Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Anak Punk Tewas Dikeroyok

adi nugroho • Kamis, 7 September 2017 | 18:00 WIB
anak-punk-tewas-dikeroyok
anak-punk-tewas-dikeroyok


KEDIRI KOTA- Berawal dari penemuan tubuh yang sudah membusuk di area hutan milik Perum Perhutani KRPH Pandantoyo, Ngancar, Kabupaten Kediri, pembunuhan itu terkuak. Mayat Mr X yang ditemukan Selasa (5/9) itu ternyata adalah Imam Subekti alias Reggae, 25. Dia tewas setelah dikeroyok oleh 13 orang sesama anak punk.



Ironisnya, pengeroyokan terhadap warga Dusun Jegles, Tarokan, Kabupaten Kediri itu sudah terjadi dua minggu lalu, Kamis (24/8). Namun, mayatnya baru ditemukan dua hari lalu.


Lokasi pengeroyokan dengan pembuangan mayat pun sangat jauh. Mencapai 30 kilometer jauhnya. Reggae dikeroyok di utara Pasar Grosir di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Di satu bangunan yang belum jadi. Sedangkan lokasi dibuangnya mayat itu berada di lereng Gunung Kelud!




Hingga kemarin sudah ada 10 pelaku pengeroyokan yang tertangkap. Mayoritas masih di bawah umur. Polisi pun masih belum bersedia memberi banyak keterangan terkait kasus tersebut. Mereka masih mengebut melakukan pemeriksaan terhadap para pelaku pengeroyokan.


“Kami masih dalam pemeriksaan. Mohon waktunya,” terang Kapolsek Kediri Kota Kompol Sucipto.


Namun, polisi kemarin melakukan pra-rekonstruksi. Polisi dari reserse kriminal (reskrim) Polsek Kota bersama tim identifikasi Polresta Kediri mendatangi lokasi pengeroyokan Reggae. Menurut polisi, pra-rekonstruksi itu dilakukan karena ada beberapa barang bukti yang harus dicari di tempat kejadian perkara (TKP).


Berdasarkan informasi, 10 dari 13 pelaku pengeroyokan yang sudah tertangkap adalah FAF, 16, AS, 17, VDW, 13, ketiganya warga Kecamatan Pesantren. Kemudian ada  DAH, 18,  GHN, 17, dan RSA, 18, yang merupakan warga Kecamatan Kota. Dua pengeroyok lain beralamat di Mojroto, yaitu AF, 14 dan KMC, 15. Sedangkan dua orang merupakan warga Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Yaitu RFR, 17, dan Beril Kholif Arohman, 19.


Namun, dari sepuluh pelaku itu hanya dua orang yang dibawa polisi dalam pra-rekonstruksi. Yaitu FAF dan KMC. Dalam olah TKP tersebut petugas menemukan barang-barang yang sangat mengejutkan. Di antaranya adalah roti kalung atau senjata dari gir sepeda motor yang diduga digunakan untuk menghajar Reggae. Juga batu-bata, celana korban, dan botol-botol bekas minuman keras jenis arak jowo (arjo). Kedua pelaku mengakui barang tersebut memang milik kelompoknya. Petugas pun menemukan bungkus obat kuat yang menurut pelaku digunakan untuk campuran arjo.


Semua barang bukti yang didapat dari TKP tersebut kemudian diamankan di Mako Polsek Kota bersama dengan beberapa barang bukti yang sudah diamankan sebelumnya.


Editor : adi nugroho