Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Sidang Warga Mojoroto Tanam Ganja, Kena 7 Tahun

13 Oktober 2021, 14: 59: 33 WIB | editor : Adi Nugroho

Sidang Warga Mojoroto Tanam Ganja, Kena 7 Tahun

TERDAKWA: Meru Mirawan mengikuti persidangan kasus penyalahgunaan narkotika melalui layar monitor di PN Kota Kediri. (Ilmidza Amalia Nadzira – radar kediri)

Share this      

KOTA, JP Radar Kediri – Meru Mirawan, 45, warga Kelurahan/ Kecamatan Mojoroto tertunduk mendengar putusan dari majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Kediri kemarin (12/2). Terdakwa kasus peredaran narkotika jenis ganja kering dan tanam ganja di pot itu divonis tujuh tahun penjara.

Sebenarnya, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Munir Supriyadi. Sang jaksa sebelumnya menuntut dengan delapan tahun penjara plus denda Rp 1 Miliar subsider enam bulan.

“Terdakwa terbukti mengedarkan sediaan narkotika jenis ganja tanpa izin dan telah melanggar pasal 128 ayat 1 huruf a UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika” ujar Novi Nurdhayanty, ketua majelis hakim PN Kota Kediri yang menyidangkan kasus ini.

Baca juga: Tidur saat Mengemudi, Truk Masuk Sawah

Selain hukuman penjara selama tujuh tahun, terdakwa juga didenda sebesar Rp 800 Juta. Jika terdakwa tidak bisa membayar maka diganti tambahan hukuman selama tiga bulan kurungan.

Beberapa hal dianggap memberatkan bagi terdakwa. Menurut hakim, perbuatan tersebut tak mendukung upaya pemerintah yang berusaha memberantas peredaran narkoba. Selain itu, tindakan Meru juga meresahkan masyarakat.

Namun, hakim juga menyebutkan beberapa faktor meringankan. Dia bersikap kooperatif selama persidangan. Juga mengakui semua perbuatannya.

Terdakwa yang sehari-harinya bekerja sebagai penjual bunga itu diberi kesempatan untuk menanggapi. “Saya pikir-pikir Yang Mulia,” jawabnya.

Setelah itu, JPU juga diminta ketua hakim untuk menanggapi atas vonis yang sudah dibacakannya. Jaksa Munir juga menjawab pikir-pikir atas putusan itu. Selanjutnya, ketua hakim Novi menutup sidang putusan itu. “Sidang ditutup dengan terdakwa dan JPU yang masih pikir-pikir atas putusan ini,” tutupnya.

Kasus ini berawal ketika terdakwa ditangkap Satresnarkoba pada Minggu (26/6) lalu bersama komplotan temannya yang juga pengedar ganja. Barang bukti yang dijadikan alat bukti selama persidangan yaitu ganja tinggi 3,5 sentimeter di pot halaman rumahnya.  Selain itu, pihak polisi juga menyita HP merek Oppo yang digunakan bertransaksi. Ada juga ganja kering seberat 97 gram.(ica/fud)

(rk/rq/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia