Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melalui Percikan Api Hamzah Risqi Ukir Prestasi Nasional Sakit Tersulut Api Jadi Pelecut Motivasi

H
Penulis: Himalaya Azzahra❯
Hamzah Risqi saat meraih juara nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang pengelasan.
Hamzah Risqi saat meraih juara nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang pengelasan.

Advertisement

KEDIRI, JP Radar Kediri - Percikan api dan panas logam menjadi bagian keseharian Mohammad Hamzah Risqi. Di balik kacamata pelindung dan suara mesin las yang menyala, siswa kelas XII asal Ngletih, Kecamatan Kandat, itu menemukan jalannya. Jalan yang membawanya hingga menjadi juara nasional Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang pengelasan.

Hamzah bagian dari kontingen Jawa Timur yang berhasil meraih predikat Juara Umum LKS tingkat nasional. Prestasi tersebut sekaligus menjadi pencapaian besar bagi siswa yang awalnya bahkan tidak memiliki ketertarikan khusus terhadap dunia pengelasan.

Ketertarikannya terhadap pengelasan justru bermula dari ajakan seorang teman ketika hendak memilih jurusan di SMK. Remaja yang sejak SMP lebih banyak menghabiskan waktu dengan sepak bola itu akhirnya mencoba masuk jurusan pengelasan.

Advertisement

“Awalnya cuma ikut saja tapi lama-lama suka. Dari situ saya mulai mendalami jurusan ini,” kenangnya.

Pertimbangan Hamzah memilih jurusan ini sederhana. Pengelasan relatif sepi peminat. Kondisi yang justru dilihatnya sebagai peluang memasuki dunia kerja. Ia menganggap kebutuhan tenaga kerja di bidang pengelasan masih luas. Peluang mendapatkan pekerjaan juga terbuka.

Terlebih, Hamzah lebih menyukai kegiatan praktik. Terutama bila dibandingkan pembelajaran yang hanya dilakukan di ruang kelas.

Advertisement

Memang, dunia las tak jauh dari kesehariannya selama ini. Sang kakak adalah pekerja las. Namun, saat itu tidak tebersit ketertarikan. Dia tak pernah  membantu sang kakak. Pengelasan hanya sebatas dia tahu saja. Tanpa ingin mendalami.

“Baru mulai tertarik ketika masuk SMK,” akunya.

Perlahan, kemampuan Hamzah terasah. Tidak langsung mahir. Berbagai kesulitan menjadi bagian dari prosesnya.

Baginya, yang tersulit dalam pengelasan adalah menjaga posisi. Posisi overhead, yakni ketika objek yang dilas berada di atas kepala, menjadi salah satu tantangan besar. Paling membutuhkan ketelitian dan kontrol.

Advertisement

Artikel Terkait

SMAN 1 Kauman Hadapi SMAN 4 Blitar di Partai Final, Juara 1 Bakal Melaju di Regional Jawa Timur

SMAN 1 Kauman Hadapi SMAN 4 Blitar di Partai Final, Juara 1 Bakal Melaju di Regional Jawa Timur

Persaingan Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 3 Tulungagung semakin ketat, khususnya saat memasuki babak perempat final hingga semifinal yang berlangsung pa

Anjlok hingga 80 Persen, Hadiah Juara OSN 2026 Turun dari Rp15 Juta Jadi Cuma Rp3 Juta

Anjlok hingga 80 Persen, Hadiah Juara OSN 2026 Turun dari Rp15 Juta Jadi Cuma Rp3 Juta

Besaran hadiah bagi para juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 jenjang SD dan SMP sederajat menjadi sorotan tajam di media sosial.

Vinanda Juara Cantol Besek, Gus Qowim Giring Bola! Masyarakat Antusias Agustusan di CFD Jalan Dhoho

Vinanda Juara Cantol Besek, Gus Qowim Giring Bola! Masyarakat Antusias Agustusan di CFD Jalan Dhoho

Suasana car free day (CFD) Jalan Dhoho kemarin pagi (30/8) lebih meriah dari biasanya. Suara riuh terdengar dari sedikitnya 14 titik perlombaan khas Agustusan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer