25.4 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

Kejari Kota Kediri Bakar Narkoba Ratusan Juta Rupiah

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri memusnahkan barang bukti (BB) kasus pidana yang diterima korps Adhyaksa sejak Mei-November. Dari berbagai kasus pidana yang ditangani, paling banyak merupakan kasus narkoba. Sedikitnya ada barang haram senilai Rp 150 juta yang kemarin dibakar bersama sejumlah pejabat.

Untuk diketahui, narkoba yang dibakar kemarin di antaranya 52,24 gram sabu-sabu beserta alat hisapnya. Selanjutnya 109.136 butir pil koplo, dan 30 butir riklona clonazepam.

Ada pula 4 jeriken masing-masing berusia 25 liter arak jowo (Arjo). Kemudian, 12 botol isi 1,5 liter arak kluthuk. Kejaksaan juga memusnahkan lima unit ponsel, 1 parang sepanjang 70 sentimeter, 1 pisau, dan barang bukti lainnya. Yakni, korek api, serbuk petasan, hingga topi, dan pakaian.

“Barang bukti tersebut (yang dimusnahkan, Red) adalah hasil dari 63 perkara selama enam bulan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” terang Kepala Kejari Kota Kediri Novika Muzairah Rauf usai pemusnahan BB kemarin.

Baca Juga :  Status Lima Bidang Tanah untuk Pelebaran Jalan Jembatan Mrican Belum Clear
CEGAH PENYALAHGUNAAN: Kajari Novika Muzairah Rauf memotong barang bukti parang menggunakan gerinda. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pemusnahan BB kemarin dilakukan dengan cara beragam.  Untuk BB narkoba dimasukkan ke dalam tong untuk dibakar. Perwakilan kejari dan beberapa pejabat terkait menyulutkan api ke dalam tong secara bersamaan.

- Advertisement -

Jika narkoba dimusnahkan dengan dibakar, barang bukti lain ada yang dipotong menggunakan gerinda. Yakni, untuk ponsel, parang, pisau, dan beberapa barang bukti lainnya. Adapun puluhan liter miras dimusnahkan dengan dialirkan ke drainase yang ada di Kejari Kota Kediri. “Dimusnahkan agar tidak bisa disalahgunakan,” jelas perempuan kelahiran Surabaya tersebut.

Novika menegaskan, pemusnahan BB kemarin sudah sesuai dengan putusan pengadilan. “Pemusnahan juga menjadi bukti transparansi tim penyidik dan jaksa eksekutor,” jelas pengantin baru itu sembari menyebut masyarakat bisa menyaksikan jika barang sitaan benar-benar dimusnahkan setelah berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Anak 10 Tahun Asal Ngampel Terpapar Covid-19 Usai Kontak Erat

Terkait jumlah BB kemarin yang jauh lebih banyak dibanding semester 1 tahun 2022, Novika mengakui jika kasus narkoba di semester 2 tahun ini meningkat. Terutama yang paling menonjol adalah kasus sabu-sabu.

Dengan naiknya kasus narkoba, Novika sepakat jika semua aparat harus terus menggaungkan perang terhadap narkotika dan obat terlarang. Salah satu caranya, dengan memidanakan pelaku penyalahguna atau pengedar. Sekaligus memusnahkan barang buktinya.

Sementara itu, pemusnahan BB di Kejari Kota Kediri kemarin memakan waktu sekitar satu jam. Dimulai sekitar pukul 09.00, petugas baru selesai memusnahkan semua bukti tindak pidana itu sekitar pukul 10.00.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri memusnahkan barang bukti (BB) kasus pidana yang diterima korps Adhyaksa sejak Mei-November. Dari berbagai kasus pidana yang ditangani, paling banyak merupakan kasus narkoba. Sedikitnya ada barang haram senilai Rp 150 juta yang kemarin dibakar bersama sejumlah pejabat.

Untuk diketahui, narkoba yang dibakar kemarin di antaranya 52,24 gram sabu-sabu beserta alat hisapnya. Selanjutnya 109.136 butir pil koplo, dan 30 butir riklona clonazepam.

Ada pula 4 jeriken masing-masing berusia 25 liter arak jowo (Arjo). Kemudian, 12 botol isi 1,5 liter arak kluthuk. Kejaksaan juga memusnahkan lima unit ponsel, 1 parang sepanjang 70 sentimeter, 1 pisau, dan barang bukti lainnya. Yakni, korek api, serbuk petasan, hingga topi, dan pakaian.

“Barang bukti tersebut (yang dimusnahkan, Red) adalah hasil dari 63 perkara selama enam bulan yang sudah berkekuatan hukum tetap,” terang Kepala Kejari Kota Kediri Novika Muzairah Rauf usai pemusnahan BB kemarin.

Baca Juga :  Dua Penyalahguna Sabu Diciduk di Hotel dan SPBU
CEGAH PENYALAHGUNAAN: Kajari Novika Muzairah Rauf memotong barang bukti parang menggunakan gerinda. (Foto: Ilmidza Amalia Nadzira)

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, pemusnahan BB kemarin dilakukan dengan cara beragam.  Untuk BB narkoba dimasukkan ke dalam tong untuk dibakar. Perwakilan kejari dan beberapa pejabat terkait menyulutkan api ke dalam tong secara bersamaan.

Jika narkoba dimusnahkan dengan dibakar, barang bukti lain ada yang dipotong menggunakan gerinda. Yakni, untuk ponsel, parang, pisau, dan beberapa barang bukti lainnya. Adapun puluhan liter miras dimusnahkan dengan dialirkan ke drainase yang ada di Kejari Kota Kediri. “Dimusnahkan agar tidak bisa disalahgunakan,” jelas perempuan kelahiran Surabaya tersebut.

Novika menegaskan, pemusnahan BB kemarin sudah sesuai dengan putusan pengadilan. “Pemusnahan juga menjadi bukti transparansi tim penyidik dan jaksa eksekutor,” jelas pengantin baru itu sembari menyebut masyarakat bisa menyaksikan jika barang sitaan benar-benar dimusnahkan setelah berkekuatan hukum tetap.

Baca Juga :  Periksa 19 Orang Pemilik Lahan

Terkait jumlah BB kemarin yang jauh lebih banyak dibanding semester 1 tahun 2022, Novika mengakui jika kasus narkoba di semester 2 tahun ini meningkat. Terutama yang paling menonjol adalah kasus sabu-sabu.

Dengan naiknya kasus narkoba, Novika sepakat jika semua aparat harus terus menggaungkan perang terhadap narkotika dan obat terlarang. Salah satu caranya, dengan memidanakan pelaku penyalahguna atau pengedar. Sekaligus memusnahkan barang buktinya.

Sementara itu, pemusnahan BB di Kejari Kota Kediri kemarin memakan waktu sekitar satu jam. Dimulai sekitar pukul 09.00, petugas baru selesai memusnahkan semua bukti tindak pidana itu sekitar pukul 10.00.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/