25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Cuaca Tidak Menentu, Stok Jagung Menurun

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Hasil panen jagung di Desa Ngampel, Kecamatan Papar mengalami penurunan. Imbasnya, persediaan komoditas ini di salah satu pabrik penghasil jagung minim.

Hanik Choirunikmah, 40, penyuluh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kediri, mengatakan, hasil panen saat ini mengalami penurunan. Sehingga stok di pabrik turun. “Penurunan hasil panen jagung terjadi karena beberapa faktor, seperti harga benih dan pupuk yang mahal,” ujarnya.

Selain itu, Hanik menyebut, penyebab yang kedua karena kondisi cuaca. Menurutnya, hasil panen jagung tergantung cuaca. Jika curah hujan tinggi akan mengakibakan pembusukan di batangnya. Sehingga hasil panen petani berkurang.

Hal ini juga diungkapkan Mohammad Yasin, 47, selaku pemilik UD Mansur. Dia mengatakan, saat ini pasokan jagung di pabriknya sekitar 100 ton. Itu mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen.

Baca Juga :  Panen Berkurang, Harga Cabai Merangkak Naik

“Pas musim kemarau hasilnya bisa mencapai 100 ton lebih. Kalau musim hujan turun,” katanya.

- Advertisement -

Yasin berpendapat bahwa penurunan stok di pabriknya karena faktor cuaca yang tak menentu. Kondisi itu juga membuat petani mengalami penurunan hasil panen. ‘’Faktor cuaca menjadi pengaruh buruk, sehingga mengakibatkan hasil panen jagung yang kurang bagus,” ujarnya.(c1/ndr)

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri– Hasil panen jagung di Desa Ngampel, Kecamatan Papar mengalami penurunan. Imbasnya, persediaan komoditas ini di salah satu pabrik penghasil jagung minim.

Hanik Choirunikmah, 40, penyuluh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kediri, mengatakan, hasil panen saat ini mengalami penurunan. Sehingga stok di pabrik turun. “Penurunan hasil panen jagung terjadi karena beberapa faktor, seperti harga benih dan pupuk yang mahal,” ujarnya.

Selain itu, Hanik menyebut, penyebab yang kedua karena kondisi cuaca. Menurutnya, hasil panen jagung tergantung cuaca. Jika curah hujan tinggi akan mengakibakan pembusukan di batangnya. Sehingga hasil panen petani berkurang.

Hal ini juga diungkapkan Mohammad Yasin, 47, selaku pemilik UD Mansur. Dia mengatakan, saat ini pasokan jagung di pabriknya sekitar 100 ton. Itu mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen.

Baca Juga :  Dua CJH Menyusul ke Tanah Suci

“Pas musim kemarau hasilnya bisa mencapai 100 ton lebih. Kalau musim hujan turun,” katanya.

Yasin berpendapat bahwa penurunan stok di pabriknya karena faktor cuaca yang tak menentu. Kondisi itu juga membuat petani mengalami penurunan hasil panen. ‘’Faktor cuaca menjadi pengaruh buruk, sehingga mengakibatkan hasil panen jagung yang kurang bagus,” ujarnya.(c1/ndr)

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/