22.8 C
Kediri
Wednesday, June 29, 2022

Kini Lebih Nyaman, Tak Kumuh Lagi

Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri yang telah direvitalisasi diharapkan mampu menjadi magnet bagi pembeli. Menjadi daya tarik masyarakat datang ke pasar tradisional. Menghilangkan kesan kumuh dan meningkatkan perekonomian pedagang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan bahwa revitalisasi ini sangat penting. Yakni untuk menjadikan lokasi pasar yang semakin mudah diakses dengan kenyamanan bagi masyarakat yang datang. Rata-rata pasar yang direvitalisasi itu sudah tak layak dan kondisinya kumuh.

“Ada yang sering tergenang ketika hujan. Ada juga yang atapnya sudah bocor. Bahkan cukup membahayakan bagi pedagang jika tidak segera diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Tutik, ke depan pemikiran pasar tradisional yang kumuh diharapkan bisa tidak ada lagi. Itu sesuai dengan tujuan pemerintah Kabupaten Kediri. Sejauh ini pemerintah ingin menciptakan pandangan bahwa pasar tradisional di Kabupaten Kediri yang tidak nyaman ini bisa dihilangkan.

Baca Juga :  Curah Hujan Pengaruhi Harga Ikan di Kediri

“Dengan adanya revitalisasi ini juga diharapkan roda perekonomian di masyarakat  utamanya pedagang menengah ke bawah bisa semakin baik,” tambah Tutik.

Tahun ini ada dua pasar yang sedang direvitalisasi. Yakni Pasar Gringging di Kecamatan Grogol dan Pasar Kras. Sebenarnya ada tiga pasar lain yang juga tengah menjalani hal yang sama. Yaitu Pasar Wates, Pasar Gurah, dan Pasar Ngadiluwih. Sayang, karena ada refocusing anggaran akibat Covid-19 maka pembangunannya direncanakan baru berlangsung tahun depan.

Untuk Pasar Gurah misalnya, Tutik menilai kondisinya sudah tidak layak. Baik kondisi atap, lantai, dan saluran drainase apabila musim penghujan kerap terjadi genangan. Genangan di Pasar Gurah itu bahkan bisa meluap hingga lantai di lapak pedagang. Tentu saja hal itu membuat kondisi pasar semakin kumuh. Memengaruhi keamanan dan kenyamanan konsumen yang datang.

Baca Juga :  Ada Kamuncak di Samping Musala

Tak hanya itu, fasilitas umum yang lain seperti tempat pembuangan sampah sementara juga tidak memenuhi standar yang berlaku. Sehinga, Tutik menyebut, revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Dokter Wahidin, Gurah ini sudah menjadi kebutuhan pembangunan yang mendesak.

Sri Wahyuni, salah seorang pembeli di Pasar Bendo mengaku bahwa kini dia semakin nyaman saat berbelanja pada pasar yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Pare tersebut. Menurutnya kondisi pasar semakin bersih. “Semakin nyaman karena lebih tertata dan bersih,” ungkapnya. (din/fud)

 

- Advertisement -

Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kediri yang telah direvitalisasi diharapkan mampu menjadi magnet bagi pembeli. Menjadi daya tarik masyarakat datang ke pasar tradisional. Menghilangkan kesan kumuh dan meningkatkan perekonomian pedagang.

Plt Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan bahwa revitalisasi ini sangat penting. Yakni untuk menjadikan lokasi pasar yang semakin mudah diakses dengan kenyamanan bagi masyarakat yang datang. Rata-rata pasar yang direvitalisasi itu sudah tak layak dan kondisinya kumuh.

“Ada yang sering tergenang ketika hujan. Ada juga yang atapnya sudah bocor. Bahkan cukup membahayakan bagi pedagang jika tidak segera diperbaiki,” ungkapnya.

Menurut Tutik, ke depan pemikiran pasar tradisional yang kumuh diharapkan bisa tidak ada lagi. Itu sesuai dengan tujuan pemerintah Kabupaten Kediri. Sejauh ini pemerintah ingin menciptakan pandangan bahwa pasar tradisional di Kabupaten Kediri yang tidak nyaman ini bisa dihilangkan.

Baca Juga :  Peternak Beberkan Harga Satu Kotak Lanceng Rp 100 Ribu

“Dengan adanya revitalisasi ini juga diharapkan roda perekonomian di masyarakat  utamanya pedagang menengah ke bawah bisa semakin baik,” tambah Tutik.

Tahun ini ada dua pasar yang sedang direvitalisasi. Yakni Pasar Gringging di Kecamatan Grogol dan Pasar Kras. Sebenarnya ada tiga pasar lain yang juga tengah menjalani hal yang sama. Yaitu Pasar Wates, Pasar Gurah, dan Pasar Ngadiluwih. Sayang, karena ada refocusing anggaran akibat Covid-19 maka pembangunannya direncanakan baru berlangsung tahun depan.

Untuk Pasar Gurah misalnya, Tutik menilai kondisinya sudah tidak layak. Baik kondisi atap, lantai, dan saluran drainase apabila musim penghujan kerap terjadi genangan. Genangan di Pasar Gurah itu bahkan bisa meluap hingga lantai di lapak pedagang. Tentu saja hal itu membuat kondisi pasar semakin kumuh. Memengaruhi keamanan dan kenyamanan konsumen yang datang.

Baca Juga :  Kelengkeng Itoh

Tak hanya itu, fasilitas umum yang lain seperti tempat pembuangan sampah sementara juga tidak memenuhi standar yang berlaku. Sehinga, Tutik menyebut, revitalisasi pasar yang terletak di Jalan Dokter Wahidin, Gurah ini sudah menjadi kebutuhan pembangunan yang mendesak.

Sri Wahyuni, salah seorang pembeli di Pasar Bendo mengaku bahwa kini dia semakin nyaman saat berbelanja pada pasar yang terletak di Jalan Soekarno-Hatta Pare tersebut. Menurutnya kondisi pasar semakin bersih. “Semakin nyaman karena lebih tertata dan bersih,” ungkapnya. (din/fud)

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/