Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

H-3 Lebaran Lalu Lintas Mulai Kediri Tersendat, Volume Kendaraan Naik 60 Persen

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 17 Maret 2026 | 22:32 WIB

 

rawan-kemacetan-akan-uji-coba-parkir-pararel-di-jalan-brawijaya
rawan-kemacetan-akan-uji-coba-parkir-pararel-di-jalan-brawijaya

KEDIRI, JP Radar Kediri–Tiga hari jelang Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas di Kota Kediri semakin padat.

Di sejumlah jalan protokol dalam kota, kendaraan hanya bisa melaju dengan sangat pelan. Di beberapa titik keramaian, seperti di dekat pusat perbelanjaan, arus kendaraan juga tersendat.

Terkait kepadatan lalu lintas di Kota Kediri, Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan mengatakan, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Minggu (15/3) lalu.

“Kemarin (weekend) arus lalu lintas terpantau padat. Peningkatan volume kendaraan bisa mencapai 60 persen,” ungkap Yudho.

Adapun kemarin, menurutnya lalu lintas kendaraan juga padat. Peningkatan volume kendaraan dibanding hari-hari biasa mencapai 50 persen.

Adapun untuk H-2 Idul Fitri atau hari ini, volume kendaraan diprediksi kembali meningkat hingga 60 persen.

Baca Juga: Kendaraan Luar Kota Kediri Diarahkan Lewat Jalur Alternatif, Ini Rekayasa Lalu Lintas Yang Diterapkan Polresta

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, kepadatan lalu lintas terutama terjadi di jalan pusat kota. Mulai dari Jl PK Bangsa, Jl Airlangga, Jl Hayam Wuruk, hingga Jl Brawijaya.

Kemacetan lalu lintas sering terjadi saat ada kereta melintas. Antrean kendaraan panjang pun tak terhindarkan.

Kepadatan lalu lintas juga terjadi di Jl Dhoho yang merupakan pusat pertokoan. Banyaknya masyarakat yang berbelanja di area tersebut membuat kendaraan hanya bisa melaju pelan dan tersendat.

Pemandangan yang sama terjadi di Jl Hasanudin. Kepadatan terjadi di dekat Kediri Town Square. “Ada empat titik yang mengalami kepadatan. Mulai dari Jalan Dhoho, Jalan Hayam Wuruk hingga Jalan Brawijaya. (Jalan Hasanudin, Red) ramai tapi terpantau tidak sepadat Jalan Hayam Wuruk,” terang Yudho.

Baca Juga: Kota Kediri Makin Padat, Ini Penjelasan Soal Perlunya Rekayasa Lalu Lintas

Untuk mengurai kemacetan di beberapa titik dalam kota, Yudho menyebut pihaknya menempatkan personel di beberapa titik krusial itu. Selain mengatur lalu lintas, mereka juga mengurai kemacetan.

“Sejauh ini terpantau padat namun lancar. Petugas juga kami terjunkan untuk mengurai di titik-titik tersebut,” tandasnya sembari menyebut satlantas juga akan menempatkan personel di daerah perbatasan. Mulai dari arah Nganjuk, Blitar, dan Tulungagung.

Terpisah, Imron, 50, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri menyebut peningkatan volume kendaraan di Kota Kediri membuat dirinya pusing.

Apalagi, di beberapa jalan semut atau jalan tembus yang dilewatinya juga penuh dengan kendaraan.

Baca Juga: Pengaturan Lalu Lintas Baru di Jl Brigjen Katamso dan Jl Kombespol Duriyat Kota Kediri Dimulai

“Biasanya kalau macet bisa diakali lewat jalan semut. Sejak weekend sampai sekarang (Selasa, Red) malam hari sangat ramai. Termasuk jalan-jalan tembusan seperti Jalan Banjaran,” keluhnya.

Bapak dua anak itu menengarai, volume kendaraan yang masuk ke Kota Kediri jelang lebaran, meningkat dibanding tahun lalu. Setidaknya, kendaraan luar kota sudah banyak berdatangan sejak lima hari sebelum Idul Fitri. 

 

Jalur Alternatif Idul Fitri:

-Dari arah Nganjuk disiapkan dua jalur alternatif. Arus dari barat diarahkan ke simpang tiga Pasar Gringging menuju ke selatan arah Bandara Dhoho hingga masuk ke Kediri atau Tulungagung.

-Kendaraan dari arah Surabaya dialihkan lewat simpang tiga supit urang di Desa Sonorejo, Grogol menuju Desa Jongbiru, Gampengrejo. Opsi lainnya, dari simpang empat Mrican lurus ke timur atau ke arah simpang empat Jongbiru.

-Kendaraan dari arah Surabaya menuju Blitar atau Malang, diarahkan ke simpang empat Semampir ke timur. Yakni, menuju simpang tiga Tepus, simpang empat RS Baptis, simpang empat Bence, baru menuju ke Blitar.

-Pemudik dari arah Surabaya menuju ke Tulungagung juga bisa diarahkan ke barat Jembatan Semampir. Yakni, menuju simpang empat Mojoroto gang tiga, simpang empat Sukorame, simpang empat Terminal Tamanan, simpang empat Muning, hingga menuju ke simpang tiga Jembatan Wijaya Kusuma (JWK).

-Jika terjadi kemacetan di simpang empat Alun-Alun Kota Kediri, kendaraan dari arah selatan diarahkan menuju ke Jl Perintis Kemerdekaan, simpang empat Bence, simpang empat Kapten Tendean. Kemudian, di simpang empat Terminal Lama ke barat menuju Terminal Tamanan.

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#lebaran 2026 #rawan macet #jalur alternatif #kota kediri