25 C
Kediri
Saturday, October 1, 2022

Dengar Kabar Retribusi Naik, Pedagang Pasar Pahing Resah

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kabar kenaikan retribusi pasar yang berembus kencang selama beberapa hari terakhir membuat para pedagang Pasar Pahing resah. Perwakilan pedagang pun mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo di Jl Brigjen Pol Imam Bahri untuk menanyakannya. Mereka meminta agar retribusi tidak dinaikkan dalam waktu dekat karena omzet pedagang sedang jeblok alias dagangan sepi pembeli.

Seperti dikatakan oleh Diyah Suryani. Pedagang kelontong di Pasar Pahing ini menyebut pendapatannya menurun sejak harga BBM naik. “Tidak tahu kenapa pasar sepi. Apa karena kenaikan harga BBM atau karena warga takut harga pangan naik semua,” katanya.

Karenanya, begitu para pedagang mendengar kabar tentang rencana kenaikan harga BBM, mereka langsung resah. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, otomatis beban pedagang akan semakin berat. Sebab, pengunjung pasar selama beberapa hari terakhir semakin sepi.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pasar Setonobetek Iskandar Viktor Tampubolon yang juga mengoordinasi para pedagang pasar di Kota Kediri mengaku belum mendengar kabar kenaikan retribusi. Meski demikian dia berharap rencana tersebut dikomunikasikan lebih dulu dengan para pedagang. “PD Pasar juga harus melihat kondisi pedagang di pasar,” tegasnya.

Baca Juga :  Harga Bawang-Kentang di Kediri Naik, Cabai Turun

Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Ihwan Yusuf memastikan, rencana kenaikan tarif retribusi ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. “Masih akan kami komunikasikan dahulu. Yang jelas tidak akan dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

- Advertisement -

Diakui Ihwan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jadi salah satu pertimbangan dalam menaikkan retribusi pasar. Sebab, kenaikan BBM berpotensi menyebabkan kenaikan harga komoditas lain. Karenanya, PD Pasar juga tengah mengukur kemampuan pedagang.

Tidak hanya itu, daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi setelah kenaikan BBM juga masuk dalam perhitungan. “Tentunya keberpihakan tetap kepada pedagang,” tandasnya sembari menyebut tarif retribusi yang diberlakukan sekarang masih sama dengan sebelumnya.

Baca Juga :  Persik Kediri Berburu Asa di Kalimantan

Sesuai rencana, kenaikan tarif retribusi memang akan dilakukan bervariasi. Tergantung lokasi dan fasilitas yang ditempati pedagang. Meski demikian, hal itu belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

PD Pasar, beber Ihwan, akan terus memantau perkembangan harga dalam dua minggu ke depan. Menurut pantauannya, lonjakan harga baru akan terjadi beberapa minggu ke depan. “Sekarang pedagang masih menghabiskan stok lama, penyesuaian harga belum terlalu besar,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi mengatakan, gejolak terkait rencana kenaikan retribusi pasar ini jadi perhatian komisinya. Bulan depan dia mengagendakan hearing atau rapat dengar pendapat dengan pedagang dan PD Pasar. “Ya intinya kalau kami tidak akan menaikkan retribusi karena saat ini masih dalam masa pemulihan terlebih dampak kenaikan BBM juga,” tegas politisi dari Gerindra itu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kabar kenaikan retribusi pasar yang berembus kencang selama beberapa hari terakhir membuat para pedagang Pasar Pahing resah. Perwakilan pedagang pun mendatangi kantor Perumda Pasar Joyoboyo di Jl Brigjen Pol Imam Bahri untuk menanyakannya. Mereka meminta agar retribusi tidak dinaikkan dalam waktu dekat karena omzet pedagang sedang jeblok alias dagangan sepi pembeli.

Seperti dikatakan oleh Diyah Suryani. Pedagang kelontong di Pasar Pahing ini menyebut pendapatannya menurun sejak harga BBM naik. “Tidak tahu kenapa pasar sepi. Apa karena kenaikan harga BBM atau karena warga takut harga pangan naik semua,” katanya.

Karenanya, begitu para pedagang mendengar kabar tentang rencana kenaikan harga BBM, mereka langsung resah. Jika hal tersebut benar-benar terjadi, otomatis beban pedagang akan semakin berat. Sebab, pengunjung pasar selama beberapa hari terakhir semakin sepi.

Terpisah, Ketua Paguyuban Pasar Setonobetek Iskandar Viktor Tampubolon yang juga mengoordinasi para pedagang pasar di Kota Kediri mengaku belum mendengar kabar kenaikan retribusi. Meski demikian dia berharap rencana tersebut dikomunikasikan lebih dulu dengan para pedagang. “PD Pasar juga harus melihat kondisi pedagang di pasar,” tegasnya.

Baca Juga :  Tak Sehat, Jemaah Haji Sakit Dirawat di KKIH Arab Saudi

Terpisah, Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Ihwan Yusuf memastikan, rencana kenaikan tarif retribusi ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. “Masih akan kami komunikasikan dahulu. Yang jelas tidak akan dilakukan dalam waktu dekat,” katanya.

Diakui Ihwan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jadi salah satu pertimbangan dalam menaikkan retribusi pasar. Sebab, kenaikan BBM berpotensi menyebabkan kenaikan harga komoditas lain. Karenanya, PD Pasar juga tengah mengukur kemampuan pedagang.

Tidak hanya itu, daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi setelah kenaikan BBM juga masuk dalam perhitungan. “Tentunya keberpihakan tetap kepada pedagang,” tandasnya sembari menyebut tarif retribusi yang diberlakukan sekarang masih sama dengan sebelumnya.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah Terkerek Naik

Sesuai rencana, kenaikan tarif retribusi memang akan dilakukan bervariasi. Tergantung lokasi dan fasilitas yang ditempati pedagang. Meski demikian, hal itu belum akan diterapkan dalam waktu dekat.

PD Pasar, beber Ihwan, akan terus memantau perkembangan harga dalam dua minggu ke depan. Menurut pantauannya, lonjakan harga baru akan terjadi beberapa minggu ke depan. “Sekarang pedagang masih menghabiskan stok lama, penyesuaian harga belum terlalu besar,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri Erita Dewi mengatakan, gejolak terkait rencana kenaikan retribusi pasar ini jadi perhatian komisinya. Bulan depan dia mengagendakan hearing atau rapat dengar pendapat dengan pedagang dan PD Pasar. “Ya intinya kalau kami tidak akan menaikkan retribusi karena saat ini masih dalam masa pemulihan terlebih dampak kenaikan BBM juga,” tegas politisi dari Gerindra itu.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Petani Lereng Wilis Panen Tembakau

Cuaca Tidak Menentu, Stok Jagung Menurun

Jangan Memupuk Mental Pengemis

Most Read

Ampas Kopi Itu Bisa Jadi Uang

Megengan Pandemi

Tiga Makam di Puncak Bukit Maskumambang


Artikel Terbaru

/