Minggu, 24 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Driver Ojol Asal Balowerti Nekat Embat Hp dan Laptop

14 Oktober 2021, 10: 28: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

Driver Ojol Asal Balowerti Nekat Embat Hp dan Laptop

MENUNTUT TERDAKWA: Jaksa Penuntut Umum Munir Supriyadi membacakan tuntutan dalam persidangan telekonferensi di Pengadilan Negeri Kota Kediri kemarin.   (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

MOJOROTO, JP Radar Kediri– Terlibat tindak pidana, M Nasa’i, 24, driver ojek online (ojol), harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pemuda asal Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota Kediri yang tertangkap mencuri handphone (HP) dan laptop ini menghadapi tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri, JPU Munir Supriyadi menuntutnya dengan hukuman dua tahun atau 24 bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan,” ujar Munir di hadapan majelis hakim PN Kota yang diketuai Hendra Pramono.

Baca juga: Sidang Warga Mojoroto Tanam Ganja, Kena 7 Tahun

Dalam persidangan yang berlangsung telekonferensi di ruang Candra itu, JPU menyatakan perbuatan terdakwa melanggar pasal 363 ayat 1 ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Dalam tuntutannya, Munir juga membacakan beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk menuntut pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pengemudi ojek online itu. “Hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat dan melawan hukum,” tegasnya.

Sedangkan hal yang meringankan, menurut Munir, selama persidangan terdakwa bersikap kooperatif dan sopan. Nasa’i juga belum pernah dihukum sebelumnya.

Untuk diketahui, kejadian pencurian terjadi pada Sabtu (26/6) di Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem. Pada hari itu, Nasa’i masuk ke rumah Sri Puji Palupi. Ia membuka pagar rumah yang saat itu tidak dikunci.

Ketika kondisi rumah dalam keadaan sepi, terdakwa tiba-tiba masuk karena melihat ada HP merek Oppo dan laptop merek Asus milik Sri tergeletak di meja ruang tamu. Saat itu, Nasa’i memang melewati rumah Sri karena sedang mengantar order makanan milik pemesan online yang tinggal tak jauh dari rumah Sri.

Setelah mencuri dua barangelektronik yang tergeletak di meja, Nasa’i langsung melarikan diri. Akibat kejadian tersebut, Sri mengalami kerugian sebesar Rp 7 juta.

Setelah JPU selesai membacakan tuntutan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa menanggapi. Menjawab tuntutan tersebut, Nasa’i mengatakan menerima. Selanjutnya, hakim ketua langsung mengakhiri sidang dengan menjadwalkan agenda putusan pada pekan depan. (ica/ndr)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia