Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Jadi Kurir Narkoba, Warga Badas Dituntut Delapan Tahun Penjara

25 November 2021, 10: 01: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Jadi Kurir Narkoba, Warga Badas Dituntut Delapan Tahun Penjara

SIDANG DARING: Ahmad Nabilla mendengarkan tuntutan JPU melalui layar monitor Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri kemarin. (Habibah A. Muktiara - radar kediri)

Share this      

NGASEM, JP Radar Kediri– Tak hanya didakwa mengonsumsi sabu-sabu, Ahmad Nabilla, 20, juga mengedarkannya. Terdakwa asal Saradan, Madiun yang tinggal di Desa Sekoto, Kecamatan Badas ini dituntut 8 tahun penjara.

“Perbuatan terdakwa terbukti menyalahgunakan narkotika golongan satu sebagaimana pasal 127 ayat 1 huruf a UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” terang Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch. Iskandar kemarin.

Baca juga: Warga Gurah Temukan Ayahnya Meninggal di Bangunan Rumah Belum Jadi

Tak hanya itu, Ahmad juga dituntut pasal 98 ayat 2 dan 3 sebagaimana dimaksud pasal 196 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan. Dia wajib bayar denda Rp 20 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa bertentangan dengan program pemerintah memberantas peredaran gelap narkoba,” ujar Iskandar dalam sidang telekonferensi di ruang Cakra Pengadilan Negeri  (PN) Kabupaten Kediri.

Sedangkan yang meringankan, Ahmad mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum. Setelah jaksa membacakan tuntutan, ketua majelis hakim M. Fahmi Hary Nugroho memberi kesempatan terdakwa menanggapi. 

Ahmad meminta keringanan hukuman karena merasa menyesal. Hakim mengatakan akan mempertimbangkannya dalam putusan. “Sidang putusan akan dibuka pada Selasa (30/11) minggu depan,” pungkas Fahmi.

Untuk diketahui, Ahmad ditangkap polisi di Desa Sekoto, 7 Juni lalu. Dari penggeledahan ditemukan dua klip sabu seberat 0,90 dan 0,70 gram. Selain itu, juga disita 139.000 butir pil dobel L. Ahmad mendapatkan barang dari seseorang bernama Cungek (DPO). Keduanya bertemu 4 Juni lalu. Untuk menyimpan sabu dan pil koplo, Ahmad dibayar Rp 1,5 juta. Ahmad juga bertugas menjadi kurir atas perintah Cungek. (ara/ndr) 

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia