Minggu, 24 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pekerja Proyek Bandara Kediri Tangkap Merak Jantan Berkeliaran

14 Oktober 2021, 09: 59: 00 WIB | editor : Adi Nugroho

Pekerja Proyek Bandara Kediri Tangkap Merak Jantan Berkeliaran

INDAH: Kepala Resor BKSDA Kediri David Fhatur Rohman menunjukkan bulu merak temuan warga. Burung merak yang ditemukan pekerja proyek berada di kandang darurat kemarin. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Lahan yang saat ini dibangun untuk bandara, bisa jadi merupakan habitat hewan-hewan yang masuk kategori satwa lindung. Indikasi awalnya adalah beberapa kali penemuan jenis satwa langka itu. Terbaru adalah penemuan merak jantan oleh para pekerja proyek.

Penemuan burung dengan ekor yang menjuntai indah itu terjadi Selasa (12/10), sekitar pukul 15.00. Para pekerja mendapatinya berkeliaran di area proyek. Mereka kemudian menangkap dan menyerahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Kediri.

“Diserahkan kepada kami malam (hari)-nya, sekitar pukul 21.00,” terang David Fhatur Rohman, 41, kepala resort BKSDA yang berada di Jalan Raya Kediri-Nganjuk, Desa Banyakan, Kecamatan Banyakan itu.

Baca juga: Penyidik Hadirkan Psikolog Dampingi Tersangka Pembunuhan Bayi Kediri

Pria asal Sidoarjo itu menjelaskan,  burung merak yang ditemukan pekerja proyek bandara itu berjenis kelamin jantan. Usianya diperkirakan sekitar satu tahunan.

Meskipun saat ditemukan dalam kondisi sehat tapi BKSDA tetap menjalankan prosedur pertolongan pertama dalam penanganannya. Seperti memberi makan pada hewan langka yang tercantum dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Alam itu.

“Kami beri makan jagung. Makannya sangat lahap waktu diberi makan,” terangnya.

Apakah merak itu merupakan hewan liar dengan  habitat di alam bebas? David mengatakan, ada beberapa kemungkinan terkait penemuan merak tersebut. Yang pertama, burung dengan nama latin pavo muticus itu memang berhabitat di alam bebas. Saat itu dia kelaparan karena sudah tidak ada lagi makanan di habitatnya. Sehingga dia keluar mencari makanan.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah hewan tersebut merupakan peliharaan. Kemudian lepas dan berkeliaran.

“Tapi kami tidak bisa memastikan hal tersebut. Karena kami belum sampai menelusuri itu. Kami hanya sebatas penanganan pertama sebagai pihak konservasi,” dalihnya.

Kini, burung merak tersebut diamankan di lokasi yang menjadi kandang sementara. Kandang yang terbuat dari kayu dan dibatasi dinding rumah itu berada di salah satu rumah staf BKSDA. Setelah itu burung tersebut akan dikirim ke BKSDA yang ada di Jalan Bandara Juanda Sidoarjo. Menjalani orientasi sebelum dilepas ke Taman Nasional Baluran, Banyuwangi.

Yang patut dicermati, sebelum penemuan merak itu, BKSDA juga beberapa kali menerima laporan warga yang mendapatkan bulu merak. Kini, bulu merak yang berjumlah lima helai itu telah disita. Pihak BKSDA khawatir bulu  merak itu diperjualbelikan.

“Bagian apapun dari satwa yang dilindungi itu semuanya bernilai ekonomis,” terangnya.

Menurut David, mulai dari bulu, sayap, dan ekor merak nilainya bisa tinggi bila dijual. Terlebih jika ada orang yang mengaitkan dengan hal mistik. Harganya bisa jutaan rupiah per helai.

Selain itu, selama 2021 ini, ada beberapa penemuan satwa lindung di area bandara. Seperti kucing hutan, kakak tua, trenggiling, dan ular piton. Total, tahun ini ada enam kali temuan hewan dilindungi itu.

Menurutnya, selama ini memang banyak aduan temuan di area proyek bandara. “Tapi kami tidak bisa memastikan (penyebabnya) karena belum sampai ke penelusuran. Kami hanya fokus konservasi,” pungkasnya. (ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia