25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Puluhan Remaja Hamil saat Pacaran

- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Gaya berpacaran remaja di Kediri masih memprihatinkan. Sebagian di antara pasangan itu berani berhubungan seks. Yang membuat pihak wanita hamil di luar nikah dan akhirnya melakukan pernikahan dini.

Data di Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri menyebutkan, sepanjang 2022 lalu pengaju dispensasi nikah mencapai 69 pasangan. Naik dua persen bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya 62 pengajuan.

“Dari angka dispensasi itu sebagian besar disebabkan hubungan pacaran yang kelewat batas. Sehingga hamil di luar nikah,” terang Humas PA Kota Kediri Harun Jaya Pranoto.

Harun melanjutkan, 60 persen dari pengaju dispensasi nikah karena sebab ‘kecelakaan’ itu. Dengan rentang usia antara 15 hingga 18 tahun.

Sisanya, disebabkan faktor sosial budaya masyarakat. Ada beberapa tempat yang masyarakatnya menganggap usia 16 tahun sudah matang. Sehingga sudah bisa melangsungkan pernikahan.

- Advertisement -

“Memang ada beberapa kasus seperti itu. Namun sebagian juga karena orang tua yang waswas akan terjadi hal tidak yang diinginkan seperti ‘kecelakaan’. Sehingga khawatir mencoreng nama baik keluarga,” bebernya.

Baca Juga :  Hakim Tipikor Tunda Vonis Mantan Kepala Dinas Kominfo Kab Kediri

Fenomena tersebut menjadi pertanda bahwa kesadaran masyarakat tentang hukum perkawinan terbilang rendah. Terbukti, pernikahan banyak dipahami sebagai penyelesaian masalah. Terutama jika diukur dari kesiapan mental pasangan suami istri. Dalam hal ini, peran orang tua hingga lingkungan sekitar memegang peranan penting.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas minimal umur perkawinan bagi wanita disamakan. Yakni dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria, yaitu 19 tahun.

Tetapi, hakim umumnya mengabulkan permohonan dispensasi nikah apabila pasangan calon pengantin perempuan sudah berbadan dua. Untuk kasus seperti itu, tidak ada pertimbangan lain bagi hakim selain mengutamakan calon anak dari pasangan tersebut.

“Biasanya kalau sudah terlanjur akan disetujui,” imbuhnya.

Namun, Harun menegaskan, hakim akan bersikap tegas terhadap pasangan yang usianya masih jauh dari batas minimal usia perkawinan. Misalnya berusia 14 atau 15 tahun.

Baca Juga :  Bupati Dhito Akan Pantau Ujian Ulang Perangkat di Kabupaten Kediri

“Kalau terlalu muda usianya 14 sampai 15 harus ditolak. Hakim akan mempertimbangkan kalau usianya sudah mendekati 19 tahun. Makanya dari 69 permohonan yang dikabulkan hanya 65 pasangan,” ujarnya.

Yang menarik, ada perbedaan data dispensasi nikah itu dengan yang dimiliki dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB). Berdasarkan data yang dimiliki dinas tersebut, jumlah pasangan yang mengajukan dispensasi nikah ‘hanya’ 57 selama 2022 lalu.

“Dari angka tersebut 80 persen karena hamil duluan. Dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun,” tutur Kepala Dinas P3AP2KB Kota Kediri Sumedi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira
- Advertisement -

KOTA, JP Radar Kediri – Gaya berpacaran remaja di Kediri masih memprihatinkan. Sebagian di antara pasangan itu berani berhubungan seks. Yang membuat pihak wanita hamil di luar nikah dan akhirnya melakukan pernikahan dini.

Data di Pengadilan Agama (PA) Kota Kediri menyebutkan, sepanjang 2022 lalu pengaju dispensasi nikah mencapai 69 pasangan. Naik dua persen bila dibanding tahun sebelumnya yang hanya 62 pengajuan.

“Dari angka dispensasi itu sebagian besar disebabkan hubungan pacaran yang kelewat batas. Sehingga hamil di luar nikah,” terang Humas PA Kota Kediri Harun Jaya Pranoto.

Harun melanjutkan, 60 persen dari pengaju dispensasi nikah karena sebab ‘kecelakaan’ itu. Dengan rentang usia antara 15 hingga 18 tahun.

Sisanya, disebabkan faktor sosial budaya masyarakat. Ada beberapa tempat yang masyarakatnya menganggap usia 16 tahun sudah matang. Sehingga sudah bisa melangsungkan pernikahan.

“Memang ada beberapa kasus seperti itu. Namun sebagian juga karena orang tua yang waswas akan terjadi hal tidak yang diinginkan seperti ‘kecelakaan’. Sehingga khawatir mencoreng nama baik keluarga,” bebernya.

Baca Juga :  Mengail di Air Keruh

Fenomena tersebut menjadi pertanda bahwa kesadaran masyarakat tentang hukum perkawinan terbilang rendah. Terbukti, pernikahan banyak dipahami sebagai penyelesaian masalah. Terutama jika diukur dari kesiapan mental pasangan suami istri. Dalam hal ini, peran orang tua hingga lingkungan sekitar memegang peranan penting.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas minimal umur perkawinan bagi wanita disamakan. Yakni dengan batas minimal umur perkawinan bagi pria, yaitu 19 tahun.

Tetapi, hakim umumnya mengabulkan permohonan dispensasi nikah apabila pasangan calon pengantin perempuan sudah berbadan dua. Untuk kasus seperti itu, tidak ada pertimbangan lain bagi hakim selain mengutamakan calon anak dari pasangan tersebut.

“Biasanya kalau sudah terlanjur akan disetujui,” imbuhnya.

Namun, Harun menegaskan, hakim akan bersikap tegas terhadap pasangan yang usianya masih jauh dari batas minimal usia perkawinan. Misalnya berusia 14 atau 15 tahun.

Baca Juga :  122 Kasus Setahun, Ini Kerugian Akibat Kebakaran di Kota Kediri

“Kalau terlalu muda usianya 14 sampai 15 harus ditolak. Hakim akan mempertimbangkan kalau usianya sudah mendekati 19 tahun. Makanya dari 69 permohonan yang dikabulkan hanya 65 pasangan,” ujarnya.

Yang menarik, ada perbedaan data dispensasi nikah itu dengan yang dimiliki dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB). Berdasarkan data yang dimiliki dinas tersebut, jumlah pasangan yang mengajukan dispensasi nikah ‘hanya’ 57 selama 2022 lalu.

“Dari angka tersebut 80 persen karena hamil duluan. Dengan rentang usia 15 hingga 18 tahun,” tutur Kepala Dinas P3AP2KB Kota Kediri Sumedi.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Ilmidza Amalia Nadzira

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/