Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Binaan Lapas Kediri Berburu Pahala di Bulan Puasa, Ini Yang Dirasakan

Hilda Nurmala Risani • Senin, 23 Februari 2026 | 16:25 WIB

 

Suasana mengaji di Lapas Kelas IIA Kediri.
Suasana mengaji di Lapas Kelas IIA Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri– Para narapidana Lapas Kelas IIA Kediri melakukan hal berbeda selama bulan Ramadan.

Ya, jika biasanya kegiatan dipenuhi aktivitas duniawi. Kini mereka fokus untuk memperbanyak amalan.

Bahkan, sejak hari pertama puasa, pembinaan keagamaan mendapat porsi lebih besar dalam agenda kegiatan. Tak heran Masjid At-Taubah menjadi pusat aktivitas spiritual yang lebih hidup dari biasanya.

“Salah satu program yang berjalan konsisten adalah One Day One Juz. Ini diikuti oleh semua santri Pondok At-Taubah,” ujar Kepala Lapas Kelas II A Kediri Solichin.

Baca Juga: Melihat Aktivitas Narapidana Lapas Kediri Berkegiatan di SAE Lakuli sebelum Kembali ke Masyarat

Untuk diketahui, program ini dijalankan secara mandiri, bukan bersama-sama dalam satu waktu tertentu.

Sebab setiap santri menyesuaikan dengan kemampuan dan ritmenya masing-masing. Dengan tetap memegang komitmen menyelesaikan satu juz Alquran setiap hari.

Ya, program ini bukan sekadar mengejar target bacaan. Melainkan juga latihan mengatur waktu dan membangun sikap disiplin diri.

Karena santri harus menyelipkan waktu membaca di sela kegiatan harian yang sudah terjadwal.

“Dari pola ini, tumbuh kemandirian dan kesadaran untuk menjaga konsistensi ibadah tanpa harus selalu diingatkan,” tutur Solichin.

Selain membaca Alquran secara mandiri, pembinaan juga diperkuat lewat kegiatan mengajar ngaji.

Ya, ini diperuntukkan untuk warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang memiliki sertifikat guru ngaji.

Baca Juga: Puluhan Narapidana di Lapas Kelas II A Kediri Ikuti Sidang TPP, Ini Hasilnya

Lebih lanjut, Solichin menjelaskan, pembinaan spiritual di Pondok At-Taubah memang diarahkan sebagai ruang refleksi pribadi.

Pendekatan ibadah yang dijalani secara sadar dan mandiri dinilai lebih kuat dampaknya. Juga mampu membawa perubahan yang bertahan lama. Itu karena berangkat dari kesadaran dalam diri sendiri.

“Melalui One Day One Juz dan kegiatan mengajar ngaji, Lapas Kediri berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih bermakna selama Ramadan,” bebernya.

Di lain sisi, seorang warga binaan berinisial G mengaku adanya One Day One Juz membuat pikirannya lebih tertata.

Ia merasa lebih tenang dan mulai menerima perjalanan hidup yang membawanya sampai di titik ini.

Menurutnya, rutinitas membaca dan mempelajari Alquran membantu dirinya melihat kembali keputusan-keputusan masa lalu. Dari situ muncul keinginan untuk memperbaiki diri dan menjalani hari ke depan dengan lebih baik.

Baca Juga: Dapat Remisi, Belasan Napi di Lapas Kelas II A Kediri Langsung Rasakan Kemerdekaan

“Ingin menjadikan Ramadan kali ini sebagai titik balik selama menjalani sisa masa pidana,” pungkasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#lapas kelas ii a kediri #warga binaan pemasyarakatan #ramadan #narapidana #kota kediri