Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sakit Liver Menghantui Mbak Pur

adi nugroho • Selasa, 24 Agustus 2021 | 16:34 WIB
sakit-liver-menghantui-mbak-pur
sakit-liver-menghantui-mbak-pur


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, Red) tidak hanya rawan terkena HIV/AIDS dan penyakit kelamin lainnya. Namun, pemandu lagu di karaoke Kota Angin juga dihantui sakit liver dan gagal ginjal. Karena setiap malam, Mbak Pur harus mendampingi tamu berkaraoke, memberi servis plus-plus, dan minum minuman keras (miras). “Minum alkohol yang berlebihan akan menyebabkan livernya kena dan bisa gagal ginjal,” ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Nganjuk dr Arief Subyanto. 


Alkohol sangat berbahaya bagi kesehatan liver dan ginjal. Dengan minum alkohol maka kerja liver atau hati akan sangat keras. Padahal, liver berfungsi memproses apa yang kita makan atau minum, dan menyaring zat racun yang beredar dalam darah, mengatur metabolisme gula, serta membantu melawan infeksi.  Saat mencerna alkohol, sebagian sel hati bisa mati. Ujung-ujungnya, akan terjadi fatty liver atau perlemakan hati alkoholik. Hingga akhirnya kerusakan di liver akan terjadi.


Selain menyebabkan kerusakan di liver, minum miras juga mengganggu kesehatan ginjal. Tekanan darah orang yang suka minum alkohol cenderung tinggi. Ini yang menjadi salah satu penyebab gagal ginjal. Akibatnya, pasien harus menjalani cuci darah. “Paling berbahaya jika minum miras dicampur dengan obat,” ingat Arief.


Sayang, dokter asli Kertosono ini tidak memiliki data terkait Mbak Pur yang mengalami gangguan liver dan gagal ginjal karena minum miras. Karena saat pasien berobat, mereka tidak pernah menceritakan latar belakangnya. Mereka hanya mengeluhkan sakit di bagian liver dan ginjalnya.


Meski demikian, Arief meminta kepada Mbak Pur dan masyarakat yang suka minum miras untuk berhati-hati. Mereka jangan minum miras secara berlebihan. Apalagi, jika minum miras oplosan atu dicampur dengan obat. Karena bisa menyebabkan nyawa melayang. “Miras oplosan itu tidak jelas kadar alkoholnya. Jadi, lebih berbahaya,” ingatnya.


Secara terpisah, Mbak Pur mengaku minum miras setiap malam saat berkaraoke dengan tamu. Bahkan, dalam semalam, dia bisa minum lebih dari sepuluh botol. Karena itu, tak jarang, dia harus tertidur di tempat karaoke karena mabuk berat. “Biasanya sampek teler di sofa,” ujarnya.


Terkait ancaman sakit liver atau gagal ginjal, Mbak Pur juga takut. Dia berusaha keras mengurangi risiko tersebut dengan  minum air kelapa muda dan minum soft drink berisi air kelapa setiap hari. “Mudah-mudahan saya bisa segera berhenti jadi pemandu lagu,” harapnya.

Editor : adi nugroho
#karaoke #sakit #kabar nganjuk #radar nganjuk #bisnis