Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hasil Kajian Tim Ahli, Separo Struktur Jembatan Lama Kediri Dinyatakan Sudah Keropos

Ayu Ismawati • Selasa, 24 Maret 2026 | 14:00 WIB

 

TUA: Dua pengendara sepeda melintas di Jembatan Lama. Kondisi jembatan peninggalan kolonial tersebut sudah mengkhawatirkan. Strukturnya banyak yang keropos.
TUA: Dua pengendara sepeda melintas di Jembatan Lama. Kondisi jembatan peninggalan kolonial tersebut sudah mengkhawatirkan. Strukturnya banyak yang keropos.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jembatan Lama yang tahun ini berusia 157 tahun butuh perhatian khusus. Pasalnya, berdasarkan uji kekuataan struktur jembatan oleh tim ahli, bangunan cagar budaya itu dinyatakan keropos di beberapa titik.

Hasil pengujian tersebut sekaligus jadi temuan baru yang mengungkap kondisi jembatan besi pertama di Indonesia itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri Endang Kartika Sari melalui Ahli Muda Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Sunarto mengatakan, kajian oleh tim akademisi Universitas Brawijaya yang dilakukan pada November 2025 lalu sudah dapat disimpulkan.

Hasilnya, beberapa sisi jembatan dinyatakan keropos. Kerusakan paling parah ditemukan di separo bagian jembatan di sisi barat. 

“Kerusakan paling parah ada di sisi barat, di dua bagian ini (bentang jembatan di antara kaki-kaki jembatan, Red),” ungkap Sunarto ditemui Jawa Pos Radar Kediri di Jembatan Lama.

Kondisi struktur yang keropos, menurut Sunarto karena arus sungai yang cenderung mengarah ke barat. Sehingga, struktur jembatan pun terdampak arus sungai yang deras.

Termasuk sampah-sampah yang sering terbawa air dan tersangkut di kaki jembatan sisi barat. 

Temuan kerusakan itu membuat sebagian struktur jembatan dinyatakan sebagai zona merah.

“Kalau dari tengah ke timur masih dinyatakan aman,” sambungnya sembari menyebut sisi itu masih dinyatakan sebagai zona kuning dan hijau. 

Lebih jauh Sunarto menjelaskan, kerusakan di antaranya meliputi pengeroposan pada besi struktur jembatan. Seluruh fondasi dan struktur jembatan yang dibangun sejak era kolonialisme Belanda itu semuanya tersusun dari besi.

Hal tersebut sekaligus menjadikannya sebagai jembatan dengan struktur besi tertua di Indonesia. Yakni mulai dioperasikan pada 1869 silam. 

“Juga ada kerusakan-kerusakan penyangga di bawahnya. Memang karena dilalui air terus menerus, akhirnya kerusakan paling parah terjadi di sisi barat,” bebernya. 

Dengan temuan tersebut, diakui Sunarto jika Jembatan Lama perlu direhabilitasi. Namun, untuk memperbaiki bangunan berstatus cagar budaya, pihaknya harus berkoordinasi dengan balai pengelola cagar budaya atau Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK).

“Jadi tidak bisa serta merta kami mengganti. Tapi kami harus koordinasi dulu dengan badan yang menangani cagar budaya itu,” kata Sunarto.

Demi keamanan masyarakat, pemkot membatasi lalu lintas di Jembatan Lama. Hanya pejalan kaki dan pesepeda saja yang boleh melintas di sana.

Adapun untuk kendaraan bermotor sudah dilarang melintas di sana. Dinas PUPR juga memasang portal untuk menghalau kendaraan bermotor yang nekat melintas.

“Setidaknya dengan diberi portal ini, kami juga sudah mengurangi risiko kebakaran. Kalau dibuka seperti dulu, sering terjadi kebakaran,” tandasnya.

Sementara itu, untuk memaksimalkan fungsi jembatan, dinas PUPR mengambil opsi memaksimalkan perawatan jembatan dengan pemeliharaan rutin. Di antaranya dengan melakukan perbaikan pada aspal atau kayu pedestrian jembatan yang kerap rusak. 

“Untuk sementara ini kami pekerjaan rutin saja. Kami perbaiki lubang di aspal dan mengganti penyangga aspal, sama kayu trotoar yang keropos kami ganti. Sementara yang bisa kami perbaiki seperti itu,” jelas Sunarto tentang perawatan pada pertengahan Februari lalu. 

Editor : Mahfud
#jembatan lama kediri #jembatan lama #BPK #rehabilitasi #cagar budaya #dinas pupr