Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Daya Tampung TPA Sekoto Badas Kediri Hanya Bisa Bertahan 6 Tahun

Hadyan Nandana • Jumat, 23 Agustus 2024 | 17:57 WIB
SIAP ANGKUT: Pemulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok membawa hasil kerja mereka dengan mobil pikap. Sehari sampah yang masuk ke TPA Klotok capai 95 ton.
SIAP ANGKUT: Pemulung sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok membawa hasil kerja mereka dengan mobil pikap. Sehari sampah yang masuk ke TPA Klotok capai 95 ton.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Penampungan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Sekoto, Kecamatan Badas mulai menipis.

Diprediksi, daya tampungnya bisa bertahan hingga enam tahun kedepan.  Seperti yang diungkapkan Iswanto, 44, penanggungjawab TPA Sekoto, untuk saat ini kapasitasnya masih longgar.

Dia memperkirakan, enam tahun kedepan TPA Sekoto masih siap menampung berton-ton sampah. “Saya jamin sampai 6 tahun kedepan masih muat untuk menampung berton-ton sampah,” ujar Iswanto.

Dia menambahkan, TPA seluas sekitar 7 hektar itu dibagi menjadi dua wilayah. Satu wilayah di bagian utara menurutnya masih longgar.

Sedangkan area timur yang menjadi tempat pembuangan sampah pertama dari TPA ini sudah hampir capai batas tumpukan sampah. 

“Tumpukan sampah di sebelah timur itu sudah setinggi 8 meter. Sementara batas maksimal ketinggian sampah ini adalah 10 meter,” terangnya. 

Untuk diketahui, setiap harinya TPA Sekoto ini memiliki 15 armada truk pengangkut sampah. Truk-truk itu setiap harinya mengambil sampah dari setiap 3 kecamatan di Kabupaten Kediri. 

Bahkan truk-truk itu sampai bolak-balik lebih dari empat kali. “Setiap truk bisa bolak-balik hingga 4-7 kali penjemputan,” ujar Veven Hariyadi, 31, petugas timbangan truk di TPA Sekoto.

Diperkirakan, dalam sehari angkutan truk itu bisa mencapai lebih dari 95 ton. Tergantung musim. Menurut Veven, saat musim kemarau tak ada beban tambahan dari air seperti saat musim hujan.

Oleh karenanya, saat kemarau seperti sekarang jumlahnya dalam sehari tidak mencapai ratusan ton.  “Kalau musim hujan kan ada pengaruh berat dari airnya. Jadinya pasti lebih berat dari kemarau,” imbuh Veven.

Sejumlah warga turut mengkhawatirkan jika datang musim hujan. Tony Priyo Laksana, 25, warga Desa Sekoto, mengungkapkan kekhawatirannya disebabkan bau menyengat dari sampah. “Kalau hujan, aromanya busuk sekali. Ini sudah jadi langganan buat kami,” terang Tony saat diwawancarai pada Kamis (15/8) lalu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #tpa #daya tampung #tpa sekoto #jawa pos #sampah