Pelakunya pencurian bernama Damas, 25. Dia belum sampai membawa lari uang curian karena keburu diketahui Sudarmanto, 49.
Menurut sang marbot, dia melihat pelaku datang dengan bersepeda federal. Dia yang sedang duduk di teras rumah bersama istrinya, Suparti, curiga melihat gerak-gerik pelaku. Yang mengendap-endap memasuki masjid.
“Saya ngopi di sini (teras rumah) sama istri. Terus anak itu tingak-tinguk, baru masuk ke masjid. Awalnya saya kira mau salat, tapi kok tidak mengambil air wudhu dan lampunya enggak dinyalakan? Akhirnya saya hampiri pelan-pelan,” ceritanya.
Sudarmanto pun mengintip bagian dalam masjid. Belum lima menit dari waktu pelaku datang, satu dari tiga kotak amal sudah terbuka. Saat dipergoki, pelaku sedang memasukkan sejumlah uang ke dalam tas selempang.
“Dia bawa kunci-kunci, banyak sekali dan macam-macam. Sepertinya komplet,” tambah laki-laki yang akrab disapa Slamet itu.
Ketika tertangkap basah pelaku tidak memberikan perlawanan. Pemuda berperawakan tinggi besar itu tidak berkutik saat Sudarmanto dan istrinya menghadang di satu-satunya pintu yang terbuka.
“Waktu saya lihat dia masukkan uang infaq ke dalam tasnya, saya langsung teriak ‘maling-maling,’ gitu. Tapi dia tenang sekali Mbak. Duduk bersila menghadap barat. Seperti orang lagi mbetok celengan,” jelas Sudarmanto.
Ketika ditanya terkait alasan mencuri uang dari kotak amal masjid, pelaku berdalih untuk membeli makan. “Alasannya lapar. ‘Aku keluwen, Pak,’ begitu. Tapi waktu saya bilang ‘Kalau kelaparan ya kerja,’ alasannya ganti lagi. Katanya kepepet utang. Sedangkan di dompetnya juga ada uang sekitar Rp 200 ribuan lebih mungkin. Tapi dia nggak ada KTP,” jelasnya.
Selang beberapa saat, warga sekitar beserta aparat dari Polsek dan Koramil Mojoroto datang ke TKP. Polisi juga sempat menggeledah indekos pelaku yang berada di Jalan Angkasa, Kelurahan Lirboyo.
“Gak ketemu apa-apa di sana. Isi kamarnya hanya kasur sama sedikit barang-barang. Kalau kata tetangga kosnya, anak ini memang katanya sering keluar malam-malam naik sepeda. Sudah enam bulan ngekos di sana,” papar Sudarmanto.
Berdasarkan data yang didapat koran ini di lapangan, aksi pencurian kotak amal oleh pelaku diduga bukan kali pertama. Sebab, di lokasi berbeda, tepatnya di Musala Ar Rahman, seorang pencuri uang kotak amal sempat tertangkap kamera closed circuit television (CCTV). Setelah melakukan pengecekan dengan mencocokkan ciri-ciri serta sepeda yang dipakai, diduga pelaku adalah orang yang sama.
“Di masjid ini baru pertama kali (pencurian kotak amal). Tapi di sekitar sini memang sering. Di masjid lain pernah sampai jutaan karena kotak infaqnya memang diletakkan di dekat jalan,” kata Suparti menambahkan.
Sementara itu, Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason belum dapat dimintai keterangan oleh wartawan koran ini. Hingga berita ini diturunkan, pesan Whatsapp dan telepon belum direspon.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah