24.2 C
Kediri
Friday, July 1, 2022

Si Hitam yang Bikin Nagih

Kuliner kali ini adalah rujak ulek. Ya, kudapan satu ini memang tidak asing di lidah orang Indonesia apalagi Jawa Timur. Menu yang menyajikan perpaduan sayuran, buah, hingga tahu, tempe dan cingur ini sekilas memang mirip dengan gado-gado karena sama-sama menggunakan bumbu kacang untuk topingnya, namun yang membedakan antar kedua menu ini adalah penggunaan petis pada rujak ulek.

Di Kediri sendiri tidak sulit untuk menjumpai pedagang rujak uleg yang tersebar dimana-mana dengan variasi mereka masing-masing. Yuk intip beberapa rujak yang ada di Kediri ini.

 

Rujak Jalan Dhoho

Saat menyusuri Jalan Dhoho, dengan mudahknya kita jumpai pedagang rujak cingur yang membuka lapaknya di salah satu swalayan yang terletak di Jalan Dhoho. Lebih tepatnya di depannya sebuah supermarket. Ya, rujak uleg ini dibuka oleh Siti Aisah dengan khas petis Maduranya yang berwarna coklat kemerahan. Rujak ini dapat dinikmati sejak pukul 11 pagi seharga Rp 12 ribu per porsi. Dan uniknya, rujak ini bisa dinikmati di pincuk daun pisang sebagai alas untuk menyantapnya

Baca Juga :  Pengendalian Hama Tikus dengan Burung Hantu

 

1.     Rujak Mbok Bo

Kalau yang satu ini terletak di Jalan Joyoboyo Kota Kediri, Rujak Mbok Bo. Bahkan, sudah jadi legendnya di Kediri karena sudah ada sejak 1955. Ya, rujak satu ini sudah dikelola oleh generasi kedua yaitu Suyitno. Khas pada rujak ini adalah kesegaran rasa bengkoang dan timunnya, sehingga rujak ini terkesan berair karena terdapat air dari sayur dan buah-buahan yang disuguhkan. Untuk satu porsi rujak ini dihargai Rp 13 ribu.

 

2.     Rujak Mbok Mah

Rujak ini bisa dikenal dengan nama rujak Mbok Mah, namun tidak jarang pelangan menyebutnya dengan sebutan Rujak Jiwasraya. Pasalnya, warung rujak ini terletak tepat di sebelah utara Kantor Jiwasraya Kota Kediri. Rujak inui sudah ada sejak 1987, dan saat ini dilanjutkan generasi kedua Mbok Mah yaitu Sukarmi. Rujak ini memiliki ciri khas pada warna toping kacangnya yang cenderung berwarna hitam karena berasal dari petisnya yang berwarna hitam, serta tambahan kerupuk saat rujak sudah disajikan. Satu porsi rujak ini bisa dinikmati dengan harga Rp 12 ribu.

Baca Juga :  Gelar Layar Tancap, Santri Diminta Tobat

 

- Advertisement -

Kuliner kali ini adalah rujak ulek. Ya, kudapan satu ini memang tidak asing di lidah orang Indonesia apalagi Jawa Timur. Menu yang menyajikan perpaduan sayuran, buah, hingga tahu, tempe dan cingur ini sekilas memang mirip dengan gado-gado karena sama-sama menggunakan bumbu kacang untuk topingnya, namun yang membedakan antar kedua menu ini adalah penggunaan petis pada rujak ulek.

Di Kediri sendiri tidak sulit untuk menjumpai pedagang rujak uleg yang tersebar dimana-mana dengan variasi mereka masing-masing. Yuk intip beberapa rujak yang ada di Kediri ini.

 

Rujak Jalan Dhoho

Saat menyusuri Jalan Dhoho, dengan mudahknya kita jumpai pedagang rujak cingur yang membuka lapaknya di salah satu swalayan yang terletak di Jalan Dhoho. Lebih tepatnya di depannya sebuah supermarket. Ya, rujak uleg ini dibuka oleh Siti Aisah dengan khas petis Maduranya yang berwarna coklat kemerahan. Rujak ini dapat dinikmati sejak pukul 11 pagi seharga Rp 12 ribu per porsi. Dan uniknya, rujak ini bisa dinikmati di pincuk daun pisang sebagai alas untuk menyantapnya

Baca Juga :  Kunjungi Taman Tak Perlu Lagi Memakai Masker

 

1.     Rujak Mbok Bo

Kalau yang satu ini terletak di Jalan Joyoboyo Kota Kediri, Rujak Mbok Bo. Bahkan, sudah jadi legendnya di Kediri karena sudah ada sejak 1955. Ya, rujak satu ini sudah dikelola oleh generasi kedua yaitu Suyitno. Khas pada rujak ini adalah kesegaran rasa bengkoang dan timunnya, sehingga rujak ini terkesan berair karena terdapat air dari sayur dan buah-buahan yang disuguhkan. Untuk satu porsi rujak ini dihargai Rp 13 ribu.

 

2.     Rujak Mbok Mah

Rujak ini bisa dikenal dengan nama rujak Mbok Mah, namun tidak jarang pelangan menyebutnya dengan sebutan Rujak Jiwasraya. Pasalnya, warung rujak ini terletak tepat di sebelah utara Kantor Jiwasraya Kota Kediri. Rujak inui sudah ada sejak 1987, dan saat ini dilanjutkan generasi kedua Mbok Mah yaitu Sukarmi. Rujak ini memiliki ciri khas pada warna toping kacangnya yang cenderung berwarna hitam karena berasal dari petisnya yang berwarna hitam, serta tambahan kerupuk saat rujak sudah disajikan. Satu porsi rujak ini bisa dinikmati dengan harga Rp 12 ribu.

Baca Juga :  Pengunjung Sepi, Penjualan Turun

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/