29 C
Kediri
Saturday, December 3, 2022

25 Koordinator Rugi Rp 77 Miliar

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kasus investasi bodong Sumber Berkah Trading (SBT) tidak hanya diusut oleh Polres Kediri Kota dan Polres Kediri. Salah satu koordinator memolisikan Juha Irawadi ke Polda Metro Jaya. Dari total 25 koordinator yang membawahi ratusan Sobat SBT, kerugiannya ditaksir mencapai Rp 77 miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, sebanyak 25 koordinator itu membawahi 101 Sobat SBT. Kerugian tiap Sobat SBT beragam. Mulai puluhan hingga ratusan juta per orang. Bahkan, ada yang hingga miliaran rupiah. “Jumlah Sobat SBT ada sekitar 1.250 orang,” kata sumber koran ini.

Salah satu koordinator di Kabupaten Kediri ini menyebutkan, dirinya bersama puluhan koordinator lain melaporkan Juha Irawadi ke Polda Metro Jaya. Mereka meminta agar dana yang mencapai Rp 77 miliar dikembalikan.

Setelah kasus dilaporkan pada Oktober lalu, kasus didorong untuk diselesaikan lewat Restorative Justice. Yakni, pria yang akrab disapa Heri itu harus mengembalikan dana yang sudah disetor oleh Sobat SBT lewat koordinator. “Yang rencananya dikembalikan baru sekitar Rp 5-6 miliar (berupa aset, Red),” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan tersebut.

Baca Juga :  Jidat Hitam karena Rutin Disundut Rokok

Jumlah tersebut tentu saja masih jauh dari nilai kerugian yang diderita 25 koordinator. Belum lagi kerugian Sobat SBT dari koordinator lain yang tidak memolisikan Heri ke Polda Metro Jaya.

- Advertisement -

Sumber lain koran ini menjelaskan, Heri dibawa ke Polda Metro Jaya setelah laporan investasi bodong SBT mencuat pertengahan Oktober lalu. Hingga saat ini, dia diduga masih ditahan di sana.

Untuk diketahui, Heri merintis bisnis trading sejak 2020 lalu. Pria asal Papar yang sempat bermain trading di Jakarta itu pulang kampung. Saat itu dia mulai merekrut koordinator secara door to door.

Bisnis pria yang akrab disapa Heri mulai berkembang setelah dia mondok di salah satu pesantren di Kota Kediri. “Dia membangun jaringan dari sana,” beber pria yang merugi ratusan juta rupiah itu.

Salah satu teman Heri di pondok juga menjadi korbannya. Lewat jaringan pondok ini pula dia meyakinkan para koordinator dan Sobat SBT. Setelah lebih dari setahun berjalan, Sobat SBT menyasar berbagai kalangan.

Baca Juga :  BRI Borong 8 Penghargaan di Ajang Human Capital Management Excellence Award

Seperti diberitakan, selain pelaporan Heri ke Polda Metro, saat ini Sobat SBT juga mulai memolisikan koordinator ke Polres Kediri dan Polres Kediri Kota. Di antaranya, Sony Wijayanto yang dilaporkan oleh tujuh member-nya di Polres Kediri Kota. Mereka meminta anggota polisi aktif itu untuk mengembalikan uang senilai Rp 990 juta. Para korban menuntut uang yang diinvestasikan dikembalikan. Ini setelah janji profit sebesar 10 persen per bulan macet sejak April lalu.

Seperti halnya kasus Heri di Polda Metro Jaya yang dicoba diusahakan lewat jalur Restorative Justice (RJ), para korban juga membuka diri jika Sony bersedia barter aset untuk menutupi kerugian mereka. Tetapi, sejauh ini opsi tersebut belum berjalan.

Sayang, Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan belum bisa dikonfirmasi tentang progres pengusutan kasus investasi bodong SBT. Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam, tidak aktif. “Beberapa hari ini saya akan ke Polda Metro untuk menindaklanjuti kasusnya,” jelas salah satu koordinator SBT di Kediri.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri–Kasus investasi bodong Sumber Berkah Trading (SBT) tidak hanya diusut oleh Polres Kediri Kota dan Polres Kediri. Salah satu koordinator memolisikan Juha Irawadi ke Polda Metro Jaya. Dari total 25 koordinator yang membawahi ratusan Sobat SBT, kerugiannya ditaksir mencapai Rp 77 miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, sebanyak 25 koordinator itu membawahi 101 Sobat SBT. Kerugian tiap Sobat SBT beragam. Mulai puluhan hingga ratusan juta per orang. Bahkan, ada yang hingga miliaran rupiah. “Jumlah Sobat SBT ada sekitar 1.250 orang,” kata sumber koran ini.

Salah satu koordinator di Kabupaten Kediri ini menyebutkan, dirinya bersama puluhan koordinator lain melaporkan Juha Irawadi ke Polda Metro Jaya. Mereka meminta agar dana yang mencapai Rp 77 miliar dikembalikan.

Setelah kasus dilaporkan pada Oktober lalu, kasus didorong untuk diselesaikan lewat Restorative Justice. Yakni, pria yang akrab disapa Heri itu harus mengembalikan dana yang sudah disetor oleh Sobat SBT lewat koordinator. “Yang rencananya dikembalikan baru sekitar Rp 5-6 miliar (berupa aset, Red),” lanjut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan tersebut.

Baca Juga :  BRI Borong 8 Penghargaan di Ajang Human Capital Management Excellence Award

Jumlah tersebut tentu saja masih jauh dari nilai kerugian yang diderita 25 koordinator. Belum lagi kerugian Sobat SBT dari koordinator lain yang tidak memolisikan Heri ke Polda Metro Jaya.

Sumber lain koran ini menjelaskan, Heri dibawa ke Polda Metro Jaya setelah laporan investasi bodong SBT mencuat pertengahan Oktober lalu. Hingga saat ini, dia diduga masih ditahan di sana.

Untuk diketahui, Heri merintis bisnis trading sejak 2020 lalu. Pria asal Papar yang sempat bermain trading di Jakarta itu pulang kampung. Saat itu dia mulai merekrut koordinator secara door to door.

Bisnis pria yang akrab disapa Heri mulai berkembang setelah dia mondok di salah satu pesantren di Kota Kediri. “Dia membangun jaringan dari sana,” beber pria yang merugi ratusan juta rupiah itu.

Salah satu teman Heri di pondok juga menjadi korbannya. Lewat jaringan pondok ini pula dia meyakinkan para koordinator dan Sobat SBT. Setelah lebih dari setahun berjalan, Sobat SBT menyasar berbagai kalangan.

Baca Juga :  Dirazia, Akui Nikah Siri dan Hamil Muda

Seperti diberitakan, selain pelaporan Heri ke Polda Metro, saat ini Sobat SBT juga mulai memolisikan koordinator ke Polres Kediri dan Polres Kediri Kota. Di antaranya, Sony Wijayanto yang dilaporkan oleh tujuh member-nya di Polres Kediri Kota. Mereka meminta anggota polisi aktif itu untuk mengembalikan uang senilai Rp 990 juta. Para korban menuntut uang yang diinvestasikan dikembalikan. Ini setelah janji profit sebesar 10 persen per bulan macet sejak April lalu.

Seperti halnya kasus Heri di Polda Metro Jaya yang dicoba diusahakan lewat jalur Restorative Justice (RJ), para korban juga membuka diri jika Sony bersedia barter aset untuk menutupi kerugian mereka. Tetapi, sejauh ini opsi tersebut belum berjalan.

Sayang, Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan belum bisa dikonfirmasi tentang progres pengusutan kasus investasi bodong SBT. Saat dihubungi melalui ponselnya tadi malam, tidak aktif. “Beberapa hari ini saya akan ke Polda Metro untuk menindaklanjuti kasusnya,” jelas salah satu koordinator SBT di Kediri.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/