Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kredit Motor dari Hasil Ngemis

adi nugroho • Selasa, 24 Oktober 2017 | 22:29 WIB
kredit-motor-dari-hasil-ngemis
kredit-motor-dari-hasil-ngemis


KEDIRI KOTA- Dua orang asal Tuban ini benar-benar menjadikan mengemis jadi pekerjaan. Mereka sampai berkelana hingga Kediri dengan mengendarai motor. Ironisnya, motor kreditan itu mereka angsur dari uang hasil mengemisnya.


Namun, petualangan pengemis ‘antarkota’ itu terhenti kemarin. Satpol PP Kota Kediri mengamankan kedua orang itu saat ‘bekerja’ di pertigaan Jalan Iskandar Muda, Kota Kediri kemarin.


Kedua pengemis itu adalah Suwarno, 48, dan Reso, 50. Keduanya adalah warga Desa Kedungjampi, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Keduanya langsung diserahkan ke Dinas Sosial Kota Kediri.


Tindakan Satpol PP tersebut bermula dari informasi dari masyarakat. Warga merasa resah dengan kehadiran dua pengemis itu.


“Regu kami langsung meluncur ke TKP untuk mengecek. Ternyata memang ada. Kami langsung angkut untuk pendataan di mako,” terang Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Nur Khamid.


Saat beraksi, Suwarno menggunakan kruk (alat bantu jalan) karena menderita kusta. Sedangkan Reso membalut kakinya dengan perban. Agar terlihat luka beneran, perban itu ditetesi obat merah. Agar dramatis dan mengundang iba, Reso pura-pura tak bisa berjalan.


Ketika Satpol PP memeriksa Suwarno mereka menemukan kontak motor dan kartu parkir. Petugas kemudian menelusuri kartu parkir tersebut. Kemudian motor keduanya ketemu di parkiran Jalan KH Ahmad Dahlan, Mojoroto. Yaitu motor Honda Beat bernopol S 4614 GP. Kepada petugas Suwarno mengaku motor tersebut masih kredit.


“Sepeda motor tersebut juga dicicil menggunakan uang hasil mengemis,” lanjut Nur Khamid.


Suwarno mengaku setiap harinya bisa mendapatkan Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu. Dengan durasi mengemis selama 3 - 5 jam. Saat ditangkap keduanya mengaku baru sampai Kediri. Keduanya berencana beroperasi di Kediri hingga beberapa hari.


“Tidurnya biasanya di Pasar Setonobetek atau Pasar Pahing. Kedua gelandangan dan pengemis (gepeng) itu kemudian diserahkan ke pihak Dinsos Kota Kediri.

Editor : adi nugroho
#razia gepeng #pengemis