25.3 C
Kediri
Saturday, January 28, 2023

Vonis Dua Pencuri di Ruko Ayam Geprek Sai Berbeda

- Advertisement -

MOJOROTO, JP Radar Kediri– Palu hakim telah diketuk. Dua terdakwa pencurian divonis bersalah. Aldi Dwi Setyo, 22, diganjar 11 bulan penjara. Sedangkan Nur M. Fikri, 23, otak pencurian, diputus hukuman 1 tahun 4 bulan kurungan. “Menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan keadaan memberatkan,” jelas Boedi Haryantho, hakim ketua yang memimpin persidangan online, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri kemarin.

Vonis Aldi lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lestari. Sedangkan Fikri sebaliknya, lebih tinggi. Sebelumnya, keduanya dituntut sama, satu tahun penjara. “Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP,” ujar Boedi.

Putusan itu sudah sesuai fakta persidangan. Dalam putusannya, Boedi yang didampingi hakim anggota, Mahyudin dan Agung Kusumo Nugroho, membacakan pertimbangan hukuman. Hal yang memberatkan adalah Aldi dan Fikri sama-sama sudah menikmati hasil kejahatan. Perbuatan keduanya meresahkan masyarakat dan merugikan korban.

Baca Juga :  Kesaksian Perkara BPNT Terkendala Mikrofon

Sedangkan tambahan untuk Fikri karena juga melakukan pencurian lain (berkas secara terpisah). Hal yang meringankan adalah Aldi dan Fikri sama-sama menyesal dan bersikap sopan selama persidangan.

“Bagaimana terdakwa dengan putusan yang diberikan?” tanya Boedi setelah membacakan putusan. Keduanya diberi tiga pilihan, menerima, pikir-pikir, atau mengajukan banding.“Pikir-pikir dulu Yang Mulia,” jawab Aldi dan Fikri kompak melalui layar monitor di ruang sidang. Keduanya diberi waktu satu minggu untuk memutuskan sikapnya.

- Advertisement -

Pada Juni 2022, Fikri mengajak Aldi melakukan pencurian. Lokasinya di Ruko Ayam Geprek Sai, Jl KH Wahid Hasyim, Bandarlor, Mojoroto. Aldi mematikan CCTV. Sedangkan Fikri masuk toko dengan kunci duplikat. Sudah tahu tempat penyimpanan uang, Fikri mengambil gawai Redmi 10C dan uang Rp 2,850 juta. Fikri memberikan uang curian pada Aldi Rp 450 ribu. Pencurian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pemuda kelahiran 1999 itu pernah melakukannya dengan partner berbeda.

Baca Juga :  Bedah Kesalahan Content Creator Pemula

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join Telegram Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara
- Advertisement -

MOJOROTO, JP Radar Kediri– Palu hakim telah diketuk. Dua terdakwa pencurian divonis bersalah. Aldi Dwi Setyo, 22, diganjar 11 bulan penjara. Sedangkan Nur M. Fikri, 23, otak pencurian, diputus hukuman 1 tahun 4 bulan kurungan. “Menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan keadaan memberatkan,” jelas Boedi Haryantho, hakim ketua yang memimpin persidangan online, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri kemarin.

Vonis Aldi lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lestari. Sedangkan Fikri sebaliknya, lebih tinggi. Sebelumnya, keduanya dituntut sama, satu tahun penjara. “Perbuatan terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP,” ujar Boedi.

Putusan itu sudah sesuai fakta persidangan. Dalam putusannya, Boedi yang didampingi hakim anggota, Mahyudin dan Agung Kusumo Nugroho, membacakan pertimbangan hukuman. Hal yang memberatkan adalah Aldi dan Fikri sama-sama sudah menikmati hasil kejahatan. Perbuatan keduanya meresahkan masyarakat dan merugikan korban.

Baca Juga :  Mburu Uceng Kelangan Deleg

Sedangkan tambahan untuk Fikri karena juga melakukan pencurian lain (berkas secara terpisah). Hal yang meringankan adalah Aldi dan Fikri sama-sama menyesal dan bersikap sopan selama persidangan.

“Bagaimana terdakwa dengan putusan yang diberikan?” tanya Boedi setelah membacakan putusan. Keduanya diberi tiga pilihan, menerima, pikir-pikir, atau mengajukan banding.“Pikir-pikir dulu Yang Mulia,” jawab Aldi dan Fikri kompak melalui layar monitor di ruang sidang. Keduanya diberi waktu satu minggu untuk memutuskan sikapnya.

Pada Juni 2022, Fikri mengajak Aldi melakukan pencurian. Lokasinya di Ruko Ayam Geprek Sai, Jl KH Wahid Hasyim, Bandarlor, Mojoroto. Aldi mematikan CCTV. Sedangkan Fikri masuk toko dengan kunci duplikat. Sudah tahu tempat penyimpanan uang, Fikri mengambil gawai Redmi 10C dan uang Rp 2,850 juta. Fikri memberikan uang curian pada Aldi Rp 450 ribu. Pencurian ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pemuda kelahiran 1999 itu pernah melakukannya dengan partner berbeda.

Baca Juga :  Kesaksian Perkara BPNT Terkendala Mikrofon

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Kediri”. Caranya klik link join Telegram Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.






Reporter: Habibaham Anisa Muktiara

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru

/