Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puncak Arus Mudik Mulai Rabu, Ini Titik Kepadatan Yang Wajib Kamu Ketahui!

Hilda Nurmala Risani • Rabu, 18 Maret 2026 | 23:55 WIB

PADAT MERAYAP : Suasana kepadatan lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk kemarin.
PADAT MERAYAP : Suasana kepadatan lalu lintas di Jalan Hayam Wuruk kemarin.

Volume Kendaraan yang Melintas Naik Sampai 70 Persen//

Urai Kemacetan, Dishub Perpanjang Durasi Lampu Hijau//

KEDIRI, JP Radar Kediri–Dua hari jelang Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas kendaraan di Kota Kediri makin padat. Pada jam-jam tertentu kemacetan juga tak terhindarkan. Hal tersebut tak lepas dari gelombang kedatangan para pemudik yang membuat volume kendaraan meningkat hingga 70 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, kendaraan yang memadati jalan protokol di Kota Kediri mayoritas adalah kendaraan luar kota. “Berdasar pemantauan ATCS (area traffic control system) memang sudah ada kepadatan sejak Sabtu (14/3). Hari ini (18/3) diprediksi jadi puncak kepadatan,” ujar lelaki yang akrab disapa Cholis itu.

Sesuai rekaman ATCS, kepadatan lalu lintas di Kota Kediri terjadi mulai dari Jalan Ahmad Yani. Demikian pula di Jl PK Bangsa, Jl Hayam Wuruk, hingga Jl Brawijaya.

Baca Juga: H-3 Lebaran Lalu Lintas Mulai Kediri Tersendat, Volume Kendaraan Naik 60 Persen

Di sisi utara, kepadatan juga terlihat di Jl Pemuda. Jl Hasanudin, hingga Jl Imam Bonjol. Sebaliknya, Jl Dhoho yang dalam beberapa hari terakhir terlihat padat, kemarin justru lancar. “Lalu lintas sudah kami atur lewat ATCS. Meski sudah diatur, terkadang tetap timbul kemacetan karena volume kendaraan meningkat,” lanjutnya.

Jika sebelumnya peningkatan kendaraan sekitar 50-60 persen, menurut Cholis pada H-2 lebaran kemarin volume kendaraan yang melintas meningkat hingga 70 persen. Untuk memastikan arus tetap lancar, dinas perhubungan memutuskan untuk memperpanjang waktu lampu hijau di beberapa traffic light.

Hal tersebut diberlakukan saat terjadi antrean panjang di traffic light. “Kalau antreannya terlalu panjang maka hijaunya akan kami lamakan. Itu bisa kami ubah sesuai sikon (situasi dan kondisi, Red),” lanjutnya sembari menyebut penambahan waktu hijau bisa 5-7 detik.

Cholis menegaskan, mayoritas persimpangan di Kota Kediri sudah terhubung dengan ATCS. Mulai dari simpang empat Ringinsirah, simpang empat Lonceng, dan simpang empat Alun-Alun Kota Kediri.

Baca Juga: Kendaraan Luar Kota Kediri Diarahkan Lewat Jalur Alternatif, Ini Rekayasa Lalu Lintas Yang Diterapkan Polresta

“Selain itu, juga ada di simpang empat Burengan. Khusus di sini (perempatan Burengan atau Alfamart, Red) terpantau padat tetapi kami urai secara manual karena ini jalur provinsi,” terangnya.

          ATCS yang sudah terpasang di persimpangan Kota Kediri, menurut Cholis tidak hanya bisa mengatur lalu lintas saja. Melainkan juga bisa memantau kendaraan yang melintas secara detail.

          Berdasar pengamatan dishub, kendaraan yang masuk Kota Kediri kemarin mayoritas merupakan kendaraan pribadi dari luar kota. Baik mereka yang memang mudik ke Kota Kediri atau hanya melintas saja. “Banyak mobil dari luar kota. Salah satunya Jakarta,” tandas Cholis.

Baca Juga: Kota Kediri Makin Padat, Ini Penjelasan Soal Perlunya Rekayasa Lalu Lintas

          Dia pun mengimbau pemudik untuk selalu memperhatikan kondisi kendaraan dan kesehatan. “Pastikan semua dalam kondisi aman dan prima,” pesannya.

          Seperti diberitakan, kepadatan lalu lintas di Kota Kediri terjadi sejak Sabtu (14/3) lalu. Kepadatan terjadi tidak hanya di jalan protokol saja. Melainkan juga di jalan sirip yang merupakan akses alternatif masyarakat. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#jalan hayam wuruk #satlantas polres kediri kota #lalu lintas #Jalan Brawijaya #lebaran 2026