Tradisi Angpao di Berbagai Negara, dari Tiongkok hingga Indonesia
Internship Radar Kediri• Sabtu, 7 Februari 2026 | 01:00 WIB
angpao
JP RADAR KEDIRI – Meskipun sering dianggap sebagai tradisi Imlek khas Tiongkok, tradisi bagi-bagi amplop berisi uang saat tahun baru ternyata juga hidup di berbagai penjuru dunia. Hanya saja, nama dan maknanya berbeda. Mulai dari doa keberuntungan hingga simbol bakti kepada orang tua.
Tradisi tersebut menunjukkan bahwa yang dibagikan bukan sekadar uang, melainkan harapan baik untuk lembaran yang baru.
Di Tiongkok, angpao dikenal dengan sebutan hóngbāo atau amplop merah. Umumnya, tradisi ini dilakukan saat Tahun Baru Imlek. Angpao diberikan oleh orang tua atau orang yang sudah menikah kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah.
Pemilihan warna merah mewakili filosofi kekayaan sekaligus perlindungan dari energi buruk. Uang di dalamnya menjadi simbol doa untuk kesehatan, umur panjang, dan rezeki yang lancar sepanjang tahun.
Tanda Terima Kasih di Hong Kong
Lebih dari sekedar tradisi keluarga, angpao memiliki jangkauan yang lebih luas di Hong Kong. Selain keluarga, amplop merah juga diberikan kepada satpam, petugas kebersihan, hingga rekan kerja.
Praktik ini menekankan bahwa angpao bukan hanya sebagai simbol keberuntungan, melainkan juga sebagai bentuk apresiasi dan menjaga hubungan sosial. Nominalnya bisa kecil, tapi jumlah penerimanya lebih banyak.
Simbol Bakti kepada Orang Tua di Taiwan
Di Taiwan, bagi-bagi angpao memiliki makna tanggung jawab keluarga yang besar. Orang dewasa yang sudah bekerja biasanya memberi angpao kepada orang tua sebagai tanda terima kasih dan simbol bakti. Tentu saja, orang tua tetap memberi kepada anak-anak. Tradisi ini mencerminkan nilai kekeluargaan dan hubungan timbal balik antargenerasi.
Lì Xì di Vietnam
Amplop merah di Vietnam ( lì xì ) diberikan kepada anak-anak dan orang yang lebih muda, biasanya disertai ucapan selamat dan doa secara langsung. Sebelum menerima lì xì, anak-anak biasanya memberi salam hormat kepada orang yang lebih tua. Tradisi ini menekankan sopan santun, restu, dan harapan akan beruntung di tahun baru.
Di Korea Selatan, anak-anak menerima uang ( sebaetdon ) setelah melakukan sebae , yaitu sujud hormat tradisional kepada orang tua dan kakek-nenek saat Tahun Baru Imlek ( Seollal ). Penekanan utamanya ada pada penghormatan kepada orang tua, sedangkan uang menjadi simbol restu dan doa.
Otoshidama di Jepang
Jepang mengenal tradisi bagi-bagi angpao dengan sebutan otoshidama yang dilakukan pada Tahun Baru Jepang pada tanggal 1 Januari. Amplopnya sering didesain lucu dengan karakter kartun. Otoshidama umumnya hanya diberikan kepada anak-anak dan jumlahnya disesuaikan dengan usia. Tradisi ini lebih difokuskan sebagai hadiah tahun baru dibandingkan simbol perlindungan spiritual.
Perpaduan Tradisi dan Kebersamaan di Indonesia
Di Indonesia, angpao identik dengan perayaan Imlek di kalangan masyarakat Tionghoa dan peranakan. Biasanya angpao diberikan oleh orang yang sudah menikah kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah.
Selain keluarga, angpao juga biasanya dibagikan dalam acara komunitas. Di sini, tradisi angpao tidak hanya bermakna keberuntungan, tetapi juga simbol berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan.
Meskipun dikenal dengan nama yang beragam, esensi angpao ini tetap sama. Tradisi ini menjadi cara sederhana namun penuh makna untuk menyampaikan doa, harapan baik, dan kasih sayang kepada orang-orang terdekat saat memasuki tahun yang baru.
Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.