Sabtu, 28 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Oknum Dinsos Kota Kediri Terima Fee Rp 1 Miliar?

Penyidik Periksa 10 Saksi

17 Januari 2022, 09: 47: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

Oknum Dinsos Kota Kediri Terima Fee Rp 1 Miliar?

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Korps adhyaksa terus mendalami kasus dugaan korupsi bantuan pangan non-tunai (BPNT) di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri. Hingga minggu ini, penyidik masih menghitung total fee yang diterima oleh oknum dinsos. Nilainya disebut-sebut sekitar Rp 1 miliar.

          Sumber koran ini di Pemkot Kediri menyebutkan, dalam kurun waktu Agustus 2020 hingga September 2021 total fee yang terkumpul dari tiga supplier atau pemasok relatif banyak. “Lebih dari Rp 1 miliar,” ujar sumber yang mengikuti proses penyidikan perkara di Kejari Kota Kediri itu.

          Masih menurut sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan itu, tiga pemasok menyetor fee setelah mencairkan BPNT. Nilai yang disetor kepada oknum dinas sosial itu beragam. Tergantung jumlah anggaran yang dicairkan.

Baca juga: Korban Tewas, Pemuda Asal Wates Divonis Delapan Bulan Penjara

          Dasarnya, besaran bahan pangan yang dibeli oleh e-warong. Mulai beras, telur, hingga kacang-kacangan. Semakin banyak kebutuhan bahan pangan yang dibeli e-warong, semakin banyak pula fee yang disetor kepada oknum dinsos. “Jumlah KPM tiap bulan berbeda. Tergangung update data dari Kemensos,” lanjutnya.

Saat pencairan BPNT dirapel dua bulan sekali atau tiga bulan sekali, otomatis fee yang diserahkan semakin besar. Karenanya, setiap kali pencairan mereka bisa menyetor total puluhan juta rupiah.

Terpisah, Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri Hary Rachmat yang dikonfirmasi tentang total fee dari tiga supplier menolak untuk berkomentar. “Kami belum bisa mengomentari itu. Masih dalam proses penghitungan,” elaknya.

Hary menegaskan, pihaknya akan membeberkan secara detail setelah ada penetapan tersangka. Adapun saat ini menurutnya penyidik masih fokus melakukan pemeriksaan saksi di tahap penyidikan umum. Sejak Senin (10/1) hingga Selasa (11/1) lalu, total ada 10 saksi yang diperiksa. Mereka adalah supplier dan pegawai dinsos.

Apakah perwakilan pengelola e-warong juga diperiksa? Jaksa asal Sumatera itu menuturkan, di tahap penyelidikan total ada 10 perwakilan pengelola e-warong yang diperiksa. “Saat masih pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan, Red) 34 pengelola e-warong sudah kami mintai keterangan. Yang pemeriksaan minggu ini inti-intinya saja,” urainya.

Para pengelola e-warong, terang Hary, bisa saja diagendakan untuk diperiksa setelah penyidikan khusus nanti. Yakni, setelah Kejari Kota Kediri merilis tersangka dalam kasus tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Penyidik Kejari Kota Kediri telah memeriksa sekitar 50 saksi. Dari puluhan orang tersebut, pemeriksaan mengerucut kepada oknum dinsos dan pendamping BPNT. Keduanya diduga memiliki peran besar dalam praktik pengumpulan fee dari supplier. Termasuk menginstruksikan kepada pengelola e-warong agar berbelanja bahan pangan ke tiga orang tersebut. (ut)  

    

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia