Minggu, 29 May 2022
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Kejari Kota Kediri Umumkan Penetapan Tersangka Minggu Depan

Penyidik Kantongi Aliran Dana

17 Januari 2022, 10: 28: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

Kejari Kota Kediri Umumkan Penetapan Tersangka Minggu Depan

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri-Kemana saja fee sekitar Rp 1 miliar mengalir? Sumber koran ini di Pemkot Kediri menyebut penyidik Kejari Kota Kediri sudah mengantongi alirannya secara lengkap. Ini setelah oknum dinas sosial (dinsos) yang memiliki peran penting sudah membeberkan catatan penggunaan dana.

          Sumber yang mengikuti proses penyidikan di Kejari Kota Kediri itu menjelaskan, catatan penggunaan fee pencairan bantuan pangan non-tunai (BPNT) telah dibeberkan ke penyidik sejak Oktober tahun lalu. “Di antaranya penggunaan dana untuk internal dinsos,” katanya sembari mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.

          Masih menurut sumber itu, salah satu oknum dinsos membuat catatan secara rinci tentang perolehan fee dari supplier BPNT. Demikian juga peruntukan dananya. Catatan itulah yang dibeberkan ke penyidik.

Baca juga: Balada sang SPG Rokok

          Meski demikian, detail catatan penerimaan fee dari pemasok yang dicatat oleh oknum dinsos agaknya belum klop dengan pengakuan pemasok. “Kemarin teman-teman (dari dinas sosial, Red) masih didalami tentang ini,” lanjut pegawai pemkot tersebut.  

          Kasi Intelijen Kejari Kota Kediri Hary Rachmat yang dikonfirmasi tentang aliran penggunaan fee dari pemasok BPNT, lagi-lagi menolak untuk menjelaskan. Alasannya, pemeriksaan terhadap para saksi di tahap penyidikan masih terus dilakukan.

          “Kami belum bisa memberikan penjelasan tentang itu (aliran penggunaan fee BPNT, Red),” terang Hary. Untuk mengungkap detail kasus gratifikasi BPNT, Hary menegaskan penyidik akan terus mendalami hal tersebut.

          Hary menegaskan, minggu depan mereka berencana kembali memeriksa saksi di tahap penyidikan umum. Jika sebelumnya ada oknum dinsos yang belum bisa hadir dalam pemeriksaan Senin (10/1) dan Selasa (11/1) lalu, penyidik unit pidana khusus akan memanggil ulang oknum tersebut.

          Sebelumnya, penyidik sudah mengevaluasi hasil pemeriksaan pada Kamis (13/1) dan Jumat (14/1) lalu. Dari evaluasi itulah akan diketahui berapa jumlah saksi yang akan diperiksa minggu depan. “Jumlahnya berapa (saksi yang akan diperiksa minggu depan, Red) belum bisa menyebutkan,” paparnya.

          Selain mengagendakan pemeriksaan lanjutan, Hary menjelaskan, korps adhyaksa juga berencana mengumumkan penetapan tersangka pekan depan. Siapa saja yang diminta bertanggung jawab dalam praktik pengenaan fee BPNT ini? Hary memilih menutup rapat informasinya. Dia berdalih kejaksaan masih akan menggelar rapat terkait hal itu.

          Seperti diberitakan, total fee yang terkumpul dari tiga supplier BPNT mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Fee disetorkan supplier setelah mereka mencairkan anggaran BPNT.

          Kebutuhan bahan pangan berupa telur, beras, dan kacang-kacangan yang dipasok supplier ke 34 pengelola e-warong di Kota Kediri tak tentu. Tergantung jumlah kelompok penerima manfaat (KPM) tiap bulan. Apalagi, jumlah KPM terus berubah sesuai hasil verifikasi Kementerian Sosial. Jika sebelum pandemi KPM hanya sekitar 10 ribu, saat pandemi Covid-19 naik dua kali lipat menjadi sekitar 20 ribu KPM. (ut) 

 

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia