Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Isap Sabu, Mahasiswa Asal Tarokan Dituntut Enam Tahun

Simpan Barang Bukti di Bawah Tempat Tidur

25 November 2021, 09: 55: 05 WIB | editor : Adi Nugroho

Isap Sabu, Mahasiswa Asal Tarokan Dituntut Enam Tahun

HADAPI TUNTUTAN: Agung Siswanto mengikuti persidangan telekonferensi melalui layar monitor di Pengadilan Negeri Kota Kediri kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri– Agung Siswanto, 24, terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika, menghadapi tuntutan berat. Didakwa memiliki 0,28 gram sabu-sabu (SS), mahasiswa asal Desa Blimbing, Kecamatan Tarokan ini dituntut 6 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anggi Luberti menyatakan, pemuda itu terbukti menyimpan, memiliki, dan mengedarkan narkotika jenis sabu. Selain hukuman penjara, dia juga mengenakan denda sebesar Rp 3 juta. Jika tidak bisa membayar, hukumannya akan ditambah dua bulan.

Baca juga: Siswa SMA Tabrak Pemotor Menyeberang di Mojoroto

Dalam tuntutannya, JPU menyebut, Agung mengedarkan. Selain itu, ia juga didakwa memakai serbuk kristal putih tersebut. Fakta ini diketahui dari hasil tes urine terdakwa.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 114 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika,” ujar Anggi dalam persidangan daring di hadapan majelis hakim yang diketuai Hendra Pramono di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri kemarin.

Menurut dia, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menyerahkan narkotika golongan satu.

Berdasarkan fakta di persidangan, Anggi mengatakan, penangkapan Agung terjadi pada Jumat (17/9) di rumahnya. Dari hasil penggeledahan polisi ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 0,28 gram. “Barang bukti disimpan di bawah tempat tidurnya,” imbuhnya.

Dalam proses persidangan, Anggi juga membacakan hal-hal yang dipertimbangkan sebelum menjatuhkan tuntutan. Adapun hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas peredaran gelap narkoba. Selain itu juga meresahkan masyarakat.

“Sedangkan yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum,” terang jaksa Kejari Kota Kediri ini.

Setelah mendengarkan tuntutan JPU, Hendra memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi. “Saya minta keringanan Yang Mulia,” ujar Agung melalui layar monitor ruang Candra PN Kota Kediri. Dia sendiri kini masih ditahan di Lapas Kelas IIA Kediri.

Majelis hakim kemudian menunda persidangan. Selanjutnya, sidang beragenda putusan akan digelar kembali pada pekan depan (1/12). (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia