Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Prediksi Puncak Arus Mudik di Kediri jelang Lebaran, Cek Titik Mana Saja yang Jadi Blackspot

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 22 Maret 2025 | 04:39 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Puncak arus mudik lebaran tahun ini diprediksi terjadi pada dua hari jelang Idul Fitri atau H-2. Selain ruas jalan Kota Kediri yang dipadati pemudik, penumpang yang turun di Terminal Tipe A Tamanan Kota Kediri diperkirakan akan melonjak.

          Kepala UPT Terminal Tipe A Tamanan Dukut Siswantoyo mengatakan, gelombang pemudik dengan bus akan berdatangan mulai Kamis (27/3) depan. Bus yang membawa pemudik akan terus berdatangan hingga mendekati lebaran.

Baik yang menurunkan penumpang di Terminal Tamanan atau sekadar singgah. Selanjutnya ke daerah lain seperti Tulungagung dan Trenggalek. “Tanggal 27 (Maret) ada tujuh bus dari Pemprov DKI Jakarta untuk mudik gratis. Sampai sini (Kediri, Red) perkiraan malam,” ujar Dukut.

          Meski arus mudik sudah dimulai, pihaknya memprediksi puncak kedatangan bus di terminal akan terjadi pada H-2 lebaran. Sedikitnya aka nada sekitar 350 bus yang masuk ke Terminal Tamanan tiap harinya.

          “Kalau waktu mudik biasanya bus hanya lewat di sini. Hanya melintas, (penumpang, Red) nggak turun di sini. Tapi kalau keberangkatan waktu balik itu yang banyak, bisa sampai membeludak. Bus penuh terus,” ungkapnya sembari menyebut, puncak arus balik dari pengguna transportasi bus pada H+5 lebaran.

          Menyambut arus mudik, Polres Kediri Kota akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2025 mulai Minggu (23/3) besok. Secara nasional puncak arus mudik secara nasional terjadi pada 28-30 Maret mendatang. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 5-7 April.

Dalam kurun waktu tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri akan menyiagakan petugas. Termasuk di pos-pos pelayanan dan pengamanan mudik serta balik lebaran. “Nanti ada enam pos. Setiap hari kita akan backup membantu (dengan personel),” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur.

Khusus untuk daerah rawan macet juga dilakukan patrol dan disiapkan rekayasa lalu lintas. “Seperti di Mrican kalau macet nanti kami akan terapkan rekayasa di Ngampel,” lanjut Didik sembari menyebut mekanisme yang sama juga diterapkan di alun-alun dan titik lainnya.

Berdasar koordinasi dengan satuan lalu lintas, sedikitnya ada tujuh titik rawan macet di Kota Kediri. Mulai Jl di Jl Dhoho, Simpang Mrican, Jl PK Bangsa. Kemudian, Jl Super Semar, serta Alun-alun Kota Kediri.

Sementara itu, meski belum memasuki puncak mudik, kepadatan lalu lintas mulai terjadi di simpang empat Branggahan. Dalam waktu lima menit, ada ratusan kendaraan yang melintas di sana. Padahal, biasanya hanya puluhan unit saja.

Kendaraan yang melintas juga didominasi mobil pribadi. Dilihat dari plat nomor kendaraan juga mayoritas dari luar kota atau non-plat AG.

Harini, 56, warga yang tinggal di dekat simpang empat Branggahan menyebut, kepadatan terjadi di jam-jam tertentu. Misalnya, pukul 10.00-12.00 dan sore hari pukul 16.00-18.00. “Sekarang jam 14.00 juta padat. Tidak bisa diprediksi waktunya,” ungkapnya.  

Hal senada diungkapkan oleh Sarmuji, 52. Menurutnya arus lalu lintas yang ramai terutama dari arah Kediri-Tulungagung. Dia memprediksi hari ini (22/3) arus lalu lintas akan semakin padat. “Anak-anak sudah mulai libur sekolah dan pegawai banyak yang WFA (work from anywhere, Red),” paparnya.

          Untuk diketahui, tidak hanya menjadi daerah yang lalu lintasnya padat, perempatan Branggahan juga menjadi black spot atau daerah rawan kecelakaan lalu lintas. “Di wilayah hukum Polres Kediri, yang menjadi titik rawan laka adalah Branggahan, Ngadiluwih,” kata Kasatlantas Polres Kediri AKP I Made Jata Wiranegara.

          Jalan nasional itu menjadi daerah rawan kecelakaan karena jalannya lurus. Sehingga, sering membuat pengendara terlena. Selebihnya, jalan tersebut juga jadi jalur kendaraan besar dari arah Tulungagung mengarah ke Surabaya. Sehingga relatif lebih padat.

          Selama arus mudik dan balik lebaran, menurut Jata pihaknya menyiagakan personel di titik-titik rawan. “Kami juga lakukan patroli dialogis untuk mengedukasi masyarakat,” jelasnya sembari menyebut di Operasi Ketupat pihaknya menyiagakan 300 personel.

          Di Kabupaten Kediri total ada lima pos pengamanan dan satu pos pelayanan. Untuk pos pengamanan akan didirikan di Kandangan, Terminal Pare, Plemahan, Papar, dan SLG. Adapun pos pelayanan disiapkan di Mengkreng.

“Kami juga membentuk tim urai gabungan Polres Nganjuk, Jombang dan Kediri, yang poskonya ada di simpang empat Mengkreng. Itu sifatnya untuk mengantisipasi kejadian insidentil agar kepadatan lalu lintas bisa terurai,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#arus mudik 2025 #radar kediri #mudik lebaran #Ramadan 1446 Hijriah #puncak arus mudik Lebaran 1446 Hijriah