24.4 C
Kediri
Saturday, August 13, 2022

Harga Cabai dan Bawang Merah Fluktuatif 

- Advertisement -

GROGOL, JP Radar Kediri– Harga cabai dan bawang merah di Pasar Gringging, Desa/Kecamatan Grogol mulai turun. Ini seiring dengan berakhirnya hari raya Idul Adha 1443 Hijriah. Meski begitu, harga dua komoditas tersebut masih belum stabil. Kondisi ini memengaruhi omzet penjualan pedagang.

Pantauan siang kemarin (15/7), harga cabai merah di Pasar Gringging berada kisaran Rp 65 ribu–Rp 80 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut turun dibandingkan sebelum hari raya kurban. Kala itu mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

“Hari ini (kemarin) Rp 65 ribu per kilo (kg). Sebelumnya, ketika Idul Adha harganya mencapai Rp 100 ribu per kilo. “Sebelum Idul Adha harganya sampai Rp 100 ribu. Setelah itu sudah turun,” tutur Katini, 47, pedagang cabai rawit di Pasar Gringging, Grogol.

Baca Juga :  Bupati Novi Pimpin Ritual Boyongan

Sementara harga bawang merah, menurut dia, berkisar Rp 50 ribu– Rp 60 ribu per kg. Sebelum Idul Adha, harga bawang merah masih Rp 60 ribu sampai– Rp 70 ribu per kg. “Saya jualnya ya seharga Rp 60 ribu per kilo. Untuk komoditas lain seperti bawang putih masih stabil Rp 18 ribu per kilo,” katanya.

Pedagang lain bernama Sih ,45, mengaku, menjual cabainya Rp 70 ribu per kg. Sebelumnya ia pasarkan seharga Rp 90 ribu per kilogram. “Harganya turun naik. Kembali stabilnya kapan, saya belum tahu,” ujar Sih seraya menyatakan, menjual bawang merah Rp 55 ribu per kg.

- Advertisement -

Di pasar yang sama, Tri, 54, pedagang di sebelah lapak Katini, mengatakan, menjual cabai rawit Rp 90 ribu per kg sebelum Idul Adha. Setelahnya, ia sempat menjual Rp 80 ribu per kg. Namun, hal ini dirasa masih mahal. “Belum stabil. Ini masih mahal,” urainya saat ditemui di kiosnya.

Baca Juga :  Mbok Ndewor Kejeglong BOL

Fluktuasi harga ditengarai karena produksi pertanian komoditas itu tak menentu. Lahan pertanian banyak terkena hama. Tri mengatakan, para pedagang berharap harga cabai dan bawang merah kembali stabil. Sehingga pedagang dan petani sama-sama tidak merugi. “Petani tidak merugi, pedagang juga enak,” imbuhnya. (c1/ndr)

- Advertisement -

GROGOL, JP Radar Kediri– Harga cabai dan bawang merah di Pasar Gringging, Desa/Kecamatan Grogol mulai turun. Ini seiring dengan berakhirnya hari raya Idul Adha 1443 Hijriah. Meski begitu, harga dua komoditas tersebut masih belum stabil. Kondisi ini memengaruhi omzet penjualan pedagang.

Pantauan siang kemarin (15/7), harga cabai merah di Pasar Gringging berada kisaran Rp 65 ribu–Rp 80 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut turun dibandingkan sebelum hari raya kurban. Kala itu mencapai Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram.

“Hari ini (kemarin) Rp 65 ribu per kilo (kg). Sebelumnya, ketika Idul Adha harganya mencapai Rp 100 ribu per kilo. “Sebelum Idul Adha harganya sampai Rp 100 ribu. Setelah itu sudah turun,” tutur Katini, 47, pedagang cabai rawit di Pasar Gringging, Grogol.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem di Kediri: Tanam 2 Kali, Petani Merugi

Sementara harga bawang merah, menurut dia, berkisar Rp 50 ribu– Rp 60 ribu per kg. Sebelum Idul Adha, harga bawang merah masih Rp 60 ribu sampai– Rp 70 ribu per kg. “Saya jualnya ya seharga Rp 60 ribu per kilo. Untuk komoditas lain seperti bawang putih masih stabil Rp 18 ribu per kilo,” katanya.

Pedagang lain bernama Sih ,45, mengaku, menjual cabainya Rp 70 ribu per kg. Sebelumnya ia pasarkan seharga Rp 90 ribu per kilogram. “Harganya turun naik. Kembali stabilnya kapan, saya belum tahu,” ujar Sih seraya menyatakan, menjual bawang merah Rp 55 ribu per kg.

Di pasar yang sama, Tri, 54, pedagang di sebelah lapak Katini, mengatakan, menjual cabai rawit Rp 90 ribu per kg sebelum Idul Adha. Setelahnya, ia sempat menjual Rp 80 ribu per kg. Namun, hal ini dirasa masih mahal. “Belum stabil. Ini masih mahal,” urainya saat ditemui di kiosnya.

Baca Juga :  Mbok Ndewor Kejeglong BOL

Fluktuasi harga ditengarai karena produksi pertanian komoditas itu tak menentu. Lahan pertanian banyak terkena hama. Tri mengatakan, para pedagang berharap harga cabai dan bawang merah kembali stabil. Sehingga pedagang dan petani sama-sama tidak merugi. “Petani tidak merugi, pedagang juga enak,” imbuhnya. (c1/ndr)

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/