Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terdakwa Penipuan Rekrutmen PNS Pemkab Kediri Divonis 30 Bulan

Terdakwa Pernah Dihukum dalam Perkara Sama

26 November 2021, 10: 17: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

Terdakwa Penipuan Rekrutmen PNS Pemkab Kediri Divonis 30 Bulan

MASIH PIKIR-PIKIR: Nanang Suryono mengikuti persidangan melalui layar monitor di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri. (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this      

NGASEM, JP Radar Kediri– Nanang Suryono, 39, terdakwa kasus penipuan modus rekrutmen CPNS, divonis hukuman 2 tahun 6 bulan atau 30 bulan penjara. Laki-laki asal Jalan Tlutur, Kelurahan Jingglong, Ponorogo ini dinyatakan terbukti bersalah dalam persidangan yang berlangsung kemarin.

“Terdakwa terbukti secara bersama-sama melakukan penipuan,” terang M. Fahmi Hary Nugroho, ketua majelis hakim, yang memimpin persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri.

Baca juga: Lilin Terjatuh, Rumah di Desa Kudu Terbakar

Informasi yang didapat koran ini menyebut, putusan hukuman yang diterima Nanang ini sama dengan terdakwa Endang Widarti, 57, rekannya, yang sudah divonis terlebih dahulu.

Perempuan asal Desa Wonoasri, Kecamatan Grogol divonis hukuman yang sama. Yakni 2 tahun 6 bulan penjara pada Maret lalu. Nanang dan Endang terbukti terlibat dalam penggelapan dengan modus dapat memasukkan korbannya jadi pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Kediri.

Akibat perbuatan keduanya, Tri Cahyati dan keluarganya yang menjadi korban penipuan mengalami kerugian hingga Rp 250 juta.

Seperti diketahui, putusan yang diberikan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan JPU. Dalam persidangan Selasa (9/11), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Iskandar menganggap Nanang telah melanggar pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dia dituntut hukuman tiga tahun penjara.

Rupanya ada beberapa pertimbangan majelis hakim dalam membuat putusan. Hal yang memberatkan, perbuatan Nanang meresahkan masyarakat dan menimbulkan kerugian bagi orang lain. Dia juga pernah dihukum dalam perkara yang sama dan belum mengembalikan kerugian korban.

Sedangkan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan di persidangan. “Dengan putusan yang dibacakan, terdakwa berhak menerima, pikir-pikir atau mengajukan banding,” jelas Fahmi yang didampingi hakim anggota Muhammad Rifa Riza dan Evan Setiawan.

Menanggapi putusan hakim tersebut, Nanang diwakili penasihat hukum (PH)-nya, Imam Muslim, mengatakan, masih pikir-pikir. Begitu juga dengan JPU. Iskandar menyatakan, hal yang sama. Masih pikir-pikir. Dengan begitu hakim memberikan waktu selama satu minggu untuk PH Nanang dan JPU untuk bersikap sebelum menjadi keputusan hukum tetap. (ara/ndr) 

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia