Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Peh

Pinginnya Dijatah, eh Malah Minta Pisah  

17 Januari 2022, 11: 08: 34 WIB | editor : Adi Nugroho

Pinginnya Dijatah, eh Malah Minta Pisah   

Share this      

“Kesetiaan itu ada batasnya,” omel Mbok Ndewor setengah menggumam.

“Kesabaran juga ada akhirnya,” lanjutnya masih sambil nggremeng.

Baca juga: Kejari Kota Kediri Umumkan Penetapan Tersangka Minggu Depan

Pinginnya Dijatah, eh Malah Minta Pisah   

(ILUSTRASI: Afrizal - radar kediri)

 Omelan itu ditujukan wanita beranak satu ini pada suaminya, Sudrun. Lelaki yang berada di depannya, tapi serasa ada di tempat yang jauh. Maklum, ada batas jeruji besi yang menghalangi keduanya.

Ya, Sudrun memang tengah menjalani hukuman. Pria yang usianya lebih muda setahun dari sang istri ini dibui berbulan-bulan karena ketahuan mencuri. Uang milik majikan diembat pekerja di took bangunan ini.

Lalu, apakah kehadiran Mbok Ndewor di tahanan untuk memberi dukungan moral pada sang suami? Eh, ternyata tidak. Sebaliknya, kehadirannya semakin meruntuhkan mental lelaki yang berkali-kali melakukan tindakan tak terpuji itu. Ya, Mbok Ndewor datang justru menyodorkan segepok berkas yang bikin Sudrun mumet. Bergas gugatan cerai, peh!

“Ya jelas mumet, lha wong pinginnya dijenguk lalu diberi jatah. Eh, ini malah minta pisah,” keluh Sudrun sambil melirik bilik kemesraan yang tidak bisa dia rasakan.

Sudrun dan Mbok Ndewor mengikat janji suci sejak 2011. Selama itu, mahligai keluarganya selalu terombang-ambing ombak. Sudrun berkali-kali terjerat masalah. Sumber masalahnya cuma satu, dia bertangan panjang. Suka mencuri.

Puncaknya ketika dia mencuri uang majikannya itu. Agung dicokok pak polisi. Digelandang ke pengadilan. Kemudian dihukum berbulan-bulan. Nah, hidup Mbok Ndewor pun makin susah. Sudah tak diberi uang belanja berbulan-bulan, jatah biologisnya juga terbengkalai. Padahal, sebagai wanita normal dan di usia yang mateng-matenge itu, hasratnya juga masih menggebu.

Akhirnya, Mbok Ndewor sampai pada satu tekad bulat. Minta cerai dari Sudrun. Sontak, keputusan itu membuat banyak orang mencibir. Mereka membully wanita berambut sebahu ini sebagai wanita yang tak tahu budi.

“Wong suaminya lagi susah di penjara kok dia malah minta pegat, wanita macam apa itu,” cibir para hater.

Tapi, niatan Mbok Ndewor sudah mantap. Cibiran dan cemoohan tak dia anggap. Dia cuek saja. Baginya, kebahagiaannya adalah lebih penting disbanding rasan-rasan tetangga dan saudara.

“Apa kalau lapar aku minta makan mereka? Atau kalau pas pingin begituan ngajak suami mereka? Kan enggak. Ngapain aku nanggepi omelan mereka. Ini hidupku, ya terserah akulah,” gerutunya.

Mbok Ndewor pun kukuh pada sikapnya. Membawa persoalan ke pengadilan agama (PA). Dia sudah tak sanggup lagi bersuamikan Sudrun.

“Mending jadi janda dari pada punya suami tapi di penjara. Toh, bila nasib mujur nanti bisa dapat suami lagi. Syukur-syukur yang wataknya ndak seperti Sudrun,” cerocos Mbok Ndewor, terus ngeloyor pergi meninggalkan gerbang penjara. Meninggalkan Sudrun yang puyeng meratapi nasibnya. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia