Selasa, 26 Oct 2021
Radar Kediri
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Penyidik Hadirkan Psikolog Dampingi Tersangka Pembunuhan Bayi Kediri

13 Oktober 2021, 14: 55: 51 WIB | editor : Adi Nugroho

Penyidik Hadirkan Psikolog Dampingi Tersangka Pembunuhan Bayi Kediri

Share this      

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Kasus pembunuhan bayi oleh Nia Nur Fadilah, 23, sudah diungkap secara gamblang oleh penyidik Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri. Kini konsentrasi penyidik bergeser ke kondisi kejiwaan perempuan berstatus mahasiswi tersebut. Mereka akan meminta psikolog melakukan pendampingan dan melakukan pemeriksaan.

          Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha melalui Kanit PPA Ipda Yahya Ubaid mengungkapkan, psikolog akan memeriksa kondisi kejiwaan Nia. “Nanti akan diketahui psikologinya. Sekaligus untuk melengkapi berkas,” ujar Yahya.

          Perwira dengan pangkat satu balok di pundak ini menjelaskan, secara umum kondisi Nia terlihat normal. Indikasinya, saat ditanyai penyidik dia bisa menjawab dengan jelas.

Baca juga: Mahasiswi Kediri Bekap Bayi Hingga Mati karena Menangis

          Meski demikian, sesuai pengalaman penanganan kasus serupa, tersangka rentan mengalami depresi. Karenanya, penyidik berupaya mencegah agar hal tersebut tidak terjadi. “Makanya nanti psikolog akan melakukan pendampingan kepada tersangka,” jelasnya tentang tahap lanjutan penyidikan kasus pembunuhan bayi.

          Terpisah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Kediri dr Nurwulan Andadari mengaku siap mendampingi Nia. Perempuan yang akrab disapa Andadari itu menjelaskan, pihaknya akan menyiapkan psikolog untuk Nia.

          Sesuai mekanisme, psikolog akan mengunjungi Nia di Polres Kediri. Kehadiran psikolog itu diharapkan bisa mengurangi beban psikis yang dialami perempuan asal Desa Rembang, Ngadiluwih tersebut. “Dengan kejadian yang dialami (Nia, Red) pasti ada dampak secara psikis,” jelas Andadari.

          Dengan pendampingan psikolog, Andadari berharap perempuan kelahiran 1998 silam itu bisa lebih siap menjalani tahapan hukum. Termasuk kesiapannya melanjutkan hidup setelah terbebas dari jerat penjara nantinya.

          Lebih jauh Andadari menjelaskan, menjalani proses persidangan juga merupakan stressor. Sehingga, tersangka memerlukan pendampingan profesional. “Dengan penampingan tidak akan terjadi masalah seperti bunuh diri dan hal lainnya,” tegasnya sembari menyebut Dinas P2KBP3A masih akan berkoordinasi dengan Polres Kediri.

          Seperti diberitakan, Nia yang panik nekat membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkannya pada Kamis (30/9) dini hari. Dia nekat membekap kepala bayi menggunakan kaus tak terpakai setelah bayi yang dilahirkan di toilet itu menangis.

          Aksi nekatnya tersebut dilakukan karena Nia panik. Sebab, perempuan yang hanya tinggal bersama ayahnya itu selama ini menyembunyikan kehamilannya. Tubuhnya yang gendut membuat kehamilan perempuan berambut panjang itu tak diketahui orang terdekatnya.

          Aksi keji Nia baru terbongkar saat dia mendatangi Bayu Prasetyo, 26, di Desa Karangrejo, Ngasem. Kepada ayah Bayi itu, Nia berkilah anak mereka mati karena terjatuh. Dia meminta agar jenazah bayi dikuburkan di lingkungan rumah Bayu agar orang tuanya tak mengetahuinya.

          Rupanya, kondisi bayi yang hanya dibungkus plastik kresek dan dimasukkan ke dalam tas jinjing berwarna ungu mengundang tanda tanya Warsiti, 61. Perempuan tua yang dimintai tolong Bayu untuk menguburkan bayi di makam setempat itu semakin curiga melihat luka lebam di leher, dada, dan beberapa bagian tubuhnya.

          Dia lantas melaporkan hal tersebut ke perangkat desa dan polisi. Dengan temuan itu, Nia langsung dibawa ke Polres Kediri sekitar pukul 22.30 (30/9). Nia yang baru saja menjalani persalinan sendiri langsung dirujuk ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan.

          Minggu (3/10) dia langsung dijebloskan ke tahanan setelah mengaku membunuh bayinya dengan membekap kepalanya. Dari hasil otopsi diketahui jika luka lebam di tubuh bayi timbul akibat bekapan usai dilahirkan. Bayi tewas karena kehabisan napas. (ara/ut)

(rk/ara/die/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia