Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Warga Tanjungkalang Tuntut Pabrik Tutup

Debu dan Bau Bikin Resah

13 Oktober 2021, 11: 56: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Warga Tanjungkalang Tuntut Pabrik Tutup

MEDIASI: Jeri Tri Prasetyono, direktur CV Satria Jaya menandatangani kesepakatan untuk menghentikan produksi pupuk organik sementara. (Andhika Attar - Radar Kediri)

Share this      

NGRONGGOT, JP Radar Nganjuk- Warga Desa Tanjungkalang, Kecamatan Ngronggot meminta pabrik pupuk organik di desanya ditutup. Karena adanya polusi debu dan bau dari pabrik yang mengganggu. Mereka menuntut CV yang memproduksi pupuk organik tersebut untuk berhenti sementara. “Kami minta pabrik ditutup,” tandas Abdul Rokim, perwakilan warga setempat.

Sebagai bentuk protes, warga setempat memasang beberapa banner di jalan desa tak jauh dari lokasi pabrik tersebut beroperasi. Aksi protes dari warga ini pun akhirnya mendapatkan perhatian dari Forkopimcam Ngronggot. Yang mana langsung memfasilitasi adanya mediasi antara warga dengan pihak pabrik.

Mediasi yang dilaksanakan di aula Balai Desa Tanjungkalang tersebut dihadiri langsung Heri Tri Prasetyono, Drektur CV Satria Jaya. Di hadapan Kades Tanjungkalang dan mediator, warga menyampaikan keluhannya kepada Heri.“Polusi debu dan baunya sangat mengganggu warga sekitar pabrik,” tandas Rokim.

Baca juga: Dua Maling Kabel Telepon di Ringinrejo Tertangkap

Berbagai keluhan dan argumentasi dilontarkan dalam mediasi tersebut. Sekitar tiga jam lamanya mediasi berlangsung. Hingga akhirnya menjelang tengah hari muncul komitmen dari pihak pabrik untuk mengakomodir keluhan warga tersebut.

Tepat pukul 12.00 pihak desa langsung membuat surat kesanggupan CV Satria Jaya untuk mengatasi polusi debu dan bau tersebut. Surat kesepakatan ini sendiri akhirnya ditandatangani kedua belah pihak sekitar pukul 12.45 WIB. Poin utamanya adalah pihak pabrik menyanggupi tuntutan warga untuk menghilangkan polusi tersebut.“Kami tunggu itikad baik dari pihak pabrik. Kalau memang ada bukti nyatanya, kami akan menurunkan banner protes,” tandas Rokim.

Sementara itu, Heri, direktur CV Satria Jaya menegaskan, pihaknya akan menghentikan sementara proses produksi pupuk organik. Mereka akan fokus untuk menangani masalah polusi tersebut, baik polusi debu maupun bau yang ditimbulkan. “Kami akan off sementara sampai kami bisa mengendalikan polusi bau dan debu yang dikeluhkan warga,” tutur Heri.

Lebih jauh, Heri mengatakan, polusi tersebut disebabkan adanya unitnya yang mengalami kerusakan. Namun pihaknya mengaku bahwa masih memerlukan waktu untuk memeriksa dan memastikan hal tersebut.

(rk/tar/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia