
Sudrun kita kali ini, sepertinya, tak bisa move on. Meskipun sudah pegatan dengan Mbok Ndewor, rasa cemburunya masih membara. Emosinya bakal murup bila tahu sang mantan berhubungan dengan lelaki lain.
Lelaki asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini sudah lama pisah dengan sang istri. Mbok Ndewor merasa mantan suaminya itu tak mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Upahnya sebagai pegawai perusahaan ekspedisi sering kurang untuk memenuhi belanja bulanan. Akhirnya, keduanya sepakat cerai.
Ternyata, Sudrun masih cinta dengan mantan bojone itu. Karena itulah, ketika anaknya memberitahu bahwa sang ibu sering video call-an dengan seseorang, darahnya langsung umup. Pating mblekuthuk seperti banyu yang dipanasi di dalam panci.
Dalam keadaan hati yang membara itu, Sudrun mendatangi mantan istrinya. Pada saat itu Mbok Ndewor tengah bekerja di pabrik pembuatan tahu. Tanpa babibu terlebih dulu, Sudrun langsung merampas handphone yang saat itu tengah dipegang mantan istrinya.
“Ndi fotone wong lanang sing kerep vidcall-an ambek awakmu?” sergah Sudrun sembari tangannya menggapai handphone yang dipegang sang mantan.
Mendapat serangan yang ndadak kayak ngunu, Mbok Ndewor sempat kaget. Sontak dia menjauhkan benda itu dari jangkauan mantan bojone.
Akhirnya, pergumulan pun terjadi. Sudrun ngotot merebut handphone. Sebaliknya, Mbok Ndewor mati-matian mempertahankan. Sayange, namanya juga tenaga wong wedok, dia pun kalah perkasa. Telepon genggam berhasil direbut Sudrun. Imbasnya, Mbok Ndewor jatuh terjengkang. Kepalanya membentur meja berbahan cor yang kokoh di belakangnya.
Sudrun yang sukses merebut handphone segera berlari menjauh. Sebelum menghilang, dia sempat membanting telepon genggam itu ke lantai. Kemudian memungutnya lagi, dimasukkan ke kantong celana, kemudian mengambil langkah seribu. Meninggalkan Mbok Ndewor yang merintih kesakitan akibat kejedok meja.
Tak terima mendapat perlakuan seperti itu, Mbok Ndewor melapor ke polisi. Tentu saja, setelah dia selesai menjalani penyembuhan di rumah sakit. Mengobati luka memar di kepala bagian belakangnya. Juga, menghentikan pendarahan yang terjadi di telinga kanannya.
Polisi yang mendapat laporan segera bergerak. Mereka melacak jejak Sudrun yang menghilang. Ternyata, Sudrun berada di Surabaya, tengah mengirim barang. Dengan mudah Sudrun pun ditangkap. Kemudian dijebloskan ke penjara.
Oalah Drun…Sudrun, wong wis pegatan wae kok ya isih cemburuan. Akhire, kudu nginep nang hotel prodeo, peh! (ara/fud)



