KEDIRI, JP Radar Kediri-Memanasnya situasi di Timur Tengah yang sedang memanas, dampak serangan Iran ke pangkalan militer Amerika ke sejumlah negara di sana, tidak berdampak pada pelaksanaan ibadah haji.
Ratusan calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri dijadwalkan berangkat pada 22 Mei nanti.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Kediri Basyarudin mengatakan, hingga awal Maret ini masih belum ada perubahan ketentuan dan jadwal keberangkatan haji. Karena itu, pihaknya terus mematangkan persiapan.
Hal tersebut berbeda dengan ibadah umrah. Sejak Minggu (1/3) Kemenhaj mengimbau masyarakat menunda keberangkatan umrahnya. Imbauan dikeluarkan hingga batas waktu yang belum ditetapkan. Menimbang situasi di Timur Tengah yang sedang memanas.
“Persiapan pun terus dimatangkan. Termasuk manasik haji yang tinggal menyisakan satu pertemuan lagi,” kata Basyarudin tentang persiapan haji.
Selain menuntaskan manasik haji, dalam waktu dekat jemaah juga akan mengikuti suntik vaksin seperti meningitis. Selebihnya, Kemenhaj akan menyiapkan panitia keberangkatan dan pemulangan jemaah.
Rangkaian tahapan keberangkatan jemaah itu, kata pria yang akrab disapa Basyar tersebut, masih belum berubah hingga kemarin. Termasuk pemberangkatan CJH Kota Kediri yang dijadwalkan di gelombang terakhir.
Jemaah akan berada di kelompok terbang (kloter) 115 dari total 116 kloter yang diberangkatkan dari Embarkasi Haji Surabaya. “Karena (jemaah) di akhir-akhir berangkatnya, nanti penerbangan langsung menuju Makkah,” terang Basyar.
Dia optimistis jadwal tidak akan berubah jika konflik tidak semakin meluas. Sembari menunggu keberangkatan, ada beberapa tahapan yang masih harus diikuti CJH Kota Kediri.
Termasuk vaksin yang pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal dari puskesmas tempat jemaah cek kesehatan.
“Jadi nanti vaksinnya nggak di satu tempat. Menyebar sesuai dengan tempatnya masing-masing waktu pemeriksaan kesehatan untuk syarat istitaah,” bebernya.
Basyar menambahkan, CJH Kota Kediri dijadwalkan akan diberangkatkan secara simbolis oleh Pemerintah Kota Kediri pada awal Mei mendatang. Total ada 283 orang CJH Kota Kediri yang siap berangkat ke Tanah Suci. Dari ratusan jemaah tersebut, yang paling tua adalah jemaah berusia 81 tahun.
“Kami juga berharap ini (konflik Timur Tengah, Red) segera selesai. Agar jemaah haji juga nanti bisa aman dan tenang menjalankan ibadah di sana,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, Maret ini ada 69 warga Kota Kediri yang tengah menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi. Mereka merupakan jemaah yang terdata berangkat dalam kurun waktu 23 – 28 Februari.
Dengan rata-rata masa umrah 12 hari, mereka dijadwalkan pulang minggu depan. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita