Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pusaran Angin Mini Muncul di Tanah lapang, BMKG: Bukan Puting Beliung, Warga Tetap Perlu Waspada  

M
Ilustrasi angin puting beliung mini. (Ilustrasi AI)
Ilustrasi angin puting beliung mini. (Ilustrasi AI)

Advertisement

JP Radar Kediri – Fenomena pusaran angin berukuran kecil atau yang kerap disebut puting beliung mini belakangan terlihat di sejumlah titik, terutama di area terbuka dan lapangan.

Fenomena tersebut diduga merupakan dust devil atau pusaran angin lokal yang terbentuk akibat pemanasan permukaan tanah oleh sinar matahari.

Ketua Tim Kerja Meteorologi Publik BMKG Dhoho Kediri Satria Kridha Nugraha menjelaskan, fenomena dust devil umumnya terjadi saat cuaca cerah dan panas.

Advertisement

"Fenomena tersebut kemungkinan dust devil atau pusaran angin lokal yang umumnya terjadi saat cuaca cerah dan panas ketika bulan September, Oktober, dan November," jelasnya.

Dia menerangkan, pusaran angin itu terbentuk ketika permukaan tanah menerima panas matahari sehingga udara panas bergerak naik.

Advertisement

Dalam kondisi tertentu, pergerakan udara tersebut dapat membentuk pusaran angin.

Fenomena ini lebih sering dijumpai di lapangan atau area terbuka karena permukaan tanah menerima pemanasan matahari secara langsung, terutama ketika kondisi tanah kering.

Satria menegaskan, dust devil berbeda dengan puting beliung yang berkaitan dengan awan cumulonimbus (Cb).

"Pusaran angin lokal tersebut umumnya muncul saat cuaca cerah, bersifat lokal, dan berlangsung dalam waktu singkat, " jelasnya.

Dari segi ukuran, pusaran angin ini relatif kecil, yakni hanya beberapa meter. Meski demikian, masyarakat tetap diminta berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan.

Advertisement
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri

Artikel Terkait

Harga Cabai Melonjak Faktor Kemarau, Jadi Fokus Satgas Pangan Kabupaten Kediri

Harga Cabai Melonjak Faktor Kemarau, Jadi Fokus Satgas Pangan Kabupaten Kediri

Tiga bulan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa harga komoditas mulai mengalami kenaikan. Terutama cabai rawit yang di pasaran bisa menembus Rp 70 ribu

Kemarau Diprediksi hingga Oktober, BPBD Kota Kediri Imbau Warga Waspadai Angin Kencang

Kemarau Diprediksi hingga Oktober, BPBD Kota Kediri Imbau Warga Waspadai Angin Kencang

Kemarau di Kota Kediri agaknya akan lebih panjang. Bahkan diprediksi akan terus berlangsung hingga Oktober mendatang.

Lipsus Dampak Kemarau Panjang Terhadap Pertanian: Pengambilan Air Tanah Harus Diimbagi Perawatan

Lipsus Dampak Kemarau Panjang Terhadap Pertanian: Pengambilan Air Tanah Harus Diimbagi Perawatan

Dampak kemarau panjang terhadap pertanian tidak berhenti pada persoalan ketersediaan air. Tanaman hortikultura, terutama sayuran, dinilai lebih rentan terhadap cuaca

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer