Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

Satpol PP dan Dinsos Kota Kediri Jaring 10 Gepeng

26 November 2021, 10: 23: 09 WIB | editor : Adi Nugroho

Satpol PP dan Dinsos Kota Kediri Jaring 10 Gepeng

PASRAH:Tim satpol PP bersama polisi dan dinas sosial menggiring gelandangan dan pengemis yang tertangkap di Jl Panglima Sudirman Kota Kediri. Total ada sepuluh orang yang kemarin dibawa ke barak dinas sosial di Kelurahan Semampir. (ILMIDZA AMALIA NADZIRA, Kota, Jawa Pos Radar Kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Satpol PP dan Dinas Sosial Kota Kediri mengamankan 10 gelandangan dan pengemis (gepeng), kemarin. Razia yang digelar di sejumlah jalan protokol Kota Kediri itu sempat diwarnai aksi kejar-kejaran. Itu terjadi karena orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang akan ditangkap berusaha melarikan diri.

          Razia digelar mulai pukul 10.00. Tim satpol PP dan dinas sosial langsung menyasar Jl Brigjen Pol Imam Bahri, Jl Mayjen Panjaitan, Jl Kapten Tendean. Selanjutnya menuju Jl Perintis Kemerdekaan, alun-alun di Jl Panglima Sudirman, hingga ke Jl Hayam Wuruk.

          Saat tiba di depan RS Baptis, tim sudah menjaring satu gepeng yang mangkal di lampu merah. Seorang pria yang mengamen di sana langsung dimasukkan ke mobil satpol PP tanpa perlawanan.

Baca juga: Besok Novi dan Izza Siap Buka-bukaan

          Kondisi berbeda terjadi saat tim menjaring gepeng di Jl Panglima sudirman. Dua orang gepeng yang juga ODGJ langsung melarikan diri saat melihat petugas satpol dan tim dinas sosial.

          Tak ingin buruannya kabur, tim langsung mengejar dua ODGJ tersebut. Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, keduanya berhasil ditangkap. Meski sempat memberontak, mereka menurut saja saat diapit oleh petugas menuju mobil satpol.

          Aksi kejar-kejaran juga terjadi saat tim menangkap gepeng di Jl Hayam Wuruk. Meski demikian, dalam kondisi arus lalu lintas yang ramai, mereka tidak memiliki alternatif lokasi untuk kabur. Hingga pukul 11.30 kemarin, total ada 10 orang yang terjaring. Mereka langsung dibawa ke Barak Penampungan Sosial di Kelurahan Semampir.

Kasi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Sentot Atmadi Wahyudi mengungkapkan, razia kemarin dilakukan untuk menjaga agar situasi Kota Kediri kondusif. “Sekaligus mencegah penularan Covid-19. Para gepeng dan ODGJ itu juga rentan tertular,” kata Sentot sembari menyebut razia juga menegakkan Perda N.1/2016 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat.

          Lebih jauh Sentot menjelaskan, enam gelandangan dan empat ODGJ yang kemarin terjaring langsung didata. Selanjutnya, mereka akan menjalani pembinaan di barak. 

Terpisah, Kasi Rehabilitasi Sosial Tuna Susila Dinsos Kota Kediri Sumarni menambahkan, razia kemarin tidak hanya dilakukan oleh dinsos dan satpol PP saja. Melainkan juga gabungan dengan polisi dan dinas kesehatan. “Ini (razia, Red) untuk menertibkan situasi jalanan. Keberadaan mereka bertentangan dengan ketertiban umum,” terang Sumarni.

Sesuai hasil pendataan, menurut Sumarni ada beberapa gepeng yang merupakan wajah lama. Mereka pernah terjaring razia tetapi tetap kembali ke jalan lagi.

          Untuk diketahui, 10 gepeng yang terjaring kemarin tidak hanya dibina saja. Melainkan mereka juga diperiksa kondisi kesehatannya. “Yang terindikasi sakit akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” terang Sumarni.

          Bagaimana nasib mereka setelah tinggal di barak sementara? Sumarni menjelaskan, gepeng yang masih memiliki keluarga akan diantar ke rumahnya. Adapun ODGJ akan menjalani pengobatan di rumah sakit jiwa. (ica/ut)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia