22.7 C
Kediri
Monday, August 8, 2022

Ikan Segar di Pasar Kediri Langka, yang Pindang Mahal

KOTA, JP Radar Kediri – Stok ikan laut di beberapa pasar mulai langka. Terutama ikan-ikan yang masih segar. Sedangkan ikan pindang-yang sudah diawetkan dengan pengasinan-harganya terus naik.

Penyebab kondisi itu adalah curah hujan. Sejak satu bulan terakhir hujan yang turun sangat deras. Termasuk di sentra-sentra nelayan seperti Tulungagung. Hal itu membuat para nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

“Semenjak curah hujan tinggi, harga ikan mulai naik,” terang Rian Hidayat, salah seorang pedagang ikan pindang di Pasar Selowarih, Kecamatan Kota Kediri.

Kepada wartawan koran ini, laki-laki berusia 51 tahun ini mengatakan kenaikan ikan pindang berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 7.000 per wadah. Wadah untuk jenis ikan pindang ini berupa keranjang kecil berukuran 20 x 5 cm. 

Untuk harganya, bergantung jenis ikan dan ukurannya. Jenis ikan pindang juwi misalnya. Semula harga ikan pindang jenis ini dijual dengan harga Rp 6 ribu tapi kini menjadi Rp 7 ribu.

Baca Juga :  Stok Melimpah, Petani Cabai Kabupaten Kediri Pasok Cabai ke Luar Kota

“Yang paling mahal ikan pindang salmon,” imbuh Hidayat.

Di lapak Hidayat, pindang salmon dijual Rp 17 ribu per wadah. Naik drastis dibanding sebelum ada kelangkaan ikan. Saat belum langka harga ikan jenis ini hanya Rp 10 ribu per wadah.

Hidayat mengatakan, selain ada kenaikan harga beberapa jenis ikan yang lain juga mengalami kelangkaan. Stok di pedagang tak ada. Di antara jenis ikan pindang yang langka adalah tongkol dan tuna. 

“(Stoknya) habis ini, untuk yang tongkol. Karena nelayan kesulitan dapat ikan,” ungkap Hidayat.

Selama ini suplai ikan bagi para pedagang di Pasar selowarih datang dari laut selatan. Disuplai dari nelayan di wilayah Tulungagung. 

Baca Juga :  Ketika Warga Kota Tetap Bergairah Datangi Perpustakaan

Bila keadaan normal, dia bisa menghabiskan ikan pindang  hingga 50 wadah. Apalagi menjelang Lebaran, Hidayat mengaku bisa mendatangkan hingga dua kali. 

Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini habis 36 wadah per hari saja sudah bagus. Terkadang, dalam satu hari dia masih menyisakan empat atau lima wadah.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Tanto, 38, pedagang pindang di Pasar Setonobetek, Kecamatan Kota Kediri. “Ini hanya ada berapa jenis saja, ikan tongkol yang banyak dicari sedang kosong,” ungkap Tanto.

Masih kata Tanto, selain ikan pindang, ikan laut segar juga mengalami kenaikan harga. Karena barang saat ini sama-sama kosong. Meski barang ada, namun cepat laku. (ara/fud)

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Stok ikan laut di beberapa pasar mulai langka. Terutama ikan-ikan yang masih segar. Sedangkan ikan pindang-yang sudah diawetkan dengan pengasinan-harganya terus naik.

Penyebab kondisi itu adalah curah hujan. Sejak satu bulan terakhir hujan yang turun sangat deras. Termasuk di sentra-sentra nelayan seperti Tulungagung. Hal itu membuat para nelayan kesulitan mendapatkan ikan.

“Semenjak curah hujan tinggi, harga ikan mulai naik,” terang Rian Hidayat, salah seorang pedagang ikan pindang di Pasar Selowarih, Kecamatan Kota Kediri.

Kepada wartawan koran ini, laki-laki berusia 51 tahun ini mengatakan kenaikan ikan pindang berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 7.000 per wadah. Wadah untuk jenis ikan pindang ini berupa keranjang kecil berukuran 20 x 5 cm. 

Untuk harganya, bergantung jenis ikan dan ukurannya. Jenis ikan pindang juwi misalnya. Semula harga ikan pindang jenis ini dijual dengan harga Rp 6 ribu tapi kini menjadi Rp 7 ribu.

Baca Juga :  Musim Kemarau, Petani Jagung Gagal Panen

“Yang paling mahal ikan pindang salmon,” imbuh Hidayat.

Di lapak Hidayat, pindang salmon dijual Rp 17 ribu per wadah. Naik drastis dibanding sebelum ada kelangkaan ikan. Saat belum langka harga ikan jenis ini hanya Rp 10 ribu per wadah.

Hidayat mengatakan, selain ada kenaikan harga beberapa jenis ikan yang lain juga mengalami kelangkaan. Stok di pedagang tak ada. Di antara jenis ikan pindang yang langka adalah tongkol dan tuna. 

“(Stoknya) habis ini, untuk yang tongkol. Karena nelayan kesulitan dapat ikan,” ungkap Hidayat.

Selama ini suplai ikan bagi para pedagang di Pasar selowarih datang dari laut selatan. Disuplai dari nelayan di wilayah Tulungagung. 

Baca Juga :  Avanza Remuk Disantap Truk PMK di Per-4-an Bogokidul, Plemahan

Bila keadaan normal, dia bisa menghabiskan ikan pindang  hingga 50 wadah. Apalagi menjelang Lebaran, Hidayat mengaku bisa mendatangkan hingga dua kali. 

Namun, dalam kondisi seperti sekarang ini habis 36 wadah per hari saja sudah bagus. Terkadang, dalam satu hari dia masih menyisakan empat atau lima wadah.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Tanto, 38, pedagang pindang di Pasar Setonobetek, Kecamatan Kota Kediri. “Ini hanya ada berapa jenis saja, ikan tongkol yang banyak dicari sedang kosong,” ungkap Tanto.

Masih kata Tanto, selain ikan pindang, ikan laut segar juga mengalami kenaikan harga. Karena barang saat ini sama-sama kosong. Meski barang ada, namun cepat laku. (ara/fud)

Artikel Terkait

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Mulai Data Tanah Tol Agustus


Artikel Terbaru

/