23.3 C
Kediri
Tuesday, August 16, 2022

Gunakan LED, PJU Hemat 50 Persen

- Advertisement -

Upaya menekan konsumsi listrik yang terlalu tinggi juga dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri. Dinas yang menangani penerangan jalan umum (PJU) tersebut saat ini juga memanfaatkan lampu jenis LED 100 watt. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan daya. Sekaligus mengurangi biaya.

“Masih di dua ruas saja yakni di Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Brawijaya,” terang Hadi Wahjono, kepala DPKP, melalui Teddy Setiawan Kamandanu, kabid perumahan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sebelumnya PJU di Kota Kediri masih menggunakan lampu merkuri. Lampu jenis itu membuat tingkat konsumsi listriknya sangat tinggi. Per tahun, biaya yang dikeluarkan dari APBD mencapai Rp 8 miliar.

“Sebelumnya lampu yang kita gunakan adalah lampu son 250 watt,” terangnya.

Kini, setelah beralih menggunakan LED, konsumsi listrik bisa ditekan sebesar 50 persen. Meski hanya 100 watt, kualitas cahayanya setara dengan lampu dengan konsumsi 400 watt. Daya yang kecil dari lampu tersebut tak mengurangi kualitas cahaya yang dikeluarkan.

Baca Juga :  Stok Elpiji 3 Kg Kembali Stabil
- Advertisement -

Memang, biaya yang dikeluarkan di awal lebih mahal. Karena per unit lampu jenis itu mencapai Rp 6,4 juta. Namun, hal itu akan membuat biaya harian jadi menurun. Apalagi perawatannya juga murah. Karena dari produsen mereka diberi garansi selama lima tahun.

“Diperlukan dana investasi di awal cukup mahal. Tetapi rentang waktunya hanya lima tahun sekali,” paparnya.

Memang saat ini diketahui masih dua ruas jalan saja yang sudah menggunakan lampu LED. Meski demikian, DPKP sudah menganggarkan di Perubahan APBD 2017 ini untuk pengadaan lampu LED sebanyak 100 unit.

Nantinya lampu tersebut akan dipasang di beberapa lokasi. Seperti di sepanjang jalan mulai dari gerbang perbatasan Kota Kediri di Jalan Mayor Bismo dan ke arah selatan hingga Jalan Mayjend Sungkono. Tidak hanya itu, lampu LED juga dipasang di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Imam Bonjol.

Baca Juga :  Rp 7,9 M untuk Pulihkan Ekonomi

“Kami anggarkan sekitar Rp 800 juta untuk pengadaan sekaligus pemasangannya,” beber pria yang sebelumnya kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Kediri tersebut.

Lampu-lampu LED tersebut memiliki sensor yang terhubung dengan control box. Makanya besaran daya yang digunakan setiap unit lampu akan terpantau melalui program yang bisa diakses melalui telepon genggam.

“Terlihat grafiknya di ponsel. Jika ada kerusakan atau kebocoran akan ketahuan,” tandasnya kepada wartawan koran ini.

Bahkan intensitas cahaya yang dipancarkan bisa diatur melalui ponsel tersebut. Ketika jam sibuk, lampu dapat dinyalakan dengan intensitas maksimal. Jika sudah dini hari lampu bisa diturunkan intensitasnya namun tetap sesuai kebutuhan.

“Jadi konsumsi listrik benar-benar efektif dan efisien sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Upaya menekan konsumsi listrik yang terlalu tinggi juga dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Kediri. Dinas yang menangani penerangan jalan umum (PJU) tersebut saat ini juga memanfaatkan lampu jenis LED 100 watt. Tujuannya untuk mengurangi penggunaan daya. Sekaligus mengurangi biaya.

“Masih di dua ruas saja yakni di Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Brawijaya,” terang Hadi Wahjono, kepala DPKP, melalui Teddy Setiawan Kamandanu, kabid perumahan kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Sebelumnya PJU di Kota Kediri masih menggunakan lampu merkuri. Lampu jenis itu membuat tingkat konsumsi listriknya sangat tinggi. Per tahun, biaya yang dikeluarkan dari APBD mencapai Rp 8 miliar.

“Sebelumnya lampu yang kita gunakan adalah lampu son 250 watt,” terangnya.

Kini, setelah beralih menggunakan LED, konsumsi listrik bisa ditekan sebesar 50 persen. Meski hanya 100 watt, kualitas cahayanya setara dengan lampu dengan konsumsi 400 watt. Daya yang kecil dari lampu tersebut tak mengurangi kualitas cahaya yang dikeluarkan.

Baca Juga :  Permintaan Tinggi, Harga Ikan Nila di Pasar Melonjak

Memang, biaya yang dikeluarkan di awal lebih mahal. Karena per unit lampu jenis itu mencapai Rp 6,4 juta. Namun, hal itu akan membuat biaya harian jadi menurun. Apalagi perawatannya juga murah. Karena dari produsen mereka diberi garansi selama lima tahun.

“Diperlukan dana investasi di awal cukup mahal. Tetapi rentang waktunya hanya lima tahun sekali,” paparnya.

Memang saat ini diketahui masih dua ruas jalan saja yang sudah menggunakan lampu LED. Meski demikian, DPKP sudah menganggarkan di Perubahan APBD 2017 ini untuk pengadaan lampu LED sebanyak 100 unit.

Nantinya lampu tersebut akan dipasang di beberapa lokasi. Seperti di sepanjang jalan mulai dari gerbang perbatasan Kota Kediri di Jalan Mayor Bismo dan ke arah selatan hingga Jalan Mayjend Sungkono. Tidak hanya itu, lampu LED juga dipasang di sepanjang Jalan Diponegoro hingga Jalan Imam Bonjol.

Baca Juga :  Pasokan Turun, Harga Ayam Potong Naik

“Kami anggarkan sekitar Rp 800 juta untuk pengadaan sekaligus pemasangannya,” beber pria yang sebelumnya kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Kediri tersebut.

Lampu-lampu LED tersebut memiliki sensor yang terhubung dengan control box. Makanya besaran daya yang digunakan setiap unit lampu akan terpantau melalui program yang bisa diakses melalui telepon genggam.

“Terlihat grafiknya di ponsel. Jika ada kerusakan atau kebocoran akan ketahuan,” tandasnya kepada wartawan koran ini.

Bahkan intensitas cahaya yang dipancarkan bisa diatur melalui ponsel tersebut. Ketika jam sibuk, lampu dapat dinyalakan dengan intensitas maksimal. Jika sudah dini hari lampu bisa diturunkan intensitasnya namun tetap sesuai kebutuhan.

“Jadi konsumsi listrik benar-benar efektif dan efisien sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/