23.9 C
Kediri
Sunday, August 14, 2022

Tangkap Empat Pengedar Sabu dalam Satu Malam

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Nganjuk masih terus memburu para pengedar narkoba di Kota Angin. Sabtu (30/1) malam lalu mereka menangkap empat pengedar dari dua sindikat yang berbeda.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, empat tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Yakni, di stadion Warujayeng, Tanjunganom,. Serta di SPBU Desa Ringinanom, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Penangkapan berawal saat petugas mengamankan DH 36, asal Desa Karangrejo, Ngasem; dan  M. Risky, 23, asal Desa Panjangjiwo, Tenggilismejoyo, Surabaya. “Ini (tersangka yang ditangkap, Red) di Stadion Warujayeng, Sabtu (30/1) malam,” ujar Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Pujo Santoso.

Sedangkan dua tersangka lain yang ditangkap di SPBU Ringinanom adalah Suko Wahono, 31, asal Desa Sempaja Utara, Kecamatan/Kota Samarinda, Kaltim; dan M. Jainal, 23, asal Desa/Kecamatan Ngronggot.

Baca Juga :  Klinik Rawat Inap Wajib Ada IPAL

Dengan dua TKP yang berbeda, menurut Pujo penanganan kasus narkoba tersebut juga dipecah menjadi dua laporan perkara (LP). “Mereka tidak terkait satu sama lain. Jadi, ditangani terpisah,” lanjut Pujo terkait penangkapan empat pria tersebut.

- Advertisement -

Pujo menjelaskan, dari penangkapan DH yang Sabtu malam lalu tengah bersantai di warung dekat stadion Warujayeng, anggotanya mengamankan 0,47 gram sabu-sabu (SS). Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang haram itu di saku celana DH.

Setelah melakukan penggeledahan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga melanjutkan penggeledahan di rumahnya. Hasilnya, mereka menemukan alat hisap di gudang rumah pria asal Ngasem itu.

Kepada polisi DH mengaku mendapat barang haram dari Risky, kenalannya. Petugas lantas mencokok Risky di warung di sekitar Desa Ngetrep, Prambon. “Masih dikembangkan untuk mengungkap di atasnya,” terang Pujo.

Baca Juga :  Pabrik Precast Ludes Terbakar, Ini Sebabnya

Sementara itu, belum selesai melakukan pemeriksaan terhadap Risky dan DH, Satresnarkoba Polres Nganjuk mendapati informasi lain. Yakni, di SPBU Ringinanom diduga ada peredaran narkoba. Di sana, petugas memergoki Suko sedang menyimpan dua plastik klip berisi sabu seberat total 1 gram.

Suko mengaku hendak mengantar barang tersebut kepada IM, yang masih dalam pengejaran. Adapun serbuk kristal putih itu didapat Suko dari Jainal, temannya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Jainal yang saat itu sedang menunggu Suko di sepeda motornya langsung ditangkap. “Barang bukti terkait sabu masih disita semuanya,” sambung Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Rony Yunimantara.

- Advertisement -

NGANJUK, JP Radar Nganjuk-Tim Rajawali Satresnarkoba Polres Nganjuk masih terus memburu para pengedar narkoba di Kota Angin. Sabtu (30/1) malam lalu mereka menangkap empat pengedar dari dua sindikat yang berbeda.

Informasi yang dihimpun koran ini menyebutkan, empat tersangka ditangkap di dua lokasi berbeda. Yakni, di stadion Warujayeng, Tanjunganom,. Serta di SPBU Desa Ringinanom, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

Penangkapan berawal saat petugas mengamankan DH 36, asal Desa Karangrejo, Ngasem; dan  M. Risky, 23, asal Desa Panjangjiwo, Tenggilismejoyo, Surabaya. “Ini (tersangka yang ditangkap, Red) di Stadion Warujayeng, Sabtu (30/1) malam,” ujar Kasatresnarkoba Polres Nganjuk AKP Pujo Santoso.

Sedangkan dua tersangka lain yang ditangkap di SPBU Ringinanom adalah Suko Wahono, 31, asal Desa Sempaja Utara, Kecamatan/Kota Samarinda, Kaltim; dan M. Jainal, 23, asal Desa/Kecamatan Ngronggot.

Baca Juga :  Janji Belikan Kartu Internet Tak Kesampaian

Dengan dua TKP yang berbeda, menurut Pujo penanganan kasus narkoba tersebut juga dipecah menjadi dua laporan perkara (LP). “Mereka tidak terkait satu sama lain. Jadi, ditangani terpisah,” lanjut Pujo terkait penangkapan empat pria tersebut.

Pujo menjelaskan, dari penangkapan DH yang Sabtu malam lalu tengah bersantai di warung dekat stadion Warujayeng, anggotanya mengamankan 0,47 gram sabu-sabu (SS). Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang haram itu di saku celana DH.

Setelah melakukan penggeledahan di tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga melanjutkan penggeledahan di rumahnya. Hasilnya, mereka menemukan alat hisap di gudang rumah pria asal Ngasem itu.

Kepada polisi DH mengaku mendapat barang haram dari Risky, kenalannya. Petugas lantas mencokok Risky di warung di sekitar Desa Ngetrep, Prambon. “Masih dikembangkan untuk mengungkap di atasnya,” terang Pujo.

Baca Juga :  Gedung Juang Jadi Pusat Skrining

Sementara itu, belum selesai melakukan pemeriksaan terhadap Risky dan DH, Satresnarkoba Polres Nganjuk mendapati informasi lain. Yakni, di SPBU Ringinanom diduga ada peredaran narkoba. Di sana, petugas memergoki Suko sedang menyimpan dua plastik klip berisi sabu seberat total 1 gram.

Suko mengaku hendak mengantar barang tersebut kepada IM, yang masih dalam pengejaran. Adapun serbuk kristal putih itu didapat Suko dari Jainal, temannya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Jainal yang saat itu sedang menunggu Suko di sepeda motornya langsung ditangkap. “Barang bukti terkait sabu masih disita semuanya,” sambung Kasubbag Humas Polres Nganjuk AKP Rony Yunimantara.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/