23.9 C
Kediri
Wednesday, July 6, 2022

Cukai Rokok Naik Bakal Dorong Inflasi

KOTA, JP Radar Kediri – Rokok filter beri andil 0,8 persen pada inflasi di Kota Kediri, April lalu. Kenaikan tarif cukainya sudah berlaku awal 2022. Harga rokok pun ikut naik. “Cukai yang naik berimbas terhadap harga rokok,” terang Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Adi Wijaya kemarin.

Kenaikan cukai ini tidak terasa. Sehingga tidak langsung dilakukan sekali. Akan tetapi kenaikan cukai dilakukan setiap bulannya. Sehingga penikmat rokok tidak menyadari harga semakin mahal. “Ini adalah strategi dari penjualan rokok,” imbuh Adi.

Menurut analisa tim BPS Kota Kediri, kenaikan cukai rokok tidak mempengaruhi produksi. Ini karena cukai rokok dibebankan pada konsumen. Sehingga meski harga mengalami kenaikan, tidak membuat pembelian menurun.

Baca Juga :  Tak Berizin, Diproses secara Hukum

Untuk indeks konsumsi di Kota Kediri, menurut Adi, rokok menjadi nomor dua. Sedangkan nomor satu adalah beras. Beberapa hal perlu diwaspadai pada Mei ini. Cukai rokok diperkirakan menjadi komoditas penyumbang inflasi.

Inneke Rufaidah, pemilik salah satu swalayan di Kota Tahu, mengaku, setiap bulan harga rokok memang naik. “Namun kenaikan ini setiap bulan beda merek yang naik,” terang perempuan 31 tahun ini.

Untuk Mei ini, tepatnya setelah Lebaran harga rokok Surya 12 dijual Rp 20 ribu per pak. Sebelumnya Rp 19 ribu. Khusus rokok tersebut, Inne memasok setiap satu minggu sekali. Karena meningkatnya permintaan, yang semula hanya satu slop kini menjadi lima hingga enam slop. (ara/ndr)

Baca Juga :  Segarnya Minuman Tradisional Rully

 

 

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Rokok filter beri andil 0,8 persen pada inflasi di Kota Kediri, April lalu. Kenaikan tarif cukainya sudah berlaku awal 2022. Harga rokok pun ikut naik. “Cukai yang naik berimbas terhadap harga rokok,” terang Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Adi Wijaya kemarin.

Kenaikan cukai ini tidak terasa. Sehingga tidak langsung dilakukan sekali. Akan tetapi kenaikan cukai dilakukan setiap bulannya. Sehingga penikmat rokok tidak menyadari harga semakin mahal. “Ini adalah strategi dari penjualan rokok,” imbuh Adi.

Menurut analisa tim BPS Kota Kediri, kenaikan cukai rokok tidak mempengaruhi produksi. Ini karena cukai rokok dibebankan pada konsumen. Sehingga meski harga mengalami kenaikan, tidak membuat pembelian menurun.

Baca Juga :  Sabtu Tak Ada KBM, Diisi dengan Ekstrakurikuler

Untuk indeks konsumsi di Kota Kediri, menurut Adi, rokok menjadi nomor dua. Sedangkan nomor satu adalah beras. Beberapa hal perlu diwaspadai pada Mei ini. Cukai rokok diperkirakan menjadi komoditas penyumbang inflasi.

Inneke Rufaidah, pemilik salah satu swalayan di Kota Tahu, mengaku, setiap bulan harga rokok memang naik. “Namun kenaikan ini setiap bulan beda merek yang naik,” terang perempuan 31 tahun ini.

Untuk Mei ini, tepatnya setelah Lebaran harga rokok Surya 12 dijual Rp 20 ribu per pak. Sebelumnya Rp 19 ribu. Khusus rokok tersebut, Inne memasok setiap satu minggu sekali. Karena meningkatnya permintaan, yang semula hanya satu slop kini menjadi lima hingga enam slop. (ara/ndr)

Baca Juga :  Pengguna Vapor Tanggapi Penerapan Pajak untuk Likuid Vape

 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/