
KEDIRI, JP Radar Kediri– Perjalanan karir Muhammad Abdul Azis M.Pd. sebagai Kepala SMP Islamic International School (IIS) PSM Kediri mencerminkan dedikasi dan konsistensi di dunia pendidikan. Ia memulai pengabdiannya sebagai guru sekolah dasar (SD).
Seiring berjalannya waktu, ia dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab penting, seperti wali kelas, koordinator keagamaan, hingga Head of Department (HOD) keagamaan sebelum akhirnya resmi menjabat kepala SMP.
SMP IIS di bawah naungan Yayasan Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) yang membawahi berbagai lembaga pendidikan di banyak daerah. Khusus unit IIS PSM Kediri mencakup jenjang pendidikan TK hingga SMP. Dalam menjalankan roda kepemimpinannya, Azis memegang teguh komitmen untuk terus mengawal dan mengimplementasikan program-program unggulan sekolah.
Baca Juga: Teach to Inspire, Wali Kota Vinanda Beri Motivasi Siswa SMPN 3 Manfaatkan Teknologi untuk Berkarya
Sistem Triple Curriculum atau tiga pilar utama yang diterapkan di unit ini merupakan rancangan khas program IIS yang diselaraskan nilai-nilai luhur di bawah payung besar Yayasan PSM. "Sekolah kami berfokus pada tiga pilar utama, yaitu Biah Islamiyah, International Branding, dan English as a Working Language," ungkap Azis saat menjelaskan visi lembaga pendidikannya.
Ketiga pilar ini menjadi landasan strategis yang secara konsisten dikawal pelaksanaannya di lapangan demi mencetak lulusan yang unggul. Pilar pertamaadalah Biah Islamiyah, diwujudkan melalui penerapan nilai-nilai keislaman secara mendalam dalam kegiatan pembelajaran maupun pembiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Implementasi ini mencakup alokasi jam pelajaran Alquran yang lebih banyak dibandingkan mata pelajaran lainnya, serta pembiasaan ibadah harian yang terarah bagi seluruh peserta didik.
Selain itu, menurut Azis, sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua turut dibangun secara intensif. Ini memastikan pembentukan karakter Islami anak berjalan optimal.
Pilar kedua, International Branding. SMP IIS PSM Kediri memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum internasional yang diperkaya nilai keagamaan. Sekolah mengadopsi kerangka Cambridge Curriculum untuk mata pelajaran utama seperti matematika, sains, dan bahasa Inggris (math, science, and English) dengan menggunakan buku ajar berstandar internasional.
“Evaluasi dan standar pengujian siswa juga disesuaikan dengan kualifikasi global melalui asesmen Cambridge, sehingga kompetensi akademik peserta didik teruji di tingkat internasional,” terangnya.
Pilar ketiga yang diterapkan secara konsisten adalah English as a Working Language. Di sini bahasa Inggris difungsikan sebagai bahasa kerja dan komunikasi sehari-hari. Penggunaan bahasa ini berlaku bagi seluruh civitas akademika, termasuk para guru dan siswa, selama beraktivitas di lingkungan sekolah. “Meski demikian, penggunaan bahasa Indonesia tetap mendapat porsi pada momen-momen krusial tertentu untuk menjaga keseimbangan komunikasi yang efektif,” ujar Azis.
Untuk mendukung peningkatan mutu pengajaran secara menyeluruh, sekolah juga mengintegrasikan program pengembangan profesional guru yang dikenal sebagai LEADER (Learning Development for Teachers). Program pelatihan dan peningkatan kapasitas guru ini merupakan sistem luas yang mencakup berbagai jenjang di IIS, di mana Azis bersama jajaran pimpinan aktif mengawal pelaksanaannya. Melalui forum berkala ini, para guru secara rutin dilatih mengenai metode pengajaran, penguasaan bahasa, hingga strategi pedagogis.



