22.4 C
Kediri
Saturday, August 20, 2022

Upaya Pemerintah Desa Tingkatkan Perekonomian

- Advertisement -

Desa Tanon, Kecamatan Papar memiliki produk olahan pangan yang menarik. Yakni olahan keripik jagung atau biasa disebut tortila. Usaha mikro kecil menegah (UMKM) tersebut telah berjalan selama belasan tahun.       

         Salah satu warga yang masih tetap bertahan menekuni poduk olahan tersebut adalah Sunarsih. Ia menjelaskan awal kali dapat merintis usaha tersebut dari adanya pelatihan di desa. “Dulu yang awal kali ngolah usaha keripik bapak saya. Terus orangnya meninggal saya yang meneruskan,” terangnya.

         Tangannya cukup lihai dalam menggiling adonan keripik tersebut. Mengenai alat, Sunarsih masih melakukannya secara manual. Namun, dalam sehari ia mampu menghasilkan keripik mentah sebanyak 10 kilogram.

Baca Juga :  Berganti Lokasi, Dua Hari Hujan Lebat

         Pembuatannya cukup mudah dan hanya memerlukan bahan utama jagung kering, bawang putih serta bahan tambahan lainnya. “Buatnya ya gampang-gampang susah. Tapi kalau mengeringkan juga cepat, cukup diangin-anginkan saja,” jelasnya.

         Sunarsih saat ini hanya membuat keripik mentahnya saja. Sedangkan untuk penjualan ada sales sendiri yang memasarkannya. Keripik tortila mentah ia jual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram (kg). Selain itu ia juga menjualnya dengan keripik matang dengan harga Rp 80 ribu per kg.

- Advertisement -

         Keripik toritila olahannya telah mencapai penjualan ke luar kota. Mulai dari daerah Surabaya, Malang, Jombang, dan masih banyak lagi. “Sini sering jual ke pasar DTC Wonokromo, karena disitu kan banyak jenis kerupuk juga,” jelasnya. Mengenai izin edar dari keripik tortila tersebut, Sunarsih telah mengantongi izin dari produk industri rumah tangga (PIRT). (luk/dea)

Baca Juga :  Dugaan Bekas Permukiman Kuno di Desa Pagu, Kecamatan Wates
- Advertisement -

Desa Tanon, Kecamatan Papar memiliki produk olahan pangan yang menarik. Yakni olahan keripik jagung atau biasa disebut tortila. Usaha mikro kecil menegah (UMKM) tersebut telah berjalan selama belasan tahun.       

         Salah satu warga yang masih tetap bertahan menekuni poduk olahan tersebut adalah Sunarsih. Ia menjelaskan awal kali dapat merintis usaha tersebut dari adanya pelatihan di desa. “Dulu yang awal kali ngolah usaha keripik bapak saya. Terus orangnya meninggal saya yang meneruskan,” terangnya.

         Tangannya cukup lihai dalam menggiling adonan keripik tersebut. Mengenai alat, Sunarsih masih melakukannya secara manual. Namun, dalam sehari ia mampu menghasilkan keripik mentah sebanyak 10 kilogram.

Baca Juga :  Pasokan Berkurang, Elpiji Melon Langka

         Pembuatannya cukup mudah dan hanya memerlukan bahan utama jagung kering, bawang putih serta bahan tambahan lainnya. “Buatnya ya gampang-gampang susah. Tapi kalau mengeringkan juga cepat, cukup diangin-anginkan saja,” jelasnya.

         Sunarsih saat ini hanya membuat keripik mentahnya saja. Sedangkan untuk penjualan ada sales sendiri yang memasarkannya. Keripik tortila mentah ia jual dengan harga Rp 40 ribu per kilogram (kg). Selain itu ia juga menjualnya dengan keripik matang dengan harga Rp 80 ribu per kg.

         Keripik toritila olahannya telah mencapai penjualan ke luar kota. Mulai dari daerah Surabaya, Malang, Jombang, dan masih banyak lagi. “Sini sering jual ke pasar DTC Wonokromo, karena disitu kan banyak jenis kerupuk juga,” jelasnya. Mengenai izin edar dari keripik tortila tersebut, Sunarsih telah mengantongi izin dari produk industri rumah tangga (PIRT). (luk/dea)

Baca Juga :  Pernah Tangani Pasien Perempuan Stroke yang ‘Dibuang’ Anak Kandungnya

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/