25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Kisah Aan, Bangkit setelah Terjerat Problem Kekerasan dalam Rumah Tangga

Suami yang Berselingkuh, Dia Justru Dituduh

- Advertisement -

Sifat kasar sang suami sudah terlihat bahkan ketika belum menikah. Perlakuan kasar itu kian menjadi setelah menikah. Setelah bercerai, dia masih harus berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak.

Kisah Aan ini mungkin bisa menggambarkan betapa rentannya istri dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Mereka sering menjadi korban. Dalam berbagai permasalahan KDRT, kebanyakan yang menjadi korban adalah pihak istri.

Aan memang mengawali bahtera rumah tangga tidak dengan mulus. Wanita ini dalam keadaan hamil ketika dinikahi sang pacar yang kemudian jadi suaminya-sebut saja Reha. Alias hamil duluan.

Dia sudah hidup serumah dengan sang pacar. Di rumah kos dekat Pasar Bandar. Inilah yang membuat masa pacara mereka jadi kelewatan. Hingga hamil di luar nikah.

Sebelum melangsungkan pernikahan, wanita kelahiran 1996 ini meminta restu orang tua Reha. Sempat tak direstui. Karena dia yang hanya lulusan SMP. Bahkan, anak di kandungannya tak dianggap sebagai cucu oleh kedua orang tua sang pacar.

- Advertisement -

Ketidaksukaan keluarga suaminya juga terlihat di acara pernikahan. Tidak ada satupun kerabat yang datang. Akhirnya, setelah resmi jadi pasangan suami istri, dia dan suaminya tinggal di rumah orang tuanya sendiri.

Baca Juga :  Supar Divonis 18 Tahun Penjara

Ketika resmi jadi istri, Aan masih mendapat perlakuan kasar. Terutama secara fisik. Mulai ditendang hingga dilempar. Pun, ketika dia tengah menyusui sang anak, perlakuan kasar itu masih terjadi.

Beberapa kali dia harus merasakan dampak dari  sikap kasar sang suami. Ibu empat anak ini pernah tak bisa berjalan. Akibat ditendang di bagian kaki oleh Reha.

Tak hanya secara fisik, suaminya juga melakukan kekerasan batin. Dia memiliki perempuan idaman lain alias selingkuhan.

Ironisnya, selama menjadi suami, Reha tidak mampu menafkahi secara finansial. Untuk makan sehari-hari saja harus meminta kepada ibunya. Karena itulah dia  terpaksa mencari pekerjaan. Karena bekerja, anaknya kemudian diasuh oleh sang nenek.

Suatu saat, suaminya menuduh Aan berselingkuh dengan rekan kerjanya. “Dia yang selingkuh, namun saya yang dijelekkan,” imbuhnya.

Keduanya kemudian pisah ranjang. Pada saat itu sudah memiliki dua anak perempuan. Lucunya, meskipun pisah ranjang tapi suaminya masih sering mengunjunginya.

Saat itu sang suami merayu Aan. Ingin rukun lagi karena dia berharap mendapat anak laki-laki. Rayuan itupun mengena. Aan kembali rukun hingga hamil dan melahirkan anak laki-laki. Anehnya, sang anak ini justru tak diakui oleh Reha.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Merehab Seribu Rumah Tak Layak Huni di 12 Kecamatan

Aan mengaku, dia berusaha mempertahankan mahligai rumah tangga demi anak-anaknya. Meskipun dia mendapat perlakukan kasar secara fisik tak pernah dilaporkan ke polisi. Sayang, sikap itu justru dibalas sebaliknya oleh sang suami.

“Tapi sekarang saya yang dilaporkan sampai ke pengadilan agama,” kataAan.

Laporan itu terkait hak asuh anak. Dengan berbagai tuduhan yang tidak masuk akal, Reha berusaha mengambil hak asuh anak nomor dua. Untungnya, hasil persidangan, Aan yang berhasil mendapatkan hak asuh.

Merasa tidak terima dengan putusan majelis hakim, sang suami melakukan demo di Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri. Aan juga mendapat ancaman dari pihak keluarga suaminya yang tidak setuju dengan putusan hakim.

Sempat mengalami trauma akibat pernikahan sebelumnya. Kini Aan sudah menikah lagi. Dari pernikahan tersebut, dikaruniai satu anak. Meski pernah mengalami pengalaman yang pahit, kini ia memilih untuk fokus pada hidupnya saat ini.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

Sifat kasar sang suami sudah terlihat bahkan ketika belum menikah. Perlakuan kasar itu kian menjadi setelah menikah. Setelah bercerai, dia masih harus berjuang untuk mendapatkan hak asuh anak.

Kisah Aan ini mungkin bisa menggambarkan betapa rentannya istri dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga. Mereka sering menjadi korban. Dalam berbagai permasalahan KDRT, kebanyakan yang menjadi korban adalah pihak istri.

Aan memang mengawali bahtera rumah tangga tidak dengan mulus. Wanita ini dalam keadaan hamil ketika dinikahi sang pacar yang kemudian jadi suaminya-sebut saja Reha. Alias hamil duluan.

Dia sudah hidup serumah dengan sang pacar. Di rumah kos dekat Pasar Bandar. Inilah yang membuat masa pacara mereka jadi kelewatan. Hingga hamil di luar nikah.

Sebelum melangsungkan pernikahan, wanita kelahiran 1996 ini meminta restu orang tua Reha. Sempat tak direstui. Karena dia yang hanya lulusan SMP. Bahkan, anak di kandungannya tak dianggap sebagai cucu oleh kedua orang tua sang pacar.

Ketidaksukaan keluarga suaminya juga terlihat di acara pernikahan. Tidak ada satupun kerabat yang datang. Akhirnya, setelah resmi jadi pasangan suami istri, dia dan suaminya tinggal di rumah orang tuanya sendiri.

Baca Juga :  Mio Tabrak Vega di Kertosono, Satu Meninggal

Ketika resmi jadi istri, Aan masih mendapat perlakuan kasar. Terutama secara fisik. Mulai ditendang hingga dilempar. Pun, ketika dia tengah menyusui sang anak, perlakuan kasar itu masih terjadi.

Beberapa kali dia harus merasakan dampak dari  sikap kasar sang suami. Ibu empat anak ini pernah tak bisa berjalan. Akibat ditendang di bagian kaki oleh Reha.

Tak hanya secara fisik, suaminya juga melakukan kekerasan batin. Dia memiliki perempuan idaman lain alias selingkuhan.

Ironisnya, selama menjadi suami, Reha tidak mampu menafkahi secara finansial. Untuk makan sehari-hari saja harus meminta kepada ibunya. Karena itulah dia  terpaksa mencari pekerjaan. Karena bekerja, anaknya kemudian diasuh oleh sang nenek.

Suatu saat, suaminya menuduh Aan berselingkuh dengan rekan kerjanya. “Dia yang selingkuh, namun saya yang dijelekkan,” imbuhnya.

Keduanya kemudian pisah ranjang. Pada saat itu sudah memiliki dua anak perempuan. Lucunya, meskipun pisah ranjang tapi suaminya masih sering mengunjunginya.

Saat itu sang suami merayu Aan. Ingin rukun lagi karena dia berharap mendapat anak laki-laki. Rayuan itupun mengena. Aan kembali rukun hingga hamil dan melahirkan anak laki-laki. Anehnya, sang anak ini justru tak diakui oleh Reha.

Baca Juga :  Gerebek Judi, Polsek Banyakan Amankan Lima Ayam dan 3 Kiso

Aan mengaku, dia berusaha mempertahankan mahligai rumah tangga demi anak-anaknya. Meskipun dia mendapat perlakukan kasar secara fisik tak pernah dilaporkan ke polisi. Sayang, sikap itu justru dibalas sebaliknya oleh sang suami.

“Tapi sekarang saya yang dilaporkan sampai ke pengadilan agama,” kataAan.

Laporan itu terkait hak asuh anak. Dengan berbagai tuduhan yang tidak masuk akal, Reha berusaha mengambil hak asuh anak nomor dua. Untungnya, hasil persidangan, Aan yang berhasil mendapatkan hak asuh.

Merasa tidak terima dengan putusan majelis hakim, sang suami melakukan demo di Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri. Aan juga mendapat ancaman dari pihak keluarga suaminya yang tidak setuju dengan putusan hakim.

Sempat mengalami trauma akibat pernikahan sebelumnya. Kini Aan sudah menikah lagi. Dari pernikahan tersebut, dikaruniai satu anak. Meski pernah mengalami pengalaman yang pahit, kini ia memilih untuk fokus pada hidupnya saat ini.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/