Selasa, 07 Dec 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Cemburu Buta si Mertua

25 November 2021, 09: 50: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

Cemburu Buta si Mertua

Share this      

Istri cemburu pada suami? Itu wis biasa. Lalu, bagaimana bila istri dicemburui? Sepertinya juga biasa. Toh, yang mencemburui suaminya. Eit, lalu bagaimana bila yang cemburu itu ibu mertua? Peh, kok yo enek-enek ae to..

Tapi itu benar-benar terjadi. Pada siapa? Tentu saja terjadi pada Mbok Ndewor. Warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri ini merasa tersiksa batin karena menjadi sasaran kecemburuan ibu mertuanya, Minthil.

Bagaimana bisa kisah kecemburuan itu bisa terjadi? Ini  berawal ketika Mbok Ndewor menikah dengan Sudrun. Sebagai kemanten anyar tentu saja keduanya masih asyik dengan hubungan yang mesra. Saling memanjakan. Ibaratnya, dunia terasa milik berdua. Lho, yang lain? Mungkin sekadar ngontrak.

Baca juga: Penyalahgunaan Sabu, Warga Kampungdalem Dituntut 5 Tahun Penjara

Cemburu Buta si Mertua

(ILUSTRASI: Afrizal - radar kediri)

Bagi Sudrun, masa-masa bulan madu itu dia manfaatkan sebaik-baiknya. Memberi perhatian lebih pada Mbok Ndewor. Dia rela melakukan apapun demi kebahagiaan sang istri.

Mbok Ndewor tentu saja suka dengan besarnya perhatian suaminya. Tapi, tidak demikian dengan Minthil. Si ibu mertua ini merasa perhatian Sudrun pada menantunya sudah kelewat batas. Ngalah-ngalahi adat.

“Wong ambek bojo ae kok sampek semono. Kayak ayu-ayuo dewe ae,” ketus Minthil menyindir sang menantu.

Sudrun memang anak tunggal. Sedangkan Minthil juga single parent, sejak anaknya berusia kelas 1 SD. Mungkin itu yang membuat wanita ini benar-benar menyayangi sang anak. Karena itu, begitu melihat ada orang yang disayangi anaknya seperti itu, sepertinya Minthil jadi cemburu.

Sebenarnya, di awal pernikahan anaknya sikap Minthil biasa-biasa saja. Baru setelah usia pernikahan Sudrun-Mbok Ndewor menginjak tiga bulan, sikap Minthil mulai berubah. Dia lebih banyak mencibir kepada menantunya.

Tak cukup cibiran yang diterima Mbok Ndewor. Minthil juga gencar ngrasani. Bergunjing ke tetangga tentang keburukan menantunya. Katanya, Mbok Ndewor istri yang tak tahu diri. Bisane mung dandan lan ngentekno duwite bojo.

“Mertua saya sering ngomel gini, Opo meneh iki, skincare? Rai thok sing dipoles. Kan saya jadi sakit hati. Padahal saya beli skincare ya pakai uang saya sendiri. Bukan dari Mas Sudrun,” sungut Mbok Ndewor.

Awalnya, Mbok Ndewor masih mencoba bersabar hati. Menahan perasaan. Dia menganggap itu hanya salah paham si mertua saja. Sebab, meskipun hanya sebagai freelancer, sebenarnya dia juga bekerja. Penghasilannya masih cukup untuk beli peralatan macak. Tak hanya mengandalkan gaji Sudrun yang menjadi operator mesin di salah satu pabrik. Selain itu, Sudrun sejatinya masih menyisakan penghasilannya untuk sang ibu. Dia selalu memberi jatah bulanan. 

Tapi, sekuat-kuatnya hati Rima, ternyata tak terbuat dari baja. Sakit hati  yang mendalam karena selalu jadi sasaran kecemburuan membuat Mbok Ndewor tak kuat. Akhirnya dia memutuskan untuk berpisah dengan Sudrun yang dianggapnya anak mama.

“Saya selalu dicibir dan diomongin ke tetangga, saya malu dan gak kuat,” aku Mbok Ndewor. Mungkin, di benak Mbok Ndewor dia berharap akan menemukan jodoh sekaligus mertua yang bisa menerimanya. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia