cewek di Desa Sumberurip akan diperkosa jika tidak memberi  uang. Hal ini membuat tersangka yang memiliki saudara perempuan menjadi dendam. Apalagi, Event juga pernah dipenjara karena memperkosa.

Dendam kepada Event itulah yang membuat Efendi dkk sepakat mengeroyok korban pada Sabtu malam (26/2). “Kami sudah tidak betah dengan ulah Event. Jadi, kami keroyok biar kapok,” ungkap Hamdan.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Nganjuk AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, jika Event adalah preman kampung yang suka bikin onar. Dia seorang residivis. Dari catatan pihak kepolisian, korban sudah keluar masuk penjara hingga 5 kali dengan kasus yang berbeda. Mulai dari pencurian sertifikat, pencurian sepeda motor, pengeroyokan di Kabupaten Kediri, pemerkosaan, hingga yang terakhir terkait masalah narkoba. “Jadi dari polsek hingga Polres Nganjuk sudah pernah menangani kasus Event,” tambahnya.

Baca Juga :  Pelajar SMP Asal Kota Kediri Tertabrak Kereta Api Hingga Meninggal

Bahkan setelah keluar penjara pada 2018 lalu, sifat Event tidak kunjung berubah. Dia tetap bertindak sebagai preman kampung. Selain meminta uang secara paksa ke warga, Event juga sering mengancam memperkosa cewek di desa. “Salah satu tersangka yang masih buron itu mengeroyok karena saudaranya diancam Event  akan diperkosa,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/