Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ribuan Warga AS Gelar Aksi Protes terhadap Pemerintahan Trump

Redaksi Radar Kediri • Senin, 21 April 2025 | 07:19 WIB
Protes pemerintahan trump
Protes pemerintahan trump

JP Radar Kediri – Ribuan orang berkumpul di Washington dan berbagai kota lainnya di seluruh Amerika Serikat pada Sabtu (19/4) untuk menggelar aksi protes terhadap sejumlah kebijakan kontroversial Presiden Donald Trump dalam tiga bulan pertamanya menjabat kembali sebagai presiden. Mereka mengecam berbagai langkah yang dinilai keliru, seperti kebijakan deportasi terhadap pekerja migran, pemutusan hubungan kerja oleh pemerintah, serta keterlibatan AS dalam konflik di Gaza dan Ukraina.

Menurut laporan dari Reuters, para demonstran yang berkumpul di sekitar Gedung Putih membawa berbagai spanduk dengan pesan-pesan seperti “Pekerja harus punya kekuatan,” “Hentikan bantuan senjata ke Israel,” dan “Tegakkan hukum.”

Beberapa peserta aksi menyampaikan dukungan kepada migran yang telah atau sedang terancam dideportasi, serta menunjukkan solidaritas terhadap pegawai pemerintah yang diberhentikan dan kampus-kampus yang pendanaannya terancam akibat kebijakan Trump.

 

Salah seorang demonstran dalam unjuk rasa di Lafayette Square menyatakan bahwa saat pemerintah Trump mengaktifkan sistem deportasi besar-besaran, masyarakat akan membentuk jaringan perlawanan untuk melindungi sesama warga.

Aksi solidaritas juga ditunjukkan kepada rakyat Palestina. Sejumlah pengunjuk rasa mengenakan keffiyeh dan membawa bendera Palestina, sambil menyerukan “Bebaskan Palestina” sebagai bentuk keprihatinan terhadap korban perang di Gaza.

 

Di sisi lain, beberapa demonstran juga menyuarakan dukungan untuk Ukraina dan mendesak pemerintahan AS untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap invasi Rusia yang dipimpin oleh Presiden Vladimir Putin.

Sejak dilantik kembali pada Januari, Trump bersama sekutunya, Elon Musk, telah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap pemerintahan federal. Langkah ini mencakup pemecatan lebih dari 200.000 pegawai dan upaya untuk membubarkan sejumlah lembaga.

Pemerintahan Trump juga menahan sejumlah mahasiswa internasional serta mengancam akan menghentikan dana federal untuk universitas-universitas yang memiliki program terkait keberagaman, iklim, serta gerakan pro-Palestina. Kebijakan tersebut mendapat kecaman dari berbagai organisasi hak asasi manusia.

Di dekat Monumen Washington, para pengunjuk rasa juga mengusung pesan-pesan seperti “Kebencian tidak pernah membuat bangsa besar” dan “Kesetaraan hak tidak mengurangi hak siapa pun.”

Selain di Washington, aksi serupa juga berlangsung di kota-kota besar seperti New York dan Chicago, serta puluhan titik lainnya di seluruh negeri. Gelombang protes ini merupakan demonstrasi nasional kedua sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden..

 

Penulis : Naufal Indra Mahardika, Mahasiswa magang UPN “Veteran” Jawa Timur

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#trump #as #protes