Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Peh

Mbok Ndewor Kejeglong BOL

17 Januari 2022, 10: 31: 47 WIB | editor : Adi Nugroho

Mbok Ndewor Kejeglong BOL

Share this      

Sudrun sangat berharap punya istri yang mampu membuatnya nyaman di rumah. Melayaninya sepenuh hati. Baik itu urusan dapur, lebih-lebih urusan kasur.

Dia juga ingin istrinya cakap dalam membelanjakan uang belanja. Maklum, sebagai karyawan biasa, gaji Sudrun tak tinggi-tinggi amat. Meskipun kalau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga masih mencukupi.

Sayangnya, antara harapan dan kenyataan ibarat jauh panggang dari api. Sudrun justru mendapat Mbok Ndewor, istri yang kepincut belanja online. Bukannya pandai mengelola keuangan, justru jatah bulanan yang katut untuk beli ini-itu. Sampai-sampai keuangan keluarga ini jebol, peh!

Baca juga: Oknum Dinsos Kota Kediri Terima Fee Rp 1 Miliar?

Mbok Ndewor Kejeglong BOL

(ILUSTRASI: Afrizal - radar kediri)

Hasrat belanja online semakin menggebu sejak negara memplokamasikan keadaan darurat berupa pandemi kopid. Keinginannya membeli kian menggila saja. Promo-promo menarik yang dijadikan jurus pemikat semua market place langsung mengena. Seperti hati yang terpanah asmara, badan jadi panas-dingin melihat iklan-iklan di internet.

“Sudah kelewat batas,” keluh Sudrun menggambarkan ulah Mbok Ndewor.

Sudrun, yang warga Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, mengakui memang tak bisa menyediakan uang berlebih. Dia sebenarnya tak melarang istrinya belanja online. Apalagi kalau memang butuh. Kalaupun tak terlalu diperlukan, mestine kan ngenteni uang belanja bersisa. Jika tak ada sisa, ya tak usah ngoyo beli yang tak mendesak dibutuhkan.

“Lha iki enggak e…. Blanja online disik, bar iku kebutuhan harian sing dipikir. Bojo model apa kayak ngunu iku?” gerutu Sudrun.

Repote, tiap kali diingatkan Mbok Ndewor sudah siap beribu alasan. Sing mumpung ada promolah, ongkir gratislah, bisa dicicillah, lan alasan liyane. Yang menurut Sudrun iku alasan sing digawe-gawe. Gak masuk nalar.

Apa maneh, tetek-bengek yang dibeli Mbok Ndewor sering dobel-dobel. “Banyak yang sudah ada eh, beli lagi. Ada yang dobel empat atau lima,” terangnya sambil nggremeng.

Tak kurang-kurang Sudrun mengingatkan istrinya. Beberapa kali pria 36 tahun ini mengeluarkan ultimatum. Lek gak jera dengan kebiasaan belanja online, akan dia pegat! Sayang, kuping Mbok Ndewor sudah tebal. Semua ancaman suaminya gak ngaruh. Masuk lubang kanan, keluar lubang kiri.

Sampai akhirnya titik kulminasi itu terjadi. Sudrun tak bisa memberikan toleransi lagi. Mbok Ndewor kedapatan membeli sprei dan handuk di salah satu market place andalannya. Pas dikirim ke rumah, kebetulan yang menerima Sudrun. Betapa kagetnya dia ketika melihat harga yang tertera di kemasan. Nyaris Rp 1 juta, wow?!

Kagetnya Sudrun tak berhenti di situ. Setelahnya dia bahkan jadi shock mengetahui uang apa yang digunakan istrinya belanja. Jatah untuk membeli pulsa listrik katut. Mata Sudrun pun jadi byar-pet meskipun listriknya belum padam. Kepalanya nyut-nyutan menahan esmosi, eh, emosi.

Sudrun pun mengibarkan bendera putih. Merasa tak kuat lagi ngopeni Mbok Ndewor. “Wis pisah ae, awakmu angel diomongi,” tegasnya kepada sang istri.

Sekarang ganti Mbok Ndewor yang plonga-plongo. Kaget bukan kepalang. Kegelisahan pun membayang. “Lha lek dipegat, aku ra duwe bojo. Gak entuk uang belanja. Terus, dari mana ge belanja online?” ratap Mbok Ndewor.

Ya wis kadung. Mangkane, ibarat pepatah, pikir dulu pendapatan, sesal kemudian tak ada guna. Lha lek ngene iki istilahe, Mbok Ndewor Kejeglong BOL, alias belanja on line. Peh! (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia