25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Endorse Judi Online, Raih Belasan Juta

- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ulah Muhammad Akbar Rizak alias DJ Acan, 24, dan Ferdiansyah Putra, 21, menerima endorse judi online berujung penjara. Youtuber asal Desa/Kecamatan Wates ini ditangkap Agustus lalu. Penghasilan yang total mencapai belasan juta rupiah pun kini tiada artinya.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa kemarin dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rudita Setya Hermawan. Di depan DJ Acan dan Ferdiansyah, Rudita menggali cara keduanya membuat konten promosi situs judi online.

“Apa kamu memang youtuber untuk konten judi?” tanya Rudita di PN Kabupaten Kediri kemarin. DJ Acan pun langsung mengelak. Laki-laki kelahiran 1998 lalu itu menyebut akun Youtube miliknya berisi tentang musik. Hanya saja, saat itu kebetulan dia mendapat endorse dari situs judi online.

Video yang di-upload di channel Youtube miliknya  menampilkan perempuan yang sedang berjoget dengan alunan musik khas DJ. Yang menjadi masalah, ada tulisan situs judi online di pakaian sang artis.

Hal itulah yang membuat konten DJ Acan dan Ferdiansyah dianggap melanggar UU ITE. “Kaos yang di video ini dikirim yang endorse,” lanjut DJ Acan. Selain kaos, biasanya peng-endorse juga mengirim tanktop.

Baca Juga :  Mutasi Kapolres Kediri, Sisakan ‘Warisan’ untuk sang Pengganti
- Advertisement -

Dalam pemeriksaan, DJ Acan mengaku tidak hanya menerima endorse dari situs judi online Pargoy 38. Melainkan, selama 11 bulan terakhir dia menerima endorse dari empat situs judi online.

Dari satu video yang dibuat, dia mendapat uang Rp 1-3 juta. Khusus untuk video Pargoy 38, dia mengaku mendapat uang Rp 3 juta. “Uangnya ini digunakan untuk menutupi keuangan,” dalihnya.

Diakui Acan, pendapatannya tiap bulan tak menentu. Tergantung jumlah viewer dari channel Youtube miliknya. Akun dengan subscriber 1,22 juta bisa meraup Rp 10 hingga Rp 20 juta dalam sebulan. Jika jumlah viewers makin banyak, akan tinggi pula uang yang didapat.

Meski pendapatannya relatif tinggi, menurut Acan dia juga harus merogoh kocek untuk membayar produksinya. Mulai membayar karyawan Rp 3 juta per bulan. Serta modal Rp 350 ribu untuk satu kali konten.

Acan menjelaskan, channel Youtube miliknya beroperasi sejak 2017 lalu. Awalnya jumlah viewers hanya sekitar 500-an. Semakin banyaknya konten membuat jumlah penonton bisa naik hingga jutaan. Akibatnya, dia pernah mendapat plat silver dari Youtube.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Taman Hijau SLG: Didi Klaim Tak Terkait Lelang

Dalam prosesnya, Acan dibantu oleh Ferdiansyah yang merupakan editor video. “Kalian berdua ini sebenarnya berbakat. Namun sayangnya digunakan hal yang negatif,” tandas Rudita mewanti-wanti setelah di-endorse judi online mereka bisa di-endorse video porno.

Karenanya, pria asli Banyuwanti ini meminta dua terdakwa untuk lebih selektif saat memilih job yang akan diterima. Sehingga, tidak harus berurusan dengan hukum.

Untuk diketahui, setelah terbelit kasus endorse judi online, tidak hanya Acan dan Ferdiansyah saja yang harus mendekam di penjara. Peralatan pembuatan video dengan harga sekitar Rp 500 juta turut disita sebagai barang bukti.

Seperti diberitakan, DJ Acan dan Ferdiansyah ditangkap pada 14 Agustus 2022. Polisi menyamar sebagai pihak peng-endorse meminta dibuatkan video. Akibat perbuatan tersebut, keduanya didakwa pasal 45 ayat (2) UU No. 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 303 ayat (1) jo pasal 55 ayat 1 KUHP.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Ulah Muhammad Akbar Rizak alias DJ Acan, 24, dan Ferdiansyah Putra, 21, menerima endorse judi online berujung penjara. Youtuber asal Desa/Kecamatan Wates ini ditangkap Agustus lalu. Penghasilan yang total mencapai belasan juta rupiah pun kini tiada artinya.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa kemarin dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Rudita Setya Hermawan. Di depan DJ Acan dan Ferdiansyah, Rudita menggali cara keduanya membuat konten promosi situs judi online.

“Apa kamu memang youtuber untuk konten judi?” tanya Rudita di PN Kabupaten Kediri kemarin. DJ Acan pun langsung mengelak. Laki-laki kelahiran 1998 lalu itu menyebut akun Youtube miliknya berisi tentang musik. Hanya saja, saat itu kebetulan dia mendapat endorse dari situs judi online.

Video yang di-upload di channel Youtube miliknya  menampilkan perempuan yang sedang berjoget dengan alunan musik khas DJ. Yang menjadi masalah, ada tulisan situs judi online di pakaian sang artis.

Hal itulah yang membuat konten DJ Acan dan Ferdiansyah dianggap melanggar UU ITE. “Kaos yang di video ini dikirim yang endorse,” lanjut DJ Acan. Selain kaos, biasanya peng-endorse juga mengirim tanktop.

Baca Juga :  Mutasi Kapolres Kediri, Sisakan ‘Warisan’ untuk sang Pengganti

Dalam pemeriksaan, DJ Acan mengaku tidak hanya menerima endorse dari situs judi online Pargoy 38. Melainkan, selama 11 bulan terakhir dia menerima endorse dari empat situs judi online.

Dari satu video yang dibuat, dia mendapat uang Rp 1-3 juta. Khusus untuk video Pargoy 38, dia mengaku mendapat uang Rp 3 juta. “Uangnya ini digunakan untuk menutupi keuangan,” dalihnya.

Diakui Acan, pendapatannya tiap bulan tak menentu. Tergantung jumlah viewer dari channel Youtube miliknya. Akun dengan subscriber 1,22 juta bisa meraup Rp 10 hingga Rp 20 juta dalam sebulan. Jika jumlah viewers makin banyak, akan tinggi pula uang yang didapat.

Meski pendapatannya relatif tinggi, menurut Acan dia juga harus merogoh kocek untuk membayar produksinya. Mulai membayar karyawan Rp 3 juta per bulan. Serta modal Rp 350 ribu untuk satu kali konten.

Acan menjelaskan, channel Youtube miliknya beroperasi sejak 2017 lalu. Awalnya jumlah viewers hanya sekitar 500-an. Semakin banyaknya konten membuat jumlah penonton bisa naik hingga jutaan. Akibatnya, dia pernah mendapat plat silver dari Youtube.

Baca Juga :  Tak Dapat Kerja, Alumnus Sastra Jepang Ini Bunuh Diri di Taman Brantas

Dalam prosesnya, Acan dibantu oleh Ferdiansyah yang merupakan editor video. “Kalian berdua ini sebenarnya berbakat. Namun sayangnya digunakan hal yang negatif,” tandas Rudita mewanti-wanti setelah di-endorse judi online mereka bisa di-endorse video porno.

Karenanya, pria asli Banyuwanti ini meminta dua terdakwa untuk lebih selektif saat memilih job yang akan diterima. Sehingga, tidak harus berurusan dengan hukum.

Untuk diketahui, setelah terbelit kasus endorse judi online, tidak hanya Acan dan Ferdiansyah saja yang harus mendekam di penjara. Peralatan pembuatan video dengan harga sekitar Rp 500 juta turut disita sebagai barang bukti.

Seperti diberitakan, DJ Acan dan Ferdiansyah ditangkap pada 14 Agustus 2022. Polisi menyamar sebagai pihak peng-endorse meminta dibuatkan video. Akibat perbuatan tersebut, keduanya didakwa pasal 45 ayat (2) UU No. 19/2016 tentang Informasi Transaksi Elektronik jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan pasal 303 ayat (1) jo pasal 55 ayat 1 KUHP.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/