JP Radar Kediri- Memasuki hari kedua Idul Fitri, arus lalu lintas di Kota Kediri mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Kepadatan kendaraan terpantau di sejumlah ruas jalan, terutama pada jalur yang mengarah ke Tulungagung.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kepadatan volume kendaraan mulai terlihat sejak Minggu pagi (22/3). Di antaranya di Simpang Empat Alun-Alun Kota Kediri, Simpang Tiga Jetis, Simpang Empat Mrican, hingga Simpang Empat Semampir.
Staf Area Traffic Control System (ATCS) Dinas Perhubungan Kota Kediri, Dicky Juniar Rachmanto, mengatakan lonjakan volume kendaraan didominasi arus keluar kota. Utamanya menuju wilayah Tulungagung. Peningkatan volume kendaraan bahkan diperkirakan mencapai 300 hingga 400 persen dibandingkan hari normal.
“Kepadatan mulai terlihat, khususnya di dalam kota pada jalur menuju Tulungagung. Untuk ruas lain masih relatif aman,” ujarnya.
Sejumlah simpang yang menjadi titik kepadatan di antaranya Simpang Mrican dan Simpang Semampir sebagai pintu masuk kota. Kemudian berlanjut ke Simpang Iskandar Muda, Simpang Kawi, hingga Simpang Veteran, Lirboyo dan Muning.
Selain itu, kawasan Simpang Jetis dan Alun-Alun Kota Kediri juga terpantau mengalami peningkatan arus kendaraan.
Dicky menjelaskan, kepadatan tidak terjadi di seluruh arah simpang, melainkan hanya pada jalur tertentu yang mengarah ke Tulungagung, baik melalui Mojo maupun Ngadiluwih. Sementara arah lainnya cenderung masih lengang.
“Tidak semua arah padat, hanya yang menuju Tulungagung saja. Arah lainnya relatif sepi,” jelas Dicky.
Untuk mengurai kepadatan, petugas ATCS melakukan pengaturan waktu lampu lalu lintas secara situasional. Yaitu dengan memprioritaskan penambahan durasi lampu hijau pada jalur yang mengalami lonjakan kendaraan.
“Kami sesuaikan durasi lampu lalu lintas di lapangan, terutama pada kaki simpang yang padat agar arus tetap bergerak,” pungkasnya.(*)
Editor : Mahfud