Melalui Percikan Api Hamzah Risqi Ukir Prestasi Nasional Sakit Tersulut Api Jadi Pelecut Motivasi

KEDIRI, JP Radar Kediri - Percikan api dan panas logam menjadi bagian keseharian Mohammad Hamzah Risqi. Di balik kacamata pelindung dan suara mesin las yang menyala, siswa kelas XII asal Ngletih, Kecamatan Kandat, itu menemukan jalannya. Jalan yang membawanya hingga menjadi juara nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang pengelasan.
Hamzah bagian dari kontingen Jawa Timur yang berhasil meraih predikat Juara Umum LKS tingkat nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pencapaian besar bagi siswa yang awalnya bahkan tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap dunia pengelasan.
Ketertarikannya terhadap pengelasan justru bermula dari ajakan seorang teman ketika hendak memilih jurusan di SMK. Remaja yang sejak SMP lebih banyak menghabiskan waktu dengan sepak bola itu akhirnya mencoba masuk jurusan pengelasan.
“Awalnya cuma ikut saja tapi lama-lama suka. Dari situ saya mulai mendalami jurusan ini,” kenangnya.
Pertimbangan Hamzah memilih jurusan ini sederhana. Pengelasan relatif sepi peminat. Kondisi yang justru dilihatnya sebagai peluang memasuki dunia kerja. Ia menganggap kebutuhan tenaga kerja di bidang pengelasan masih luas. Peluang mendapatkan pekerjaan juga terbuka.
Terlebih, Hamzah lebih menyukai kegiatan praktik. Terutama bila dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan di ruang kelas.
Memang, dunia las tak jauh dari kesehariannya selama ini. Sang kakak adalah pekerja las. Namun, saat itu tidak tebersit ketertarikan. Dia tak pernah membantu sang kakak. Pengelasan hanya sebatas dia tahu saja. Tanpa ingin mendalami.
“Baru mulai tertarik ketika masuk SMK,” akunya.
Perlahan, kemampuan Hamzah terasah. Tidak langsung mahir. Berbagai kesulitan menjadi bagian dari prosesnya.
Baginya, yang tersulit dalam pengelasan adalah menjaga posisi. Posisi overhead, yakni ketika objek yang dilas berada di atas kepala, menjadi salah satu tantangan besar. Paling membutuhkan ketelitian dan kontrol.



