Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kronologi War Knetz vs SEAblings di X, dari Konser DAY6 hingga Isu Rasisme

Dita Citra Oktaviana • Senin, 16 Februari 2026 | 12:07 WIB

War Knetz vs SEAblings
War Knetz vs SEAblings

JP Radar Kediri - Media sosial X tengah diramaikan oleh perdebatan panas antara netizen Korea Selatan atau Knetz dan netizen Asia Tenggara yang menyebut diri mereka “SEAblings”.

Perseteruan ini tidak hanya viral di kawasan Asia, tetapi juga sempat menjadi trending global dan menarik perhatian banyak pengguna internet di berbagai negara karena menyinggung isu identitas, budaya, hingga rasisme. Menariknya, konflik besar ini sebenarnya bermula dari hal yang terlihat sepele.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis, Harga per Gramnya di Angka Rp2,940 Juta

Berawal dari Konser DAY6 di Malaysia

Konflik ini bermula dari konser DAY6 (boyband asal Korea Selatan) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia. Konser tersebut dilaksanakan pada 31 Januari 2026. Dalam acara tersebut, beberapa fansite asal Korea Selatan diketahui membawa kamera profesional berukuran besar ke dalam venue, padahal penggunaan alat tersebut dilarang oleh pihak penyelenggara.

Penonton lokal menegur tindakan tersebut karena dianggap mengganggu kenyamanan penonton. Namun, situasi memanas setelah insiden tersebut diunggah ke media sosial dan memicu respons defensif dari sebagian Knetz.

Alih-alih meminta maaf, beberapa akun justru membela tindakan tersebut. Bahkan, muncul beberapa komentar yang dianggap merendahkan masyarakat Asia Tenggara. Hal ini langsung memicu kemarahan netizen dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Baca Juga: Mecimapro Akhirnya Rilis Permintaan Maaf Untuk MyDay dan Day6 atas Konser yang Digelar di Stadion GBK

Munculnya Solidaritas SEAblings

Sebagai bentuk respons, netizen dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan negara Asia Tenggara lain bersatu menggunakan tagar “SEAblings”. Istilah ini merupakan gabungan dari kata “Southeast Asia” dan “siblings” yang menggambarkan rasa persaudaraan lintas negara di kawasan tersebut. Banyak pengguna X ikut meramaikan tagar ini sebagai bentuk dukungan satu sama lain.

Awalnya, perdebatan hanya berkutat pada etika konser. Namun, konflik ini berkembang menjadi perdebatan panas mengenai sentimen budaya, diskriminasi, hingga stigma negatif. 

Menariknya, netizen Asia Tenggara tidak hanya membalas dengan kemarahan. Mereka juga menggunakan meme dan humor. “Orang Indo emang ga pengen menang debat. Pengen bikin kesal aja wkwkkw”, tulis salah satu netizen asal Indonesia.

Banyak yang membagikan konten tentang keindahan budaya, kuliner, hingga prestasi artis Asia Tenggara. Strategi ini membuat konflik terasa lebih ringan, tapi tetap menyampaikan kritik. Cara ini juga membuat gerakan SEAblings semakin viral dan menarik perhatian global.

Baca Juga: Mecimapro Bungkam MyDay Agar Day6 Tidak Mengetahui Masalah yang Terjadi Selama Konser ‘Forever Young’

Konflik yang Terus Meluas

Seiring waktu, konflik ini tidak lagi terbatas pada satu peristiwa. Beberapa isu lain ikut terseret, seperti kualitas visual musik, standar kecantikan, hingga perdebatan soal industri hiburan.

Girlgroup asal Indonesia, No Na, turut menjadi sorotan setelah video klip debut mereka dikritik oleh sebagian Knetz karena menampilkan latar pedesaan. "Mereka tidak punya uang untuk menyewa set proper, jadi mereka syuting di sawah. Apakah ini tempat mereka menanam padi?”, sindir KNetz. Hal ini justru membuat solidaritas SEAblings semakin kuat karena sindiran tersebut dianggap menghina latar belakang agraris bangsa-bangsa di Asia Tenggara. 

Fenomena ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya efek domino di media sosial. Sebuah gesekan kecil di dalam venue konser dapat bertransformasi menjadi perdebatan global hanya dalam hitungan jam. Hal ini membuktikan bahwa batasan geografis tak lagi mampu membendung arus konflik digital.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#konser day6 #konflik netizen korsel #war netizen #netizen asia tenggara #netizen korea #KNetz VS SEAblings #konflik netizen korea #war netizen korsel vs asia tenggara #netizen indonesia #netizen korea selatan #konser DAY6 Malaysia #isu rasisme #SEAblings viral #kronologi war knetz vs seablings #Netizen X #konflik netizen korea selatan #netizen indo #netizen korsel